Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
para malaikat yang kehilangan sayap mereka


__ADS_3

suara teriakan seseorang yang memekikkan telinga bergema hingga menghentikan aktifitas seluruh orang yang mendengarnya, ingin menghampiri asal suara namun urung saat mengetahui bahwa suara itu berasal dari ruangan ketua achlys.


para profesor yang sedang dalam penelitian juga menghentikan penelitian mereka dan menghampiri ruang ketua achlys yang Baru saja di nobatkan.


"buka pintunya" mendengar hal itu Ronald asisten pribadi aneas tidak bergeming dan berdiri dI depan pintu untuk menghalangi para profesor yang mencoba untuk menerobos masuk.


"ini adalah printah tuan bahwa tidak ada yang bisa memasuki ruangan ini sebelum mendapatkan ijin darinya" berdecak kesar Salah satu profesor berdiri di tepat di hadapan Ronald yang hanya diam.


"ini bukan urusan andak profesor Delia dan jika anda memiliki banyak waktu untuk mengurusi urusan tuan saya sebaiknya anda pergunakaan waktu itu untuk diri anda sendiri bukan membaginya dengan mengurusi urusan tuan saya" profesor Delia yang mendengar itu hanya bisa mendecakkan bibirnya kesal.


"setidak berikan alasan kenapa tua…" belum selesai profesor Delia berbicara Ronald dengan santainya Ronald membalasnya dengan kata kata yang serupa sampai beberapa kali yang membuat profesor Delia murka ingin menyerang Ronald dengan sihir kegelapan miliknya tapi urung saat pintu terbuka menampilkan aneas dengan pakaian formal miliknya yang merupakan simbol ketua achlys.


"apapun yang tidak memiliki hubungan dengan kalian itu bukan urusan kalian jadi berhentilah mengurusinya" aneas ingin melangkah pergi tapi langkahnya dihentikan oleh seorang penjaga yang menodongkan pedang tepat dilehernya, ta mau kalah Ronald juga melakukan hal yang sama dengan menodongkan anak panahnya kepada seseorang yang berani menodongkan pedang kepada tuannya.


aneas yang menyadari bahwa situasi semakin memanas hanya mengangkat tangannya untuk meminta Ronald menurunkan busur dan anak panah yang ia genggam di tangannya.


"sepertinya kau memiliki banyak waktu untuk mengurusi kehidupanku profesor Norbert" aneas berkata dengan nada dingin yang membuat semua orang terdiam seketika, termasuk dengan Ronald yang tidak menyangka bahwa tuannya mengeluarkan aura intimidasi semenakutkan ini.


"Ron sudah mengatakan bahwa jangan mencampuri urusan orang lain bukan, mengartilah bahwa sekali kau menyelam kau tidak akan menemukan daratan" setelah aneas mengatakan hal itu ia berlalu pergi ingin mengakhiri semuanya secapat yang ia bisa karna perasaan menusuk yang seakan akan mendorongnya untuk menunjukkan sisi terlemah dirinya.


"jika sudah mengerti saya permisi" Ron dengan cepat menutup pintu dengan bau amis yang menyengat yang dia yakini tuannya menyakiti dirinya sendiri untuk beberapa alasan, bersama dengannya tuannya yang selalu berpura pura menjadiakan Ron hapal bahkan mengerti dengan kelakuan tuannya tapi bukan berarti Ron mengatahui alasan tuannya melakukan hal itu.

__ADS_1


----------------


di labirin sejuta pintu setelah mendengar suara teriakan itu membuat seseorang terdiam temenung dalam diamnnya menatap lekat kepada bunga mawar biru yang berada di dalam sangkar yang mana kelopaknya berjatuhan tapi setelah terjatuh kelopak itu menghilang menjadi abu.


" sudah waktunya, Michael" ucapnya kepada seseorang yang dengan tenang meminum teh dengan pandangan menatap ke arah tananh dengan pikiran yang tidak bisa ia kendalikan.


seseorang yang dipanggil Michael hanya mengangguk dan menaruh tehnya dimeja di depannya.


"selama dia tidak mengingat apapun dengan tragedy itu aku tidak akan bertindak, dan sebelum ia memberikanku perintah aku hanya akan diam dan menyaksikan semuanya" setelah mengatakan itu ia baru benar benar memusatkan atensinya kepada seseorang degan rambut pirang mata zamrud didepannya yang sekarang adalah kepala sekolah dari akademi paling bergengsi di empat kerajaan termasuk benua terlarang.


Aiden sang penengah pahlawan misterius yang menghilang setelah menyelesaikan permasalahan Lima kerajaan dengan mendirikan sebuah akademi sebagai inti perjanjian.


"kau juga bagian dari mereka para malaikat yang kehilangan sayapnya, lalu apa…tidak ada yang terjadi dan semuanya baik baik saja bukan" Aiden yang mendengar penuturan dari krang di depannya yang menggeleng dan menatap lekat kepada bunga mawar yang berada di sampingnya.


"manusia yang baru dilahirkan adalah seorang malaikat dan saat dia memahami dunia lalu melakukan kejahatan tapI dia menebus kejahatannya bisa dibilang sekarang aku berada di posisi itu… aku melakukan kesalahan layaknya manusia jadi sekarang aku tidak berbeda dengan mereka"Michael hanya mengangguk walaupun tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh orang di depannya, mengetahui itu Aiden yang hanya melirik wajah datar dengan mata yang seakan akan meminta jawaban terkekeh pelan.


"untuk ukuran seseorang yang bahkan sudah hidup lebih dari 100.000 tahun kau sepertinya hanya bermalas malasan hingga tidak mengerti hal itu" Michael yang mendengar hal itu mengambil satu kelopak bunga yang terbang terbawa angin ke arahnya.


"aku tidak ingin mengatahui sesuatu yang akan menyakitiku"


"hidup dengan Luka dan kau tidak belajar apapun darinya, seberapa besar kebohongan yang telah kau lakukan"

__ADS_1


"manusia adalah mahluk hebat yang belajar darI Luka dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri lalu lepas dari belenggu masa lalu yang menghantui mereka lalu kenapa kau tidak belajar seperti itu"


"belajar menjadi mereka yang rakus akan kekuasaan dan menghancur…"


"tidak ada sesuatu yang benar benar baik dan tidak ada seseuatu yang benar benar buruk, termasuk tuanmu kau hanya harus belajar menjadi baik dan lebih baik"


"aku akan pergi sekarang, karna sepertinya topik ini semakin melenceng Kita sedang membahas malaikat yang kehilangan kekuasaan yang dalam artian sayap mereka dan kau salah satunya yaitu kau bagian dari mereka akibat perang ribuan tahun lalu tujuh malaikat kehilangan sayap mereka yang menyebabkan benua benua terpecah belah dan hampir hancur"


"aku mengingatnya tidak perlu kau katakan" Michael yang memiliki kepekaan tinggi bahwa topik yang akan semakin membuat jengkel jika dilanjutkan memilih berubah menjadi gagak dan mengamati keadaan tuannya.


"sebenarnya sejak kapan semuanya berubah…Salah, semuanya tetap sama memberikan Luka lalu mengobatinya dengan detik waktu tampa henti setelah membaik lalu kejadian serupa kembali terulang dengan mengupas Luka lama dan menaburinya dengan garam"


"apakah ini sebuah hukuman, jika ini adalah hukuman maka berarti ini sudah melebihi kata keterlaluan"


"jika ini adalah sebuah bercandaan maka ini tidaklah lucu untuk di tertawakan"


"jika ini adalah sebuah permainan maka yang memainkannya harus diberi pelajaran karna menganggap penderitaanku selama ini sebatas hiburan" kata Aiden sambil terus menatap langit cerah seakan akan tidak menunjukkan sedikit celahpun untuk memberitahu seluruh penghuni dunia ini bahwa langit itu dulunya hampir runtuh.


"semuanya tidak akan berakhir sebelum kau menjadi abu Aiden" seseorang yang sedari tadi mengamati kini berdiri di belakang Aiden yang dengan santainya meminum teh dingin yang berada di depannya.


"karna malaikat aizel dan iblis anera akan terus seperti itu menerima hukuman dari apa yang mereka lakukan"

__ADS_1


__ADS_2