
"silvana, apa yang di berikan duke agriche kepadamu??"
"kenapa??, bukankah kau yang membuang aneas lalu kenapa tiba tiba kau seakan akan berpura pura menjadi pahlawan dalam bayangannya dimana dia sudah tidak memperdulikanmu"
"itubukan urusanmu, kau tidak memiliki hak untuk mencapuri urusanku yang perlu kau tau kau hanya akan menjadi bayanganku kau tidak akan mempu untuk menjadi cahaya, dan yang harus kau lakukan kau hanya harus menurutI perintahku, dan aku perintahkan kau menjawap pertanyaanmu, berapa banyak yang duke agriche berikan kepadamu"
"beberapa tanah di kerajaan axian"
"apakau tau yang kau lakukan sekarang membahayakan aneas"
"lalu…aku melakukannya karna aku bayanganmu seperti katamu dan aku tidak mampu menjadi cahaya, lalu bukankah apa yang kulakukan tidak akan berpengaruh apapun kepadamu, dan haruskah aku mengingatkanmu bahwa kau membuangnya ke kediaman agriche dengan perjanjian ta seberapa yang bahkan sekarang ta berarti apa apa, kau menempatkannya di kandang srigala yang bisa saja memakannya tampa kau duga duga kau bilang kau menyayanginya tapi yang kau lakukan menunjukkan sebalikannya, apa karna matanya yang berwarna biru mengingatkanmu kepada raja terdahulu jadi kau tidak ingin melihatnya, sadarlah apa yang kau lakukan dulu dan sekarang akan membuatnya makin membencimu jika dia mengetahuinya"
"lalu…aku ta peduli jika dia membenciku tapi aku tidak akan membiarkannya terluka karnaku, karna kesalahanku"
"terserah kau saja apapun yang kau lakukan tidak akan merubah kenyataan bahwa kau salah dan tidak akan membuatmu memperbaiki sesuatu yang sudah kau rusak"
"silvana, maka dari itu jangan kau sebarkan berita bahwa dia adalah putra raja terdahulu"
"aku dibayar dan melakukan sesuatu, aku hidup untuk menjalankan perintah lalu menghasilkan banyak uang"
"aku akan membayarmu lebih dari itu maka jangan lakukan itu"
"kau cukup diam dan menyaksikan semuanya, aku bayanganmu semakin bersinar dirimu semakin kuat juga bayanganku tapi sekarang kau bukan cahayaku lagi kau hanyalah kakaku yang mati saat duke agriche sekarang membunuh seluruh keluarganya termasuk dirimu"
di tempat lain seseorang sedang menerka nerka apa yang akan terjadi nanti kedepannya.
"tuan muda,waktunya anda…"
"aku mau elf yang dibawa kakaku menjadi asisten ku"
__ADS_1
"tuan muda saya akan memberi tahu tuan duke tentang permintaan anda bisakah anda sekarang turun darI tempat tidur anda dan bersiap siap untuk pesta penutupan perburuan hutan malam, saya mohon…jika tuan muda terus menunda anda akan kehabisan banyak waktu, para penjahit dan pembuat perhiasan sudah menunggu anda dari tadi pagi"
"lalu…kau tinggal suruh masuk mereka ke kamarku dan biarkan aku memilih apa yang akan kupakai untuk pesta nanti malam, lalu selama aku memilih baju yang akan kupakai kau bisa menyampaikan permintaanku kepada kakaku"
"saya menyerah…saya akan menyuruh maid untuk mengantarkan mereka ke kamar tuan muda selama saya tidak ada tolong jangan berbuat semaunya, saya permisi"
setelah cella kaluar dari kamarku, aku berjalan menuju kamar mandi melelahkan melawan cella yang keras kepada dan terus memaksaku untuk mempersiapkan berbagaI dari jam tiga pagi hanya untuk acara yang bahkan dimulainya hampir jam sembilan malam.
" untuk acara yang bahkan di mulai hampir tengah malam dan aku harus bersiap sekarang, bahkan Ian tidak seberlebihan yang dilakukan cella sekarang"
aku memakai jubah bandiku dan menatap datar semua orang yang berada di kamarku, karna aku tidak mau berbasa basi aku langsung menanyakan dimana disain baju yang akan ku kenakan setelah aku melihat beberapa disain tidak kusangka lebih buruk dari bayanganku, karna ini dI zaman eropa kebayakan disain baju berwarna cerah dan kadang kala kombinasi warna yang di tunjukkan sangat tidak sesuai yang menyebabkan dari sudut pandangku terlihat menjijikan.
aku mulai merindukan Ian karna hanya dia yang tau apa yang kusuka dan tidak kusuka, apa yang kuperlukan tampa kuberi tahu dia menyiapkannya menghindari hal hal yang tidak kusukai, jika dipikir pikir aku selalu bergantung dengannya sampai duniaku seakan akan hampa tampanya ataupun bantuannya.
kukira dengan mencari penggantinya semuanya akan selesai tapi kenapa hatiku tidak menerima semua yang bersangkutan dengannya di gantikan, aku membenci perasaan ini karna merepotkan tapi ternyata itu adalah hal yang tidak bisa kuhindari.
aku mulai mengambil kuas dan tinta, aku menggambar disain dari disainer ternama yang memintaku menjadi model darI brand mereka, aku juga tidak masalah menjadi model mereka karna pakaian yang mereka buat terasa cocok dengan seleraku elegant namun juga menampilkan kesan ta tersentuh.
"tuan muda, warna hitam it…
"aku tidak menerima bantahan apapun, yang harus kau lakukan itu membuat pakaian untukku bukan mengomentari keputusanku"
"baik kami akan mengerjakannya sekarang, kami permisi"
"tunggu…jika tidak salah, kau yang bertugas untuk parfumku kan"
"un…untuk itu sa…yas…
"aku ingin kau membuatkanku parfum yang wanginya segar dan terkesan manis lalu kau harus menggunakan bunga sakura untuk membuatnya, aku tidak akan memakainya dan kau harus membuat ulang jika itu bukan bunga sakura"
__ADS_1
"tuan muda, kenapa harus bunga sakura???"
"karna sakura memiliki arti kenangan, harapan kebahagiaan, dan juga sebagai perpisahan, lalu aromanya aku menyukainya" aku tersenyum setelah mengatakannya aku tidak tau apa yang berada di pikiran orang lain tapi ada raut sendu dan seperti mengingat sesuatu yang tidak ingin dia ingat.
"saya usahakan tuan muda, wa…walaupun jika itu tidak sesuai harapan anda" matanya berkaca kaca.
"kau takut aku kecewa setelah tau hasilnya, kau takut melakukannya karna kau bukan siapa siapa, kau merasa cemas kau akan melakukan kesalahan tapi kau lupa fakta penting bahwa semakin kau takut aku kecewa semakin kau kacaukan hasilnya, membuat parfum bukan seberapa tinggi pangkatmu seberapa hebat pengetahuanmu tapi seberapa kau menyukainya karna jika kau menyukainya bukankah kau akan merasa bahagia jika kau melakukannya, lalu kau takut membuat kesalahan tapi rasa takut itulah yang membuatmu melakukan kesalahan jadI berhentilah berfikir hal hal yang belum pasti akan terjadi, hal hal yang akan menjatuhkan dirimu sendiri, hal hal yang membuatmu merasa terbebani, aku tidak tau siapa kamu ataupun namamu tapi satu hal yang kutau darimu kau itu terlalu berfikiran buruk yang menghambat perkembanganmu, benar bukan ??"
diam hanya itu yang dia tunjukkan karna merasa tidak mendapatkan jawaban maka aku yang akan memulai pembicaraan karna aku tidak memiliki banyak waktu untuk di buang sia sia hanya untuk menunggunya berbicara.
"aku tidak mengetahui apakah ini benar atau tidak, tapi aku pernah mendengar jika kau menginginkan hasil yang sempurna kau harus memiliki seseorang yang ingin kau dedikasikan"
dia mulai menatap mataku tapi langsung mengalihkan pandangan saat aku menatap balik dirinya.
"la…lalu ap…
"aku tidak tau karna aku tidak pernah berada di posisimu karna sepertinya tidak ada lagi yang kita bicarakan kau bisa pergi sekarang"
"baik, saya permisi tuan muda"
setelah dia keluar dari kamarku ta berselang lama cella memasuki kamarku dengan membawa roti mungkin untuk sarapanku, dia menaruhnya tepat di depanku karna aku juga sudah mulai lapar aku langsung memakannya setelah mencium aroma dari roti yang cella suguhkan karna saat aku sekali merasakan bahaya dari seseorang aku akan mencurigainya walaupun apa yang dia lakukan tulus untukku sampai dia mendedikasikan sesuatu yang membuatku kembali mempercayayinya.
" kaka menyetujuinya"
"benar tuan muda, elf itu sedang di bersihkan dan di sihir oleh para penyihir tingkat tinggi agar tidak melukai anda ataupun melakukan hal hal yang akan membahayakan anda dan mungkin akan selesai sekitar satu jam lagi"
"aku tidak membutuhakan apapun sekarang kau bisa pergi"
"permisi tuan muda" cella mengicapkan salam dan pergi begitu saja setelah membersikan alat makan, setelah cella pergi aku menuju jendela dan melihat pemandangan yang mungkin aku sudah bosan melihatnya, hari hari tampa kegiatan yang tidak pasti dan tidak ada teknologi semakin hari semakin bosan terkurung di ruangan mewah tampah membuatku hampir kehilangan akal.
__ADS_1
aku menantikan akademi bangsawan karna mungkin disana tidak hanya menjadi bentang pertahananku tapi juga membuatku bisa membuat masalah sesuka hatiku dengan jadwal padat yang menghujaniku, aku yang selalu sibuk di kehidupan ku sebelumnya sampai terbiasa membuat ulah setiap harinya dipindahkan ketubuh seseorang yang bahkan jika kerjanya tidur seharian tidak akan ada yang berani mengomentari kerjaannya dan itu membuatku bosan.