
setelah perbincangan malam itu komunikasiku dengan ron terasa semakin memburuk aku hanya bisa berpura pura tidak tau tentang itu dan memfokukan diri kepada pekerjaanku yang semakin menumpuk setiap semakin dekat dengan acara itu, ingin rasanya aku menghilangkan acara itu dari kegiatan akademi tapI tampa aku meminta kepada para profesor sudaj sangat jelas bahwa itu akan di tolak mentah mentah walaupun aku memintanya sambil bersujut sekalipun.
tiba tiba terlintas di ingatanku bahwa aku masih memiliki urusan dengan peri yang kutemui beberapa waktu yang lalu, mengetuk ngetuk pelan meja yang hampir tertimbun berkas berkas lalu terpikirlah satu cara yang akan meringankan pekerjaanku karna merasa rencana itu tidak memiliki masalah aku langsung mengambil jasku yang berada di salah satu kursi dan memakainya, saat aku berada di depan pintu aku berbalik menatap sebentar kearah Ron.
"aku pergi sebentar, jika ada sesuatu yang sangat penting kau bisa mencariku dI ruang harta" ucapku lalu kembali melanjutkan perjalananku akademi beberapa waktu ini terasa lebih ramai dari biasanya karna sepertinya mereka mempersiapkan acara itu.
beberapa orang menatapku dengan tatapan aneh aku mengetahui Arti tatapan itu, karna tinggi badanku yang sedikit lebih pendek dari mereka mereka mempertanyakan apakah aku benar benar akan berada di akademi ini membuatku sedikit kesal, coba saja umurku sedikit lebih tua dari mereka maka aku pasti akan lebih tinggi dari mereka.
terjebak dalam tubuh figuran yang mati bahkan sebelum awal cerita dengan tubuhnya yang menampung kekuatan besar yang tidak bisa dia bendung sampai membuatnya harus menahan rasa sakit dari kekuatannya sendiri, kau kira aku bisa memilih jika aku diberikan pilihan aku tentu tidak akan memilih tubuh ini sudah pendek, memiliki beberapa bekas Luka yang tidak bisa di hilangkan, memiliki warna mata yang sering berubah ubah yang membuatku khawatir sewaktu waktu ada orang yang mengira aku menggunakan sihir terlarang itu dan lagi lagi menemui kematian yang tidak kuinginkan, aku bukan orang yang serakah akan penampilan tapi tatapan kalian membuatku menginginkan lebih.
menghela nafas kasar berjalan santai Tampa memerdulikan tatapan itu lagi karna toh aku sudah biasa menerima itu semua dan aku ingin mengatakan aku sudah terbiasa tapi lagi lagi aku teringat dengan perkataan seseorang yang mengatakan "terbiasa bukan berarti tidak merasakan apapun" membuatku menghela nafas untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
"raizel tolong berhentilah memikirkan fisikmu yang sekarang, fisikmu tidak akan membantu apa apa saat kau mengalami kesulitan, fisikmu bukan bakat dan talenta jadi tidak apa apa kau memiliki sedikit kekurangan jangan jadikan dirimu seperti para bangsawan yang mengejar kesempurnaan padahal sudah sangat jelas bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, ayolah raizel ini bukan seperti dirimu acuhkan tatapan orang orang itu dan fokus pada tujuan mu, jika kau tidak menyukainya kau bisa membalasnya dengan lebih kejam dari apa yang mereka katakan," batinku terus menenangkan hatiku yang panas karna perkataan mereka, mau bagaimana pun di kehidupanku sebelumnya aku selalu di puji akan fisikku yang mendekati sempurna mendapatkan tatapan dan bisikan bisikan tidak mengenakkan dari orang lain tentu saja membuatku merasa tidak nyaman apalagi di kehidupanku sebelumnya aku mengutamakan fisikku lebih dari kesehatanku karna tuntutan pekerjaan.
aku mulai berfikir sekarang kenapa di kehidupankh sebelumnya aku rela menahan lapar hampir sepanjang hari, rela tidak memakan makanan berkalori tinggi, bangun pagi pagi dengan jam tidurku yang hanya beberapa jam, aku menderita karnanya sampai aku bergumam Tampa sadar.
"fisik yang sempurna tapi membuat ku merasakan pemderitaan itu untuk apa ku perjuangkan lagi" gumamku tampa sadar seseorang tidak sengaja mendengar perkataanku, Saat aku memasuki ruang harta perI itu dengan cepat menghampiriku sedikit terkejut aku dengan kedatangannya yang tiba tiba membuatku mendorongnya menjauh.
"apa yang bisa kau tawarkan untukku" tanyaku memulai negosiasi dengannya sedangkan dia yang mendengar perkataanku hanya bisa menunduk dan meremas baju yang dia kenakan lalu menatapku dengan tatapan memohon.
"pekerjaan kalian hanya memandu beberapa siswa baru dan menemani mereka selama berada di akademi kalian bebas memilih siapa yang akan kalian pandu dan bantu selama itu dalam hal yang berhubungan dalam akademi, seperti pembelajaran, saran dan peringatan atau pengingat hal hal yang bertolak belakang dengan peraturan di akademi dan itu adalah tugas kalian, kalian boleh berteman dengan para murid yang berada di akademi tidak ada larangan untuk kehidupan pribadi kalian, lalu syarat nya sangat mudah kalian akan di kembalikan ke asal kalian setiap pengujian para perwakilan dari siswa sampai dengan penerimaan mereka sekitar dua bulan, tidak ada yang perotes dengan ketentuan yang aku katakan lalu yang terakhir kalian akan bekerja selama akademi ini masih berdiri dalam artian jika akademi masih berdiri kalian akan bekerja selama sisa hidup kalian" mereka masih mendengarkan dan kemudian saling pandang sampai ada peri yang terkurung di dalam sangakar menyahuti perkataanku.
"dan aku mengingin kan selama dua bulan saat kami di perbolehkan pulang kami bisa kemanapun kami mau dengan perlindungan dari akademi lalu setiap bulan kami juga menerima gaji walaupun tidak sampai separuh darI gaji pekerja biasa terakhir kau tidak boleh mengurusi kehidupan pribadi kami dengan bayaran laporan setiap kegiatan orang yang akan kami bantu" ucapnya membuatku mendengarkan dengan sekasama permintaannya tidak merugikanku dan menguntungkannya walaupun hanya kehidupan pribadinya membuatku langsung menjawap.
__ADS_1
"boleh saja, tapi aku mau dua peri untuk membantuku dalam mengurus akademi selama aku masih menduduki posisi ketua achlys dan aku meminta perwakilan dari kalian untuk menandatangi perjanjian darah, jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan lalu perbincangan ini menjadi keputusan akhir" dia mengangguk butuh beberapa waktu untuk mencari sebuah surat dengan pola sihir pengikat di tumpukan harta yang menggunung lalu semuanya berakhir begitu saja tampa para peri bergeges keluar dari ruangan yang mengurung mereka dalam waktu yang tidak sebentar.
tinggalah aku dengannya peri yang sudah terbebas dari sangkar nya, dia manatapku dengan heran.
"padahal perjanjian ini tidak menguntungkanmu secara pribadi kenapa kau menyetujuinya"
"karna aku tidak perlu mengejar sebuah keuntungan yang hanya akan bertahan sebentar lalu hilang, dan perjanjian yang kau katakan tidak menguntungkan sama sekali itu benar benar sebuah kesalahan karna inti dari perjanjian ini yang lebih berharga dan akan abadI jika tidak ada yang merusaknya"
"apa itu??" aku hanya tertawa mendengar pertanyaannya dan tersenyum menatapnya lalu keluar dari ruang harta.
"kau tidak perlu mengetahui nya karna kau akan sangat kecewa jika kau mendengarnya" ucapku dengan Jujur karna sebenarnya aku menginginkan perjanjian ini karna aku ingin meminta bantuan ratu dari para peri untuk menjadikanku raja suatu saat nanti dengan alasan ini aku menyelamatkan putrinya.
__ADS_1