
sesuai ekspektasi bahwa benar adanya rapat berjalan selama kurang lebih lima menit dengan hasil yang memuaskan, waktunya istirahat dan menyiapkan energi untuk besok.
besok salah satu lady akan hilang iyalah asella pemeran utama, karna kerajaan lain sedang berkunjuang kerajaan akan jadi ejekan jika lady yang hilang tinggal tulang belulang, maka raja mengerahkan sisa pasukan yang menjaga para bangsawan dan pangeran mahkota adalah salah satunya dan terjadilah aksi penyelematan di bawah bulan merah, hah, aku sudah bosan membaca cerita seperti itu apalagi menontonnya atau memainkannya.
aku akan mengacaukan alurnya dan kubuat benar benar hancur, ini hadiahku untukmu author sialan yang membuat karakter figuran yang bahkan muncul cuma nama itupun saat sudah meninggal orangnya.
"tuan muda, marquess vanelton ingin bertemu dengan anda"
entah kenapa aku selalu menarik perhatian para pemain penting memang pesona raizell tidak bisa di patahkan walau dunia yang kutempati berubah.
"tuan muda apakah tuan muda tidak apa apa"
"tidak kenapa napa, mari temui dia"
dan disilah aku berakhir, berhadapan dengan kepala keluarga vanelton marquees vanelton dia menatapku dengan dingin dan kemudian mengalihkan pandangan kurasa dia menemuiku bukan untuk membahas masalah duke atau pun urusan lain yang melibatkan pekerjaan tapi dia ingin menemuiku untuk memastikan sesuatu, jika dia dari dimensi yang lain dan ingin mengetahui apakah aku juga sama sepertinya kurasa tidak, aku tidak pernah menunjukkan gelagat aneh yang menurut orang abad dua puluh tiga itu normal.
" tadi kau sungguh hebat bisa membuat para bangsawan menyetujui pengajuanmu lebih dari lima menit"
"kurasa apa yang aku ajukan sesuai fakta dan jika gagal kerugiannya sedikit, jadi tidak ada orang yang akan menolak ajuan masuk akal itu jika gagal rugi sedikit dan jika berhasil untung banyak"
"matamu apakah memang berwarna biru"
aku melupakannya walaupun dia penambang berlian paling sukses di kekaisaran dengan berlian legenda ataupun ataupun berlian yang menyimpan banyak mana di dalamnya, dia tidak bisa melupakannya putra yang dia bunuh karna kesalahpahaman dan konflik yang terjadi di keluarganya tatapan pasrah dari mata ungunya air matanya yang membasahi pipinya dengan darah di sekujur tubuhnya.
dia terus di hantui perasaan bersalah seperti kutukan, setelah di periksa oleh penyihir hebat ataupun saintess tidak ada kutukan melainkan rasa bersalah yang melampui batas karna itu yang menyebabkan dia selalu merasa di hantui.
menyedihkan sekali, kau membunuhnya tampa berkedip dan sekarang kau menyesalinya.
__ADS_1
tapi bisa ku mengerti, karna rumor baik suatu keluarga lebih penting di banding nyawa yang ada di keluarga tersebut sama seperti keluargaku di kehidupan sebelumnya, hanya karna aku anak haram yang lahir dari sebuah kesalahan mereka menyembunyikanku agar gelar keluarga sempurna tetap di tangan mereka, mereka takut rumor buruk akan menyebar dan berpengaruh kepada karir mereka saat aku lebih sukses dari anak anak mereka yang mereka banggakan mereka berusaha menghancurkanku secara perlahan dan mengakuiku sebagai putra yang ingin di sembunyikan identitasnya dan sukses dengan kemampuannya sendiri, waktu itu kurasa aku akan membunuhnya saat dia berkata seperti itu, entah disini ataupun disana semuanya sama saja, benar benar memuakkan.
"mataku memang berwarna biru, mungkin karna cahaya di dalam tenda tidak terlalu terang yang menyebabkan mataku jadi berwarna ungu"
"apakah sudah sering seperti itu"
"iya saat gelap mataku akan berwarna ungu seperti berlian"
"benarkah, entah saat gelap ataupun terang matamu selalu seperti berlian kurasa kau harus hati hati" dia meminum teh yang di sediakan.
"kenapa??" aku memerengkan sedikit kepalaku dan memakan kue yang ada di meja.
"karna kekaisaran tidak memperbolehkan mengubah warna mata dengan sihir, karna mata adalah lambang kejujuran dan matamu di dalam tenda ada perubahan jika bangsawan lain mengira kau memakai sihir, kau akan di aksekusi besok pagi di alun alun"
tidak perlu kau beri tau aku mengetahuinya, sebaiknya kau berhati hati dengan keluargamu sendiri karna istri dan anak angkatmu memakai sihir itu aku tidak masalah jika menggunakan sihir itu karna kakaku akan membelaku habis habisan walaupun aku sahalah.
"baik"
"sebaiknya kau yang menikmati perburuannya karna kurasa ini adalah perburuan terakhir keluarga vanelton"
"apa maksudmu???"
"sebaiknya kau juga berhati hati dengan istri dan putrimu karna mereka memakai sihir terlarang yang kau sebutkan"
dia menodongkan pisau kearahku, aku hanya bisa menyeringai untuk bisa mempropokasinya lebih lagi tampa kusadarI mataku kembali berwarna ungu karna efek samping transfer ingatan warna mata biru dan merah tercampur aduk, bukan karna pencahayaan tapi pencampuran ingatan.
pisau yang dia pegang terjatuh dan berlutut ke arahku dan menggumamkan kata maaf berkali kali harusnya tidak seperti ini lagI lagi cerita yang kusiapkan melenceng jauh dari alurnya, aku benar benar pusing sekarang apakah kemampuan manipulasiku tidak lagi bekerja tiba tiba kakaku mengangkatku dan membawaku jalan menjauh.
__ADS_1
"sebaiknya kau jauhi adikku, aku tidak tau kenapa kau berbuat seperti itu tapi ingatlah bangsawan rendah sepertimu sebaiknya jangan membuat harga dirimu juga rendah, dasar rendahan"
oh kakaku apakau tau marquees vanelton kekuatannya setara dengan duke walaupun gelarnya rendah, jika raja sekarang kompeten dia juga akan menaikkan pangkat marquees menjadi duke dan ka beberapa bulan lagi tambang berlian marquees akan menemukan berlian yang mana kekuatan sihir di dalamnya tidak dapat dI ukur dan dapat menyembuhkan segala macam penyakit,
"aneas, jika kau bertemu dengannya sebaiknya kau menjauh dia membunuh putranya hanya karna konflik dan kau sangat mirip dengan putranya bahkan kelakuanmu sama persis dengan putranya waktu dia seumuran denganmu, jangan pernah mendekatinya mengerti"
"baik Ka"
"baguslah dia sudah tiada, jika ada dua aku di dunia apalagi mirip maka hancurlah dunia yang Ku tempati sekarang inI"
"Ka bagaimana jika kita ke danau dan mamancing ikan"
"jika kau mengiginkan ikan aku akan menyuruh seseorang…
"Ka aku mau bermain dengan kaka…bolehya"
"baik baik"
karna besok malam adalah gerhana bulan merah, aku akan menabur garam di atas luka dan membuatnya ketakutan setengah mati, maafkan aku yang kejam kaka.
Kami bermain seharian dan begadang semalaman menjadi pusat perhatian para lady bangsawa, hari itu penuh tawa yang akan di gantikan air mata dan hari ini akan terjadi gerhana bulan merah yang paling menakutkan dan tercemarnya nama keluarga kekaisaran.
hari sudah sore dan bulan sudah akan menampakkan sinarnya, waktunya bekerja.
"raja api, pelindungku, kau tidak mabuk lagi kan aku membutuhkanmu sekarang"
"oI, manusia apakah kau akan melakukan sesutu berbahaya manusia itu lemah bisa mati karna luka kecil jadi sebaiknya kau tidak melakukannya ini, aku hanya menyarankan"
__ADS_1
"ada kau jadi aku tidak akan mati, Ka aku jalan jalan victor akan mengerjakan tugasmu temui aku di danau"
berteriak memang tidak sopan untuk bangsawan tapi aku adik yang biasa di manjakan jadi mungkin orang lain akan memakluminya.