
banyak kata yang telah kuucapkan dan kata aku mencintaimu dengan tulus masih canggung kulakukan tapI tetap kulakukan dengan paksaan keadaan, aku memang aktor hebat yang berhasil menghasilkan ribuan penghargaan dan berada di puncak tertinggi dunia hiburan mengucapkan kata kata yang akan membuat orang lain luluh lalu menyadarkannya bahwa itu hanyalah dialog, aku sepertI penipu mungkin karna itu aku aku ditolak untuk memasuki surga lalu di tidak bisa memasuki neraka karna dosaku melampui kapasitas, salahkan parasku yang melebihi kualitas dunia.
"tuan sadar, Anda tidak bisa memuji diri anda terlalu sering karna nanti akan menyebabkan kekecewaan yang mendalam"
"kau merusak suasana"
"aku tidak merusaknya hanya mengembalikan Anda ke kenyataan"
"terserah, aku tidak menyukai orang cerewet berada di sisiku kau boleh berkomentar tapi seadanya dan menuruti perintahku lalu bertindak lebih awal dari keinginanku"
"itu membutuhkan waktu yang lama tuan muda"
"waktu bukankah kau hanya memiliki itu sekarang di hidupmu"
"saya diam, berbicara dengan tuan membutuhkan tenaga yang lebih banyak dari yang saya kira"
"Hei aku mendengarkanmu"
"Saya tau tuan, jadi apa yang akan tuan rencanakan untuk acara pesta penutup dengan sikap tuan yang tidak akan pernah diam di dalam ketenangan tuan pasti akan berulah"
"kau tidak perlu mengetahui sesuatu yang tidak perlu kau ketahui, bersikaplah biasa saja lalu ikuti alurnya"
kereta yang membawa kami sudah tiba di istana kekaisaran walaupun ada rencana dadakan dan sedikit kendala tapi untung saja aku tidak merombak ulang lagi rencanaku karna itu sangat merepotkan, setelah nama kami desebutkan kamI memasuki aula dengan menjadi pusat perhatian suasana sunyi sebelum kembali sedikit ribut karna para bangsawan harus menjaga etika mereka tidak bisa mertindak seenaknya, aku menyukainya karna aku tidak perlu cemas akan seseorang yang berlari memelukku atau semacamnya.
kakaku tidak menghadiri acara seperti ini lalu untuk sekedar penghormatan aku sebagai adiknya menggantikan kakaku dengan tujuan tertentu tentunya lalu sebelum keberangkatanku aku menemui beberapa masalah dengan asisten kakaku mulutnya seperti belut sangat susah untuk ku pegang, mencoba menjatuhkanku dengan halus Aku sudah bosan menemui trik semacam itu seakan akan trik itu di buat khusus untukku seakan akan tidak ada cara lain untuk menjatuhkanku.
membuatku bosan bermain dengan cara berfikir yang biasa.
lalu sekarang aku terkurung di antara bangsawan yang terus memintaku untuk berbicara dengan mereka mereka sepertI lalat penganggu aku bisa saja meninggalkan mereka tapi itu tidak akan pernah berdampak baik untuk kedepannya lalu aku hanya bisa menjawap mereka seadanya karna bangsawan akan bergosip jika aku menjawap biasa biasa saja maka aku sedikit menambahkan bumbu bumbu yang membuat perkataanku sedikit kesan berharga tampa menjatuhkan harga diriku, lalu menegaskan bahwa pangkatku lebih tinggi dari mereka secara transparan yang hanya akan disadari oleh beberapa orang yang mendengar ucapanku, sebagai bangsawan aku tidak di perbolehkan menunjukkan secara terang terangan sesuatu seperti tujuan asli sama dengan kehidupan ku dulu aku tidak diperbolehkan menunjukkan sifat asliku dan di setiap panggung yang aku naiki aku harus berperan sesuai dengan peran yang di tentukan untukku.
__ADS_1
***ting
[ misi khusus : buat salah satu pangeran dan putri raja tunduk kepadamu
tingkat kesulitan: S+
hadiah: 1000 koin dan 100 poin
batas waktu: pasta penutupan berakhir ]
Aku menatap datar layar dI depanku walaupun sudah kuduga akan ada misi jika aku berada di sekitar pemeran penting tapi tidak kusangka misi yang di berikan kelas S, kacau aku juga harus menjalankan rencanaku mengerjakan keduanya sekaligus akan membuatku kelelahah lalu kenapa juga misi yang di berikan seperti selalu berhubungan dengan yang namanya perasaan sudah menjadi rahasia umum jika perasaan manusia itu rumit salah sedikit saja semuanya akan menjadi lebih buruk bahkan untukku yang selalu bermain dengan perasaan orang lain harus berhati hati melakukannya.
putra dan putrI raja aku tidak bisa memainkannya sembarangan sebelum aku benar benar sudah mandapatkan prisai yang kuat dan tidak akan menusukku.
setelah sekian lama aku akhirnya bisa bebes lalu sekarang aku sedang berada di sebuah taman dimana tempat ini jauh dari tempat pesta penutupan itu diadakan membuatku bisa bernafas lega untuk beberapa saat sebelum seseorang menabrakku lalu membawaku bersembunyi di samping ribuan bunga bunga yang tersusun rapi sampai bisa menyembunyikan kami, Aku ingin memarahinya karna sudah berani membuatku tiarap di rumput tapi suaraku tidak keluar seberusaha apapun untuk berbicara seakan akan suaraku menyatu dengan udara, karna aku tidak mau ambil pusing aku membalikkan tubuhku lalu menjadikan salah satu tanganku sebagai bantal protes juga percuma suaraku sepertinya benar benar habis karna menghadapi bangsawan bangsawan itu dan biasanya akan sembuh sendiri kurasa tidak masalah.
"manamu sangat banyak sampai terasa bisa menyatu dengan alam, apakah kau bisa memakai sihir" aku masih menatapnya tapi tidak menjawap pertanyaannya.
"aku iri denganmu yang memiliki banyak mana aku seorang penyihir tapi aku tidak memiliki banyak nama lalu kau yang bahkan tidak bisa menggunakan sihir memiliki banyak sekali mana, aku bercita cita menjadi mage terkuat di Lima benua tapi karna manaku terbatas harapanku harus pupus lalu aku pernah membaca sebuah buku yang menceritakan tentang sebuah hewan legenda yang akan membuat manaku bertambah ke titik dimana Itu tidak akan terbatas jika aku berhasil membuatnya mengakui bahwa aku adalah tuannya lalu aku meneliti semua tentang mereka, tapi aku tidak memberikan petunjuk apapun kepadaku dan kau tau jika aku diberi satu kesempatan untuk mendapat satu pengakuan dari mereka semua aku sangat mengingunkan blue flame of the death" aku mendengarkan dia berbicara aku menatap langit dengan tatapan kosong, aku pernah berada di posisinya menginginkan sesuatu yang mustahil kugapai dengan senyuman lebar seolah olah aku akan mendapatkan semuanya tapi kenyataan selalu menjatuhkan ku kedalam jurang.
Dia terus berbicara sepertI aku akan menjawapnya aku terdiam tidak berbicara tidak melakukan apapun yang kulakukan hanya mendengarkan aku mencoba bersuara walaupun suara yang kukeluarkan seperti gumaman itu sangat cukup untuk berbicara dengannya.
"dunia nyata tidak akan berjalan sesuai dengan yang kau harapkan ada banyak tantangan yang harus kau lalui berharap akan keajaiban akan kuberi tahu kau satu fakta keajaiban itu adalah sebuah kebetulan yang di salah artikan sebagai sebuah ajaiban, berhentilah bermimpi untuk menjadikannya blue flame of the death sebagai hewan magismu karna sekarang aku adalah tuannya yang baru entah itu kau suka atau tidak lalu kau sangat menyebalkan" entah sihir darimana suaraku bertambah keras di setiap kata yang kuucapkan.
dia diam di matanya terlihat jelas dia menuntut penjelasan.
"kau bisa bermimpi sesukamu kau bisa berharap semua itu akan terjadi di dalam hidupmu suatu saat nanti tapi kenapa kau sangat menjengkelkan karna kau tidak mengetahui apapun, ketidak tahuan mulah yang membuatmu menjengkelkan"
"aku tau batasanku bahwa aku tidak akan bisa menjadi sesuatu yang kuimpikan apakah salah jika aku berusaha menjadikannya nyata setidaknya aku sudah berusaha lalu jika aku gagal setidaknya aku tau bahwa diam juga tidak berguna" aku benggertakkan gigiku sebenarnya ada apa dengan manusia bodoh di depanku ini, aku menghela nafas angin berhembus saakan akan mereka ingin menghapus semua amarahku, aku menatap tajam ke arah matanya.
__ADS_1
"kau tau potensi manusia tidak pernah ada batasnya tapi manusia sendirilah yang menentukan batasan batasan untuk dirinya sendiri, banyak cara untuk menjadi mage hebat walaupun manamu sedikit tapi kau bodoh jadi kau tidak menyadarinya itu seperti kau menunggu pintu yang terkunci untuk terbuka untuk masuk padahal jelas jelas ada jendela yang terbuka lebar di sebelahnya, kuharap kau tau maksudku aku tidak akan mengatakan lebih jelas dari pada ini maaf telah mengatanmu menjengkelkan dan sempat terbawa emosi karna kau mengingatkanku dengan diriku yang tidak ingin ku ingat, teruslah bermimpi karna bermimpi menurutku seperti bernafas lalu ingatlah batasan dimana kau harus berhenti sebelum kau menghancur atau dihancurkan oleh mimpi mu itu"
"menghancurkan atau dihancurkan apakah mimpi semenyeramkan itu"
"entahlah…itu tergantung dengan seseorang yang memimpikannya"
"boleh ku tau siapa namamu"
"rai…aneas agriche aku mempunyai kejutan untukmu tapi berjanjilah kau akan berlari sejauh mungkin"
"aku berjanji"
aku membakar seluruh bunga yang berada di taman tapi tidak sampai menghanguskannya mengarahkan tanganku kelangit lalu muncul ribuan kembang api yang memenuhi langit.
"'pernah melihatnya??" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku.
"tidak"
"aku pergi selamat tinggal" aku berlari lalu menghilang termakan gelapnya malam meninggalkan bekas kenangan yang mungkin akan berakhir buruk untuk dirinya sendiri.
"kaka kau mendengarnya"
"tentu ziel tapi Kita harus berlari sekarang sesuai janjimu padanya pemilik baru blue flame of death, apakau tidak sedih salah satu hewan impianmu menemukan pemiliknya"
"jika itu dia kurasa aku tidak masalah tapi jika itu orang lain kurasa aku akan merebut paksa"
[ mission complete ]
"eh, kapan aku melakukannya sudahlah karna misi sudah selesai dan cella kurasa sudah melakukan apa yang kusuruh saatnya beristirahat dan bersiap siap besok adalah waktunya sesuai dengan yang kurencanakan"
__ADS_1