Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
serangga yang terus mengganggu


__ADS_3

satu hari berjalan dengan normal tampa ada masalah apapun dengan Ron yang masih mengurung diri di dalam perpustakaan dan sekarang aku sedang memakan buah yang cella berikan, buah itu seperti apel tapi berwarna merah muda seperti persik dengan aroma manis dengan penampilan seperti itu aku tidak mungkin menolaknya tapi rasanya yang seperti buah Zaitun membuatku ingin memuntahkannya saat itu juga tapi cella dengan cepat membungkam mulutku dengan mengatakan bahwa jika aku memuntahkannya aku harus memakan buah itu dua kali lipat dari yang cella berikan, dan dengan itu aku mulai curiga apakah dia berpura pura bodoh untukku manfaatkan.


dia memberiku Lima buah yang harus kumakan habis dengan rasa pahit yang menjalar dI lidahku aku memakannya dengan capat agar aku tidak terlalu lama merasakan rasa pahitnya tapi nihil setelah aku selesai memakannya rasa itu tetap ada bahkan saat aku meminum teh dengan banyak gula.


dengan itu aku melewatkan makan siang berhargaku menolak semua makanan ringan yang selalu kumakan berdiam diri mencari informasi lengkap tentang dunia ini dengan bayaran mahal yang sistem berikan untukku, walaupun hari hariku berjalan normal tetap saja ada lalat yang mengganggu waktu berhargaku tapI itu lumayan menghibur di waktu waktu tertentu siapa lagi jika bukan asisten kakaku.


hampir satujam aku membaca data lengkap tentang dunia yang kutinggali sekarang ini tapI tidak ada yang berarti semuanya seakan sama saja yang berbeda hanya benua yang di tinggali para iblis yang ternyata sedang mengalami kemundurun pesat dari segi kekuatan ataupun kekayaan mereka, dan mereka juga tidak beda dengan manusia hanya sifat, bentuk, dan kekuatan mereka yang berbeda menurut informasi dari sistem, iblis yang nampak dan tinggal di dunia ini tidak bisa disebut sebagai iblis lagi karna iblis menghasut dalam diam dan beraksi dalam bayangan dimana tidak ada yang menyadarinya.


walaupun iblis bisa menampakkan dirinya sesuka hatinya tapi ada sesuatu yang berbeda dengan mereka, mereka yang tinggal di benua iblis mungkin memiliki hati nurani atau apapun itu yang membuat mereka tidak bisa disebut iblis dan jika aku ingin tau alasan di balik itu aku harus membayar lebih dengan harga yang lebih tinggi, karna itu membuatku kesal aku langsung menghempaskan buku yang kupegang cella hanya menghela nafas dan mengambil buku itu maid disebelahnya bergetar ketakukan dengan tangan yang meremas erat gaun yang Iya kenakan, aku hanya bisa berpura pura tidak menyadarinya untuk membuatnya tenang secara perlahan.


karna merasa bosan aku melangkahkan kakI kaluar dari kamarku terkurung disana tampa melakukan apapun apalagi di dunia ini tidak ada internet ataupun alat electronik membuat nafasku seakan akan tercekik dan mati karna bosan.


kubuka pintu perpustakaan memasukinya dan melihat keadaan semuanya rapi kecuali bagian ujung yang terlihat banyak buku berhamburan, aku berjalan ke arah sana mengambil beberapa buku dan menaruhnya di rak di depanku aku berjalan memutari rak dan sekalian membereskan kekacauan jika aku biarkan mungkin itu akan tetap berada disana sampai bulan depan karna jadwal membersihkan perpustakaan itu sebulan sekali dan tiga hari lalu adalah Hari itu, aku melihatnya duduk dengan mata yang menatap tajam buku di depannya dia terlihat mengantuk tapi itu tidak membuatku membatalkan keputusanku.


"kau seperti mayat hidup sekarang"


"tuan kira saya seperti ini karna siapa"


"kau hampir menyelesaikannya tinggal tiga puluh dua jam lagi kau bisa beristirahat dan tidur, apakau sudah membuat ringkasannya"

__ADS_1


" belum, karna aku hanya mengingat sesuatu yang ku aggap penting dan jika aku sudah menyelesaikan semuanya aku akan membuat ringkasannya walaupun semua buku hampir memiliki informasi yang sama tapi tetap saja ada berbedaan di antaranya"


"dan apakah kau paham kenapa aku menyuruhmu untuk membaca semua buku yang bahkan kau sudah mengerti padahal kau tidak membacanya, kau hidup di hutan di alam bebas dimana kau belajar mana dan sihir dengan insting mu "


"aku tidak tau apa yang tuan pikirkan atau apapun tujuan tuan karna aku haya bertugas menjalankan perintah yang tuan katakan"


"kadang seseorang akan secara otomatis menganggap sesuatu yang ia bisa tidak lagi penting untuknya, di dalam hatimu mungkin banyak pertanyaan tentang hukumanku tapi aku tidak akan menjawapnya karna akan lebih berharga jika kau mengetahuinya dengan waktu yang menjawapnya"


karna dia akan menjadi asisten pribadiku kurasa tidak akan ada masalah jika aku membantunya sekekali, karna cepat atau lambat dia akan mengikutiku ke akademi dimana semuanya akan berjalan sangat berat untuknya yang hidup dalam ketenangan Tampa beban.


aku mengambil buku di rak di sebelahnya duduk di depannya dan mulai membaca buku yang berada di depanku cukup lama sampai buku itu selesai kubaca aku menaruhnya pelan untuk tidak menarik perhatiannya dan keluar dari perpustakaan, bersandar di pintu menghela nafas bingung akan melakukan apa lagi setelah ini dan aku mulai rindu kesibukanku di dunia hiburan.


[ apakah tuan tidak penasaran dengan apa isi bangunan itu ]


"aku tidak peduli laingian jika aku mengeceknya hanya akan membuang tenagaku, jika bangunan itu ada hubungan denganku cepat atau lambat aku akan mengetahuinya"


[ Saya tau tuan sudah menebak ada sesuatu dengan bangunan itu, dan itu berhubungan besar dengan rencana Grand Duke kaka anda ]


"harus kubilang berapa kali aku bukan aneas, aku adalah raizell bintang dunia hiburan bukan aneas agriche sang bangsawan yang di taktirkan mati karna penyakit dengan seluruh tubuhnya dipenuhi bekas luka dan berbagai impian yang tidak berani dia gapai"

__ADS_1


[ tuan terima saja kenyataan tuan tudak bisa kembali ke dunia asal tuan ]


"mau sampai kapan kau berbohong, aku merasa muak menerima seluruh kebohongan mu"


[ Saya tidak berbohong ]


"oh ya tapi aku tidak mempercayainya karna semua yang kau katakan itu hampir 75% adalah kebohongan, jika aku ingin kembali kemungkinan besar aku harus menyelesaikan semua permainan yang dibuat oleh penciptamu atau membelinya dengan harga tinggi lalu kemungkinan ketiga aku tidak mau mengambilnya"


[ kenapa tuan ]


"karna sebuah permainan tidak akan seru jika kemungkinan akhir dari permainan adalah kematian"


sebelum aku benar benar meninggalkan bangunan itu seseorang berteriak memanggilku aku menatap jengah seseorang yang berada di balik pagar dan berbalik ingin kembali meninggalkan bangunan itu.


"Hei!!!! aku berbicara denganmu apakah kau tuli"


aku melihatnya dari ekor mataku lalu berbalik menghampirinya menatap jengah dirinya yang lebih tinggi dariku, mengangkat satu alisku memintanya untuk mengatakan dengan cepat apa yang ingin dia bicarakan dia awalnya terlihat kaget dengan sesuatu lalu kembali mencoba menetralkan ekspresi nya.


dia mengulurkan tangannya aku membiarkannya mengusap pelan pipiku dengan tangannya yang dipenuhi debu tanah ataupun semacamnya membiarkannya melepas ketakutan yang selama ini menghantui pikirannya karna takut aneas telah tiada, dhemithry le agriche kaka aneas sekaligus kembarannya.

__ADS_1


__ADS_2