
"jadI apakah kau memiliki pipa…aku sangat buruk sekarang" di kehidupan ku dulu jika aku merasa seperti ini aku akan merokok karna nikotin di zat rokok yang ku hisap membuatku tenang walaupun hanya beberapa saat sebelum aku harus membius diriku sebelum aku mengalami stress, stress adalah yang sangat biasa ku alami biasanya terjadi sebulan atau seminggu sekali sampai aku harus ke psikiater karna aku di diagnosis mengidap gangguan mental seperti depresi dan gangguan kepribadian, tapi anehnya setelah aku di pindahkan aku tidak terlalu mengalami kejadian seperti itu lagi sampai hari ini walaupun aku masih bisa beraktifitas seperti manusia normal dengan keadaan ku yang sepertI itu cukup aneh sepertI ada seseuatu yang hilang Tampa ku sadari.
"aku tidak memilikinya tapi ku sarankan tidak menggunakannya terlalu sering, jika perasaanmu benar benar buruk kau bisa melakukan hal hal lain yang lebih bermanfaat bagimu tampa merugikan dirimu sendiri, dilihat dari reaksimu kau seperti mengidap penyakit yang berkenaan dengan kejiwaan" mendengar perkataannya aku terdiam cukup lama dengan menatapnya lalu menatap langit seakan akan tidak terjadi apapun karna dia sepertinya sangat pandai dalam mengamati.
"kau terlalu terlihat normal untuk seseorang yang memiliki penyakit semacam itu tapi itu tidak menutup kemungkinana bahwa kau memilikinya"
"oh, benarkah? aku tidak peduli dengan itu"
aku berbaring menghadap langit ke arah langit melalui bangunan paling atas gedung aku merasa sangat dengat dengan para bintang aku merasa aku terlalu kekanankan untuk mengatakannya tapi itulah yang kurasakan saat ini.
"kekanak kanakan, aku tidak percaya kau adalah orang yang memiliki aura orang dewasa saat pertama kali aku melihatmu"
"aku mengetahuinya bahkan tampa kau katakan sekalipun, terkadang menjadi sedikit kekanak kanakan sekekali bukan hal yang buruk"
"hahaha, benar benar mulut seorang pembohong handal kau kira aku siapa sampai kau menggap remeh diriku, kau memang pada dasarnya masih anak kecil yang berpura pura dewasa apakau sadar saat pertama kali aku melihatmu berjalan jalan di koridor kau seperti anak kecil yang tersesat dan frustasi karnanya tapi mencoba tetap tegar bahkan berpura pura tidak terjadi apapun"
"sebegitu buruknya kah aku di matamu"
"aku tidak menyebut itu keburukan dan aku juga tidak bilang itu adalah kata kata yang memiliki niat bagus, aku hanya mengatakan apa yang ingin ku katakan itu saja" setelah itu dia berbaring di sampingku menatapku sebentar lalu menutup matanya dengan tangan yang menjadi bantalan kepalanya.
"apakau tau seseorang seperti dirimu adalah seseorang yang paling kuat yang pernah ku temui, kau masih bisa bertahan dan hidup sampai sekarang aku tidak tau apa yang kau lalui tapi jika aku melalui apa yang kau lalui aku tidak akan bertahan selama dirimu, apa kau tau aku menyukai kupu kupu karna apa yang mereka laluI sebelum menjadi kupu kupu yang sangat cantik"
"dan aku menyukai bagaimana caranya mereka bisa terbang dengan sayap yang berat di punggungnya" secara otomatis aku menjawapnya.
__ADS_1
"seperti dirimu tepatnya dua hal itu memiliki kesamaan dan banyak makna yang berada dalam sebuah metamorfosis sang kupu kupu"
"kutebak kau memiliki pekerjaan di bidang seni ataupun sastra"
"apakau hanya asal menebak?"
"tidak, karna kau mirip dengan seseorang yang ku kenal dalam beberapa hal dan orang itu adalah seorang penulis"
"bagai mana…"
"dia seseorang paling cerewet yang pernah ku temui, lalu dia juga seseorang yang paling membenci dirinya sendiri dan dia juga seseorang yang selalu ingin lari dari apapun yang harus dia lewati walaupun dia ingin lari tapi pada akhirnya dia selalu menyelesaikannya dengan berkata 'aku tidak akan mampu untuk berlari karna ada dinding yang selalu menhanku lalu aku juga tidak mempu untuk terus berdiam diri di tempat yang sama dalam waktu yang lama dan semakin banyak waktu yang kuhabiskan maka akan semakin sulit sesuatu yang harus ku lewati maka aku akan menyelesaikannya sekarang' itu adalah kata kata yang selalu dia ucapkan, banyak orang yang berfikir dia sempurna padahal kenyataannya dia seperti pudding yang dapat di hancurkan dengan mudah, itulah kesanku kepadanya"
"kau seperti bersemangat bercerita tentangnya yang menandakan dia sangat berartI untukmu" aku duduk menatapnya sekilas yang sedang memejamkan mata entah kenapa aku merasa perasaanku mulai membaik.
"apa kau menyadarinya, sangat jarang ada seseorang yang menyadari tindakanku"
"entahlah, mungkin hanya sebuah kebetulan aku mengatakan itu dan kata kata itu tidak tertuju padamu"
"aku ingin bertanya tentang apa yang kau lalui selama ini tapi…karna ku tau kau tidak mau mengingatnya aku tidak akan menanyakannya sebagai gantinya kau bisa ceritakan satu kisah untukku"
"aku tidak perlu menceritakan sesuatu untukku karna sudah banyak cerita yang berada di otakmu dan jika kau sedang tidak mendapatkan inspirasi untuk karyamu maka ku harankan kau hanya diam atau melakukan apaun yang kau sukaI"
"apakah dia seperti itu"
__ADS_1
"dia memang seperti itu tapi sangat jarang dia melakukannya karna dia memiliki tujuan yang membuatnya tidak pernah kehabisan inspirasi untuk karyanya"
"tujuan?!"
"tujuan adalah bahan utama untuk membuatnya menghasilkan karya karya yang sangat di sukai orang lain dan aku juga tidak mengethui tujuan apa yang membuatnya sampai begitu keras berusaha tapi yang ku tau hanyalah bahwa dia begitu sangat bahagia hanya dengan membayangkannya lalu dia juga memiliki seseorang yang ingin dia dedikasikan hasil karyanya hanya untuknya, walaupun aku mendengar orang itu selalu tidak membaca apa yang dia tulis tapi dia selalu berusaha agar orang itu membacanya "
"apakah aku juga harus memiliki seseorang yang ingin ku dedikasikan"
"tidak, bukan itu maksud perkataanku"
"lalu…bisakah kau mengatakannya jika kau tidak mau mengatakannya sedari awal seharusnya kau tidak mengatakannya"
"aku hanya ingin kau menyadarinya sendiri karna yang membutuhkannya itu kau bukan aku"
"kenapa harus aku yang menyadarinya sendiri bukankah akan gampang jika kau mengatakannya"
"hanya akan berbeda jika kau merasakannya sendiri bukan dari kata kataku lalu itu bukanhal hal yang mudah untuk di ucapkan melalui kata kata jika aku mengatakannya itu hanya akan menjadi huruf tampa artI dan hanya makna yang tersisa"
"aku bisa memahami maknanya jika kau mengatakannya"
"kau seperti anak kecil dan itu sangat cocok untumu" dengan cepat aku bangun dan meninggalkan nya yang sedang terduduk diam, aku hanya tersenyum tipis untuknya dan kemudian menghilang.
walaupun aku meninggalkannya dengan rasa penasaran yang berada pada dirinya tapi itu yang paling baik dari sesuatu yang paling baik bahwa dia harus mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri karna Ian pernah mengatakan sesuatu kepadaku " sesuatu yang kau sangat ingin kan dan kau dapatkan kemudian dengan usahamu, itu akan berkesan untukmu walaupun tidak untuk selamanya"
__ADS_1