
Anita memasuki Kamar Akash karena paksaan dari Akash. " sakit Tau ! " Anita cemberut sambil mengusap pergelangan tanganya yang sedikit memerah Karena Akash menyeretnya dengan keras.
" hei kenapa kamu kunci ? " Anita membuka matanya lebar lebar saat Akash mengunci kamarnya.
' apa yang mau kau lakukan, ibu tolong aku ' anak mu menahan ku dikamarnya, kamu benar benar sedang tidak kerasukan Jin kan ?' jantung Anita berdegup kencang dia melangkahkan kakinya mundur sedikit Demi sedikit saat Akash mencoba mendekatinya.
" apa yang kau mau ? " Tanya Anita takut takut dengan suara sedikit gemetar.
Akash tidak menjawab pertanyaan Anita, dia malah berjalan sedikit demi sedikit mendekati Anita, sedangkan Anita pun berjalan mundur sedikit demi sedikit menyesuaikan pergerakan akash.
" berhenti ! aku bilang berhenti ! " Anita masih mencoba menghindar Dan tak ada respon Dari Akash.
' cepat berhenti atau aku sumpahi kamu jadi monyet eh bukan Batu ' kalau monyet kan masih bisa berjalan tapi kalau Batu kan cuma diem mulu.
Akash masih berjalan maju Dan maju
' eh... tidak berhenti juga ' Anita sudah tidak bisa menahan ketakutanya.
" Akash aku bilang berhenti ! " suara Anita sudah mulai meninggi.
sekejap langkah kaki Akash terhenti, senyum licik mengembang di bibirnya.
' ngapain kamu senyum senyum ? apa yang sedang ada dalam pikiranmu ? anita
" kamu kenapa ? aku cuma mau memberikan ini " Akash mengeluarkan buku kecil dari saku jasnya Dan memberikanya ke Anita yang sebelumnya menepukkan buku itu ke kening Anita.
__ADS_1
" memangnya apa yang kau pikirkan ? apa kamu pikir aku mau memperkosamu disini ? cih .... dasar otak mesum ! " Akash bertolak pinggang setelah menyerahkan buku kecil itu.
" sebaiknya kamu cuci dulu otakmu yang Kotor itu, pakai detergent atau pemutih sekalian juga " Akash berjalan ke sofanya Dan langsung duduk.
dia tersenyum cekikikan setelah membalikkan badanya dari hadapan Anita.
' kau menertawakanku Kan ? aku Tau itu ! '
Anita Hanya diam membisu menahan malunya setengah mati setelah menerima buku kecil itu yang ternyata adalah paspornya, tanpa berani menatap muka Akash, Karena dia yakin wajahnya kini sedang memerah menahan malu.
' kalau cuma memberikan paspor ini kenapa harus menyeretku ke Kamar mu ? pakai dikunci segala pintunya, wajarlah aku berfikiran yang aneh aneh, aku kan juga wanita dewasa ' Anita menghembuskan nafasnya lega.
" tiga Hari kamu bisa kembali ke negaramu ! "
" benarkah ! " Anita kaget campur senang, matanya seketika berbinar mendengar perkataan Akash.
' jangan bahagia dulu, aku pastikan setelah ini kau Akan berhenti bahagia setelah mendapat serangan lagi dariku ' akash.
" hemm "
' hapus dulu wajahmu yang memerah itu ' tawa Akash dalam hati.
" sekarang berfikirlah bagaimana caranya berpamitan pada ibu Tanpa membuatnya bersedih, ingat aku tidak mau ibu bersedih sedikitpun, kalau sampai ibu bersedih sebaiknya kamu tinggal selamanya disini atau kubuat kau jadi gelandangan lagi " ancam Akash mencoba mengerjai Anita lagi.
' apa ? tega teganya kau mau menjadikanku gelandangan lagi, setelah pengorbananku selama ini '
__ADS_1
" ibu ? " Anita menundukkan kepalanya, bahagianya berganti dengan duka mengingat gauri, sungguh tidak tega rasanya meninggalkan gauri, meninggalkan kasih Sayang yang Baru saja dia dapatkan.
" sekarang kau boleh keluar ! " perintah Akash.
sementar Anita masih terjaga dengan pikirinya.
' hahaha... tuh kan batal kan bahagia kamu ' Akash kegirangan dalam hati rencana mengerjai Anita sukses seratus persen.
" hei... apa kau tidak dengar ? cepat keluar aku mau Mandi " suara Akash semakin meninggi.
Anita terhenyak " baik baik maaf, aku Akan keluar " Anita ngeluyur segera keluar Dari Kamar Akash.
" hahahahaha...... " Akash tertawa terbahak bahak seketika setelah Anita keluar.
mengingat muka Anita yang takut Dan gemetar juga saat bahagianya yang berubah drastis saat dia mengerjainya.
" hah.... memang enak aku kerjai ? " Akash.
Anita keluar dari Kamar Akash dengan tergesa gesa, cepat cepat dia memasuki kamarnya Dan menutupnya rapat rapat, Lalu merebahkan tubuhnya ke kasur yang empuk itu.
" ah... betapa malunya aku.... " Anita menutupi wajahnya dengan bantal.
kalau saja wajah manusia itu seperti handphone pasti Anita sudah mengganti casing wajahnya dengan yang Baru Dan membuang casing lamanya yang terkena virus malu itu.
' tunggu, apa yang harus aku lakukan agar IBU tidak bersedih dengan kepergian ku ? ibu maafakan aku, aku bahkan seribu Kali lebih bersedih Karena meninggalkan mu, aku berdoa semoga kesehatan selalu menyertaimu '
__ADS_1
Anita terjaga dalam malam yang panjang memikirkan gauri, kepulangan yang seharusnya membuatnya bahagia sekarang berubah menjadi duka, hingga Tak terasa matanya pun terpejam.
bersambung....