Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
kepura puraan yang terlihat jelas


__ADS_3

aku membaca berbagai buku tentangnya yang sangat mendeskripsikan seluruh kehidupan pribadinya yang jarang di ketahui orang, lembar demi lembar untuk menemukan petunjuk kubaca secara seksama ini sudah ke buku ke tiga mencari informasi sampai akhirnya otakku berputar dan menemukan jawaban dimana dirinya aku tersenyum secara paksa dan melempar buku yang kubaca secara sembarangan lalu berjalan keluar dari ruangan itu tampa menutup pintu seseorang yang mengikutiku sedari tadI berdiam diri dan kemudian kembali mengikutiku sedangkan peri yang berbicara denganku beberapa waktu lalu ingin nenghampiriku tapi dia urungkan karna dia tidak bisa meninggalkan ruangan ini karna sihir yang mengikatnya jadi dia hanya bisa melihatku menghilang di balik pintu sambil menatap cemas diriku.


sedangkan aku menuju ke sebuah labirin tempat terdalam akademi menghela nafas kasar dan memasuki labirin yang dinamai labirin pintu dimana seluruh labirin di penuhi dengan pintu yang berjejer rapi jika beruntung akan menemukan sebuah harta karun dan jika tidak maka akan menemukan sebuah monster aku berjalan mengikuti pola pola yang berada di surat perjanjian dimana aku menempelkan darahku disana.


aku tidak akan sadar jika tidak melihat peta keseluruhan akademi tepatnya tempat tempat penting di akademi yang berupa potongan potangan kertas yang ku gabungkan menjadi satu, pantas saja sejak awal tidak di katakan apapun mengenai pola itu yang membuatku mengira bahwa itu hanyalah pola sihir untuk mengikatku karna setelah aku menaruh darahku disana ada tato aneh di leherku dan ternyata adalah sebuah peta, aku memegang leherku yang mempunyaI tato sambil terus berjalan mengikuti peta yang di tunjukkan kepadaku.


aku berjalan cukup lama sebelum aku sampai dI depan pintu besar aku membukanya dan ternyata itu adalah sebuah Taman dengan berbagaI jenis tananman berjeher rapi dengan memperlihatkan seseorang yang sedang memangkas beberapa bunga rambutnya berwarna emas kecoklatan dengan mata hijaunya yang teduh mengingatkan ku pada seseorang yang sangat ku benci sekaligus ku sayangi, dia yang sangat sibuk sampai tidak menyadari keberadaanku membuatku duduk dengan sendirinya di sebuah kursi di taman tersebut.


Lima menit sudah berlalu dan dia baru menyadari keberadaanku.


"Hei, apa apaan kau!! siapa yang menyuruhmu masuk dan duduk??" dengan santai ku jawap "tidak ada" entah kenapa sepertinya aku memicu emosinya sampai dia berjalan dengan langkah besar dan menggebrak meja dengan cukup kesar hingga beberapa barang yang berada di atas meja terjatuh lalu dia duduk di depanku sambil menyilangkan kakinya.


"karna aku tidak memiliki keperluan lagi aku akan pergi sekarang" kataku setelah mendapatkan notifikasi bahwa aku sudah menyelesaikan tugasnya.


[ tuan, bisakah anda berpura pura kesulitan menyelesaikan tugas yang di berikan ini menjadi terasa membosankan ]


"aku tidak akan menyusahkan diriku sendiri, jika aku menemukan jawabannya kenapa aku harus berpura pura kesulitan"

__ADS_1


"duduklah, aku akan membuatkanmu teh chamomile" entahlah aku merasa sangat tidak sopan jika aku menolak karna aku sudah berlaku tidak sopan tadi dengan itu aku memutuskan aku akan duduk sebentar.


"seperti yang ku duga kau ternyata adalah ketua achlys, tapi kenapa kau datang kemari" dia menyeduhkan teh lalu mendorongnya perlahan ke arahku.


"untuk membuktikan bahwa surat kontrak yang ku berikan darahku adalah peta untuk menemuimu" dia menyerngitkan alisnya dan sedikit tertawa pelan.


"bukankah aku tidak pernah memberi tahu siapapun bahwa surat kontrak itu adalah kunci untuk menemuiku, jadi kenapa kau berfikir sampai ke sana"


"karna aku membaca banyak tentangmu seperti kebiasaan aku memposisikan diriku adalah dirimu, kau yang sepertinya sangat tertekan akan pekerjaan dan mulainya terbentuknya achlys karna mereka akan menjadi bayangan darimu lalu kau menyuruh seseorang membangun sebuah labirin dengan berbagai pintu yang akan membawa ke berbagai tempat berbeda dengan menggunakan peta yang hanya kau yang tau titik ketuarnya dari sana aku menduga bahwa kau berada di labirin apalagi dengan sesuatu yang ku kira adalah pola sihir ternyata jika di amati itu sangat mirip dengan pola peta"


"kau mengetahui bahwa hanya aku saja yang mengetahui peta itu lalu kenapa kau juga mengetahui peta dari labirin ini"


"apakau menggunakan uang akademi untuk itu"


"untuk apa aku memakai uang orang lain, walaupun memang akademi ini sepertinya lebih kaya dari keluargaku karna menampung Dana dari beberapa raja"


"kau bisa melakukannya karna kau ketua achlys"

__ADS_1


"aku juga pernah berfikir untuk menggunakannya beberapa waktu lalu tapi sampai sekarang aku tidak melakukannya karna terlalu sibuk mengurusi banyak hal dan juga seseorang mengajari untuk tidak mengambil milik orang lain tampa seizin pemiliknya" setelah itu aku memanum teh yang di buatkannya untukku rasanya hampir menyerupai buatan rian walaupun masih ada beberapa yang kurang.


"apakah rasanya buruk?"


"rasanya tidak buruk tapi kenangan yang berada di dalam rasa teh ini membuatku terasa sangat buruk, kau menggunakan dua sendok makan bunga chamomile yang dikeringkan atau empat sendok makan bunga chamomile segar untuk setiap cangkir teh, itu bukan yang kau gunakan sedangkan rasa chamomile yang sering ku minum itu menggunakan Lima sendok teh dan juga madu, kau bisa membaca beberapa buku untuk mengetahui manfaatnya karna seseorang yang membuatkan teh untukku selalu mengutamakan manfaatnya ketimbang rasa"


"sepertinya orang itu begitu peduli denganmu"


"dia tidak peduli denganku, itu hanyalah sebuah formalitas tampa rasa untuk meningkatkan kinerja kerjanya saja"


"tapi di bagian terdalam matamu kau terlihat merindukannya, ku akui kau seseorang yang pandai dalam mengelabui orang tentang sesuatu yang kau rasakan sekarang tapi untukku yang hidup lebih dari ribuan tahun tentu menyadarinya"


"terserah kau saja, aku memiliki beberapa urusan jadi aku akan pergi sekarang terima kasih atas jamuannya dan semoga harimu menyenangkan" aku pergi keluar dari labirin itu dan berjalan ta tentu arah karna sepertinya aku merasa tidak menyukai sesuatu, ataukah memang benar bahwa aku merindukannya.


"jangan pikirkan itu sekarang tenangkan dirimu itu hanyalah sebuah kata kata dan hanya akan menjadi kata kata jika aku berhenti memikirkannya"


sementara di labirin seseorang sedang menuangkan teh untuk dirinya sendiri dan menatap dalam mawar berwarna emas yang berada jauh di depannya yang kelopaknya mulai berjatuhan satu persatu lalu dia mengalihkan perhatiannya pada bunga di tangannya yang berwarna biru kehitaman tatapannya sendu seakan akan merindukan sesuatu.

__ADS_1


"dia sudah berada di sini untuk menyelesaikan semua yang kalian telah perbuat pada dunia ini, seperti katamu dia benar benar menderita sekarang karna kesalahanmu" suaranya bergetar air matanya jatuh begitu saja tampa pemberitahuan memberikaannya begitu banyak kecemasan dan juga sedikit perasaan lega akan dinding rindu yang terkikis dari dalam hatinya memberikan ruang untuk perasaan lain yang terkubur untuk perlahan menyelimuti seluruh hatinya.


__ADS_2