
"tuan muda, elf yang akan menjadi asisten anda…
"bawa dia kemari, aku mau dia memakai jas biru malam tidak menerima bantahan"
"hah, baik tuan muda"
ta berselang lama cella memasuki kamarku dengan elf yang mengikutinya tidak ada yang berubah darinya tapi atensiku langsung teralihkan pada kalung di lehernya aku langsung menoleh ke arah kotak yang di berikan cella beberapa waktu lalu yang memiliki pola yang sama dengan kalung yang dia pakai.
"jadi elf Siapa namamu"
"Ronald"
"aku ingin kau mengetahui semua tentangku dalam waktu sesingkat mungkin, hal hal dasar yang perlu kau ketahui aku menyukai suhu yang sejuk, aku membenci sesuatu yang membuatku repot, aku tidak menyukai seseorang menggangguku di saat aku sedang merasa senang lalu aku tidak menyukaI orang lain membangunkanku saat aku tertidur, aku akan bangun jam Lima pagi setiap harinya, aku menyukai sesuatu yang manis karna aku menyukai sesuatu yang manis aku mau kau mengatur makanan manis yang ku konsumsi setiap harinya dan aku ingin kau sekalian mengatur jadwal olah raga untuku, aku menyukai Teh karna banyak manfaatnya dan aku ingin kau menyajikan tehku sesuai dengan manfaat dan kondisi yang kualami dan aku tidak menyukai Teh hitam walaupun banyak manfaatnya aku tidak bisa montoliransi warnanya, lalu aku tidak menyukai tempat yang ramai apalagi penuh dengan orang munafik sebisa mungkin jika aku harus terpaksa berada di sana kau harus melakukan sesuatu agar aku tidak banyak bersosialisasi disana aku tidak menyukai seseorang yang tidak mau berjuang untuk sesuati yang ingin dia capai, aku tidak menyukai seseorang yang merasa dirinya rendah hanya karna suatu alasan, aku tidak menyukai seseorang yang tidak memperdulikan dirinya sendiri karna omongan orang, aku tidak menyukai seseorang yang rela merendahkan harga dirinya sediri karna orang lain, aku tidak menyukai orang yang menangis hanya karna dia merasa semuanya hilang, aku tidak menyukai orang yang putus asa seakan akan dirinya kehilang segalanya dan aku tidak menyukai seseorang yang merasa bahwa dia spesial dan berharga karna itu menjengkelkan untukku, aku tidak akan mengulang kata kataku tadi kuharap kau paham aku mau minum Teh buatkan aku Teh"
"tapi aku tidak bisa mengingat semuanya"
"lalu kau mau aku mengulang semua yang ku katakan tadi, aku haus dan aku teh buatkan sekarang"
"kau pengulang perkataanmu jadi kau pasti bisa mengulang semua perkataanmu"
"buatkan, CELLA!!! ajari dia"
"baik tuan muda" setelah mengatakan itu cella menyeret keluar Ronald dari kamarku, aku benar benar lelah sekarang mungkin karna aku sudah terlalu lama beristirahat sampai sampai saat aku mengeluarkan sidikit tenagaku aku sampai kelelahan atau tubuh yang kupakai memang sangat lemah sampai sampai tidak bisa memakai sedikit tenaga.
__ADS_1
cukup lama aku menunggu sampai akhirnya Ronald membawakanku Teh hitam jadi sia sia saja aku menunggu dari tadi aku hanya memandang datar Teh yang ada di depanku sampai cella masuk dan menyuguhkan Teh chamomile untukku.
"Ron, apakau tau bahwa kau menyuguhkan teh hitam yang paling tidak kusuka memang benar teh hitam salah satu teh yang bisa menghilangkan stres dan menambah energi tapi aku tidak menyukai teh hitam kau melakukan kesalahan, cella ajari dia"
"baik tuan muda" cella hanya menghela nafas dan berjalan keluar dari kamarku tampa sepatah katapun menandakan dia sudah sangat lelah sekarang, mondorong Ron sangat keras adalah Salah satu rencanaku tidak mudah menjadikan seseorang yang mengetahui karakter aslI ku untuk menjadikannya sekutuku, dia yang mendengar perkataanku di luar rencanaku dan sangat melenceng jauh sampai sampai aku lagi lagi harus merombak ulang rencanaku.
waktu berlalu dengan cepat kini tinggal sepuluh jam sebelum waktu misiku selesai, aku terlalu sibuk dengan rencanaku yang lain sampai sampai aku menganggap remeh perasaan elf yang harus kujadikan sekutuku, hadiah yang kuterima sepadan dengan tingkat kesulitan lalu sekarang apa yang harus kulakukan jika rencanaku adalah membuat cella menceritakan masalalu aneas yang menyedihkan dan Ron merasa iba dan kasian lalu jadilah dia sekutuku dan sekarang aku tidak bisa lagi membendung kecemasanku aku membutuhkan Teh sekarang, aku mau merokok aku mau sesuatu yang bisa menghilangkan perhatianku untuk beberapa saat sampai aku kembali normal.
Lima jam berlalu dengan cepat aku mulai menerima keadaan dan menikmati jus yang kuminum dengan sensasi hangat dan aroma mawar yang memenuhi ruangan, berendam di air hangat memang bisa menenangkan pikiran entah kenapa suhu air tetap seperti itu itu saja walaupun aku sudah berendam dua jam mungkin karna sihir aku tidak peduli.
aku memakai jubah mandiku aku mencium aroma tubuhku yang sudah menyatu dengan aroma mawar dengan cepat aku kembali membasuh tubuhku sampai aroma mawar menghilang dan itu membutuhkan waktu sekitar satu jam sudah tiga jam aku mandi dan kulitku, hah…aku merindukanmu Ian aku tidak bisa mengurus diriku sendiri sekarang jadi cepatlah mati lalu susul aku dan jadi asisten ku seumur hidupmu lagi.
"tuan muda, semuanya sudah siap" seperti yang kudega tidak ada pemberi tahuan sistem aku harus berusaha sedikit lagi jika itu masih gagal aku akan benar benar pasrah, aku tidak menyangka aku yang selalu berhasil dengan tinggat kegagalan rendah harus menghadapi situasi dimana aku akan menerima kegagalan.
"cella gantikan perbanku" baik tuan muda aku menurunkan jubah mandiku hanya sampai luka di punggungku terlihat, cella dengan telaten mengobati luka luka yang mengerikan yang berada di punggungku dia menutupi lukaku dengan perban lalu berjalan keluar kamarku untuk mengambil beberapa obat obatan yang habis untuk lukaku di sisi lain.
"kenapa kau tidak menyembukannya dengan penyihir ataupun potion daripada mengobatinya dengan cara yang jelas jelas memakan waktu lama untuk sembuhnya"
"lalu…kau kira aku tidak ingin melakukan itu, manaku terlalu banyak bahkan sangat banyak seakan akan aku akan itu akan meledak suatu saat, saat aku menerima mana dari para magician untuk menyembukanku aku terasa terbakar dan bukan merasa membaik tapi aku merasa lebih buruk dari keadaan awalku"
"maaf untuk itu aku tidak mengetahui kau melalui hal hal sulit"
"setiap orang melalui hal hal sulit dalam hidupnya tinggal dia bisa bertahan atau tidak di masa tersulitnya, yah…awalnya aku kesal denganmu karna kau menganggapku pengecut yang tidak berani menghadapi sesuatu itu seperti kau menganggap remah perjuanganku"
__ADS_1
"yah aku tidak mengetahui kau melewati hal yang lebih buruk daripada yang kualami, jadi…"
"aku baik baik saja tidak perlu khawatir tentangku, dan aku tidak akan pernah kenapa napa karna perjuanganku sepadan dengan apa yang kudapatkan sekarang"
"apakah lukamu terasa sakit"
"tidak dan bisakah kau bilang apa yang ingin kau bilang aku merasa seperti kau ingin membicarakan sesuatu tapi terus kau tunda karna kegugupanmu"
"apakah terlihat begitu jelas"
"sangat"
"emm, aku hanya ingin bilang…maaf"
"ada lagi kau sudah mengatakan permintaan maaf tadi"
"emm…dan aku ingin kau menjadi tuanku"
"bukankah kau sudah menjadi asisten ku, lalu apalagi yang ingin kau katakan"
dia bersimpuh dengan satu kaki mencium tanganku dan mengatakan kata kata yang kutunggu tunggu.
"aku akan menurutI semua permintaanmu termasuk menghancurkan kaumku jika aku mampu melakukannya, my Lord"
__ADS_1
[ mission complete ]
" waktunya bersenang senang"