
setelah semuanya selesai hari semakin mendekati acara itu membuatku sedikit kewalahan mengurusi banyak berkas yang terus berdatangan apalagi dengan aku yang harus mengurus semuanya sendirian lalu ron aku hanya menyuruhnya untuk pergi kebeberapa tempat untuk urusan yang harus diselesaikan.
dua peri yang bekerja untuk mengatur berkas berkas penting yang harus kuselesaikan secepatnya sukarang sudah terbaring lemah di gunungan kertas, aku meminum teh yang sudah dingin berbalik dan menatap pemandangan diluar para pekerja sudah mulai membangun bangunan yang akan digunakan untuk club mereka.
aku bisa menghela nafas lega tapi tiba tiba suara ketukan pintu terdengar aku mengarahkan mataku kearah pintu lalu menatap salah satu peri yang sedang bersandar di tempat duduk dia yang mengerti langsung membukakan pintu, merasakan tidak ada perbincangan aku menoleh kebelang tapi hanya terlihat peri yang membukakan pintu terdiam dengan tubuh yang sedikit bergetar.
aku menaruh gelas teh dan berjalan mendekati pintu menyingkirkannya yang mencoba menghalangi ganggang pintu agar aku tidak membukanya tapi sia sia aku adalah manusia dan dia adalah peri yang bahkan ukurannya tidak sampai tiga puluh cm kubuka pintu yang tertutup aku tidak melihat apapun selain orang orang yang berlalu lalang lalu kututup kembalI pintu itu lalu menatapnya yang semakin bergetar sambil terus menatap satu titik.
aku mengikuti arah pandangannya dan ternyata sudah ada seseorang yang duduk di kursi ku aku melirik peri itu sebentar lalu tampa apa apun aku duduk di kursi tamu tidak berbicara ataupun menatapnya memaksanya untuk duduk dihadapanku bukan duduk dikursiku, dia tersenyum simpul lalu duduk didepanku dengan kaki yang dia silangkan sama seperti diriku untuk beberapa saat kami saling tatap.
"bisa jelaskan?!, aku tidak mempunyai waktu banyak untuk beristirahat apalagi menemui tamu yang tidak membuat janji denganku terlrbih dahulu" ucapku membuatnya mengalihkan pandangannya dariku.
"mohon maaf karna kelancangan saya yang datang secara tiba tiba, saya adalah perwakilan dari pasukan perlindungan akademi keadaan kami sedang sangat kacau sekarang karna tidak ada yang memimpin kami " mendengar ucapannya aku hanya bisa menutup mataku dan pasrah dengan pekerjaanku yang akan bertambah, lalu merutuki diriku sendiri bagaimana bisa aku melupakan mereka yang kacau jika tidak ada pemimpin.
"aku akan mengurusnya sekarang, Luna sampaikan kepada Olea jika dia sudah bangun tolong antarkan berkas berkas yang sudah selesai kepada para pengurusnya masing masing dan untukmu Luna aku akan pergi jika ada berkas berkas penting kau bisa memanggilku dengan Batu sihir tapi jika masih bisa kau kerjakan jangan pernah berfikir untuk melakukannya" dia masih terlihat bergetar ketakutan tapi matanya tidak pernah lepas melihat lelaki di depanku inI.
aku memijat mijat mataku sambil berjalan menuju sebuah lapangan dimana lapangan itu adalah tempat pelatihan untuk para penjaga sekaligus arena bertarung untuk para murid yang mengajukan surat tantangan.
di akademi ini memiliki satu aturan tambahan yaitu jika seseorang menginginkan sesuatu tapI selalu gagal orang itu diperbolehkan untuk menantang orang itu dengan imbalan sesuatu yang dia ingunkan tapi jika dia kalah dia harus menuruti satu permintaan dari pemenang, lalu arena itu selalu dipakai setiap harI karna banyaknya permintaan yang tidak masuk akal yang harus dipenuhi oleh ketua achlys karta keteledoran ketua achlys sebelumnya menjadikan kekuatan adalah hal utama dalam akademi ini dan peraturan ini ingin kuhilangkan karna benar benar mengangguku.
__ADS_1
dia yang mengikutiku dari belakang terus menatapku dengan tajam, enatah kenapa aku merasa seseorang selalu menatap tajam ke arahku padahal aku tidak melakukan apapun yang merugikan mereka, saat aku berada di lapangan itu sungguh sangat kacau padahal mereka tidak memiliki pemimpin hanya beberapa hari dan belum sampai seminggu.
aku menaiku panggung yang nerada di tengah tengah tapangan yang selalu menjadi era pertarungan menatap kekacauan yang sedang berlangsung di depan mataku dimana peralatan latihan berceceran dimana mana, pedang beberapa alat yang dapat melukai tersebar tampa memperdulikan jika seseorang akan terluka dan artefacts yang berguna untuk menyembuhkan Luka tidak dihidupkan menjadikan lapangan ini berbahaya, apalagI dengan beberapa hewan magis yang dilepaskan bagitu saja lalu semakin membuat kacau sedangkan para pelindung yang harusnya bertugas menjaga akademi sedang tertidur dengan beberapa botol alkohol disisi mereka.
berbicara dengan perlahan mengaktifkan mana untuk menjaga gelombang suara karna dengan mengetahui bahwa telinga dapat mendengar ketika gelombang suara melintasi udara dan masuk ke gendang telinga, melintasi telinga tengah, telinga dalam, dan akhirnya ke pusat pendengaran di otak jadi aku tinggal membuat udara yang dilewati gelombang suara setipis mungkin dan mengarahkannya ke satu titik agar suara yang terdengar merata dan tidak menyebabkan kebisingan.
"apakah kalian sudah cukup bersenang senangnya" melihat mereka merespon dengan membuka matanya aku mengalihkan pandanganku ke arah seseorang yang sedari tadi mengamatiku lalu kembali memisatkan perhatianku kepada tumpukan botol botol alkohol dan mereka yang mencoba untuk menutup matanya kembali.
"aku tidak memiliki banyak kesabaran untuk kalian yang meninggalkan tugas dan beristirahat tampa seizinku" aku melakukan hal yang sama tapi dengan folume suara yang sedikit meninggi memperbesar gelombang suara agar terdengar seperti teriakan di telinga mereka, sebenarnya sangat sulit mengatur gelombang dengan udara karna sekali aku salah gelombang itu akan kacau membuatku benar benar memfokuskan diriku sendiri di titik paling tinggi.
mereka membuka mata mereka dan melihat ke satu arah yaitu tempatku berdiri awalnya mereka heran kenapa ada seseorang yang berdiri di arena pertarungan apakah akan ada duel itu pikir mereka mereka kembali memberingkan diri mereka membuatku semakin menatap datar ke arah mereka yang seperti menganggapku angin lalu padahal aku sedang sangat sibuk sibuknya.
"kenapa, ingin menyuruhku apa lagi bukankah sudah kubilang bahwa tugasmu itu bukan urusanku" aku berbalik manatapnya yang sepertinya baru saja menceburkan dirinya sendiri ke lumpur karna terlihat sangat jelas sekali dari pakaian nya yang kotor.
"suruh mereka membersihkan semua kekacauan ini tampa menggunakan sihir apapun lalu awasi mereka batas waktunya sampai tengah malam tepat jam duabelas lewat nol dan jika lewat satu detik saja kau boleh menghukum mereka sesukamu, aku akan kekerajaan manusia setengah ikan atau apalah namanya itu selama sehari jadi urus saja mereka"ucapku lalu meninggalkan mereka tapI sebelum aku benar benar meninggalkan lapangan dia berteriak kepadaku.
"ginevra sebuah kota di pusat kerajaan okeanos jangan lupa mendantanginya" aku hanya mendengarkannya dan memikirkan ginevra yang memiliki Arti gelombang putih atau bayangan putih dalam dengan okeanos yang berarti lautan, lebih tepatnya aku lebih memikirkan kota ginevra yang namanya terasa tidak asing lagi di telingaku.
merasa itu tidak penting aku tidak memikirkannya lebih lagI dan lebih mempokuskan diriku kepada kerajaan okeanos yang memintaku untuk datang entah apa alasan mereka mengajukan permintaan itu sampai aku tidak mampu untuk menolak mereka padahal pekerjaanku sedang menumpuk seperti pegunungan yang berakhir aku juga yang akan kerepotan.
__ADS_1
"Ron kita akan pergi ke kerajaan manusia ikan besok pagi persiapkan, untuk kalian berdua jika benar benar mendesak kalian bisa menghubungiku kalian tidak diperbolehkan untuk mengacaukan atau menyetujui sesuatu yang menurut kalian sangat penting"
"sistem kau tau kan aku membenci lautan buat lautnya kering saat aku berada di sana"
[ maaf tuan walaupun itu bukan hal yang mustahil tapi itu benar benar akan merugikan penduduk disana]
"tapi aku benar benar tidak ingin melihat laut untuk sekarang atau bisa untuk selamanya"
[ Saya akan mencarikan anda alternative lain yang tidak merugikan pihak manapun, dan tolong perbaiki sifat egois anda yang sepertinya mulai berlebihan karna seorang pemimpin tidak diperbolehkan untuk memiliki sifat itu karna akan berdampak buruk kepada bawahan anda sendiri ]
"ucapannya sedikit ada benarnya karna aku seorang ketua aku harus selalu mengutamakan bawahanku tidak peduli aku nyaman atau tidak aku harus memikirkan diriku sendiri di posisi ketika setelah bawahanku, situasi, lalu diriku sendiri"
"merepotkan, egois adalah sifat alami manusia yang tidak bisa dihilangkan itu hal wajar tapi kenapa aku seakan akan harus menghilangkan sifat buruk dalam diriku sendiri" gumamku.
...****************...
note : ada yang punya alasan lebih logis mengenai suara karna sepertinya alasanku itu kurang logis dan ga bisa diterima menurtku
kolo ada tolong komen ya
__ADS_1
😄😄😄