
aku membuka satu persatu pintu labirin memasukinya hanya sekedar untuk berkeliling lalu kembali dan kemudian membuka pintu lain begitupun seterusnya, seaka akan aku kehilangan arah bahkan tujuan tapi pikiran itu kutepis jauh jauh karna impianku adalah hidup tenang setelah semuanya telah usai.
karna merasa bosan aku berkeliling labirin menenbak nebak mana yang menjadi jalan keluar padahal teringat sangat jelas di otakku untuk keluar dari labirin sejuta pintu, tapi entah kenapa aku merasa seperti ini benar benar sangat aneh menurut diriku sendiri aku menatap langit dan bertanya tanya kapan semuanya akan menjadi jelas, lalu melihat tanah.
"langit tidak akan menjawap pertanyaan tanah karna langit tidak bisa mendengarnya dengan jarak yang sangat jauh begutupun denganku sistem tidak akan menjawap pertanyaanku sebelum aku menyelesaikan semua yang dia mau" itulah pikirku lalu keluar dari labirin karna merasa benar benar bosan dan berjalan kembali untuk menyelesaikan tanggung jawabku sebagai ketua achlys yaitu mengurus akademi yang semakin sibuk setiap harinya karna para murid akademi mulai berdatangan ke akademi untuk menyelesaikan tugas masing masing agar dapat nilai tertinggi lalu kemudian lulus di tahun itu juga tampa mengulang apapun.
aku menghela nafas pasrah saat melihat tumpukan kertas yang berada di sekitar mejaku padahal aku baru pergi sebentar dan sudah terjadI seperti ini, aku duduk dan langsung meminta Ron menyiapkan beberapa berkas yang perlu di urus secepatnya atau berkas berkas lama yang mungkin di perlukan mereka yang menginginkan sertifikat A untuk memenuhi syarat kelulusan, mau bagai manapun aku harus mengeluarkan sebanyak mungkin siswa yang terkurung di akademi ini bagaimanapun caranya aku akan melakukannya bahkan jika aku benar benar harus menggunakan seluruh otoritasku lalu kehilangannya.
"Ron kau temuI beberapa klub yang serat permintaannya ku jadikan abu dan katakan kepada mereka bahwa aku tidak akan menerima atau bahkan sampai menyetujui sesuatu yang mereka tidak bisa buktikan nilai dari surat permintaan yang mereka ajukan, aku akan menunggunya sampai besok pagi dan jika mereka masih tidak bisa membuktikannya sebaiknya pikirkanlah cara lain untuk mendapatkan persetujuan dariku"
"baik tuan" setelah mengatakan itu dia memberikan salam dan kemudian pergi, aku menyenderkan diriku di kursi dan mengebelakangkan rambutku yang menusuk mataku dan menghalagi penglihatanku lalu mengambil gelas kaca yang berada di sebelahku untuk melihat seberapa tidak terurusnya diriku karna banyaknya berkas berkas yang harus ku selesaikan.
__ADS_1
setelah itu aku langsung kembali mengambil pena dan beberapa berkas di sekitarku membacanya lalu membuatnya menjadi abu jika berkas berkas itu benar benar sudah tidak dapat terlotong, kadang kala aku sedikit merubah berkas itu dan menandatanganinya mengerjakan semua pekerjaan membuatku tiba tiba teringat bahwa di kehidupanku sebelumnya aku juga bekerja bahkan tidak bisa bernafas.
Ron yang kembali sambil membawa sesuatu di salah satu tangannya menghampiriku yang sedang berdiri menatap langit yang sangat gelap bahkan tampa terlihat cahaya sedikitpun di atas sana, Ron juga melirik langit untuk sekilas sebelum menaruh makan malamku di meja kerjaku yang menandakan aku harus memakannya terlebih dahulu sebelum kembali sibuk dengan berkas berkas di hedapanku.
"tuan makan itu adalah hal yang penting dan ini juga belum jam sembilan malam jadi tuan masih sempat untuk makan malam, dan dari beberapa buku salad daging ayam dan sayur adalah menu makan malam yang sehat"
"hah, aku hanya menyarankanmu untuk mempelajari tentang teh dan kenapa malah melebar sampai ke menu makan malam, kau tau selain karna aku sibuk aku sebenarnya tidak menyukai makan aku hanya menyukai memakan kue, roti karna menurutku itu sudah cukup untukku jadi ak…"
"baik baiklah aku menyerah, aku akan makan sekarang dan setelah makan bawakan aku teh hijau" aku memakan salad yang berada di depanku setelah mengatakannya dengan cepat aku menyelesaikannya dan meminum air putih setelah selesai, aku menyenderkan punggungku aku merasa sangat kekenyangan sekarang walaupun porsi itu terlihat kecil untuk orang normal tapi untukku yang terbiasa kelaparan itu benar benar seperti porsi super besar untukku.
Ron yang melihatku menyelesaikan makanku menuangkan air putih ke gelas di sampingku, aku menyerngitkan alisku Ron yang melihat itu tidak memperdulikannya dan setelah dia selesai menuangkan air putih ke gelas dia berlalu pergi sebelum dia benar benar pergi.
__ADS_1
"mana teh hijauku?"
"tuan jika taun berencana untuk menutunkan berat badan tuan akan terlihat seperti tulang belulang nantinya, jangan kira saya tidak mengingat apa yang anda lakukan beberapa waktu lalu, tuan selalu meminum teh hijau sekitar tiga sampai empat kali, meminumnya dalam kondisi hangat, dan tidak mencampur apapun kedalam teh hijau itu kecuali jeruk nipis itupun hanya sekekali, tuan akan memiliki penyakit maag untuk beberapa waktu kedepan karna tuan sangat jarang makan jadi saya anjurkan untuk tidak mencampur teh hijau dengan jeruk nipis dan sekalian untuk beberapa waktu kedepan saya akan mengurangi teh yang akan tuan konsumsi, karna tuan terlalu banyak meminum teh" aku mendengarkannya berbicara sambil menatap datar dirinya yang sudah mulai sangat berani untuk mengaturku sesuka hatinya, aku meminum air putih yang terasa hangat itu dalam sekali tegukan dan menaruhnya di menja dengan sedikit keras yang bahkan menimbulkan sedikit bunyi.
"aku tidak menyukai ini"
"maka saya lebih tidak menyukai bahwa tuan selaku menghindari makanan seperti itu adalah virus dan setiap harinya hanya memakan kue itupun hanya sekekalI, lalu juga tuan tampa sadar selalu menjaga berat badan dan setelah memakan lebih dari Lima buah kue tuan selalu berhenti seakan akan tuan sudah terbiasa"
"karna aku adalah seorang aktris ron, jadi aku sudah terbiasa menyiksa diriku sendiri sampai aku terbiasa karna tidak ada jalan mundur untukku dan walaupun aku keluar dari dunia hiburan sekalipun kehidupanku akan terus terekam di media sosial jadi jalan mundur itu hanyalah kesiasiaan untukku jadi hanya ada jalan maju yang tersisa, tidak ada kehidupan yang nyaman untukku apalagi tampa beban karna aku akan selalu menanggung beban berat di punggungku karna aku dipilih dan tidak diperbolehkan untuk memilih" kata kata itu hanya mempu kuucapkan di batinku karna jika aku mengatakannya itu akan menjadi masalah kedepannya dan aku tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan masalah yang kubuat sendiri.
"tidak ada, kau tidak perlu mengetahuinya karna sepertinya tidak ada yang perlu kau lakukan lagi disini kau bisa pergi"
__ADS_1
"jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karna manusia pada dasarnya adalah mahluk yang lemah"