Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
siapa dia hingga berani mengusikku


__ADS_3

aku berjalan melewati lorong yang menghubungkanku dengan aula utama dimana seluruh murid akademi akan berkumpul, bersama dengan Ron yang tidak melepaskan kurtas yang ia pegang.


"Ron, sebagai tambahan atur jadwalku seperti biasanya" Ron melirik sekilas sebelum membalik halaman kertas yang ia pegang.


"jadwal anda sudah di atur seperti biasanya, dan ada beberapa calon kandidat yang perlu anda seleksi"


"aku akan memilih langsung dI tempat dan menyebutkan nama mereka labgsung" perkataanku lantas benar benar mengambil seluruh atensi Ron yang sedang menatapku dengan tatapan ta percaya.


"Saya tidak akan meragukan keputusan anda, tapi…jika anda menyebutkan nama mereka langsung itu akan membuat para profesor…"


"tidak, mereka tidak akan bisa melakukan apapun jika aku sudah mengatakannya lebih tepatnya mereka tidak memiliki kuasa untuk hal itu karna tugas mereka hanya mengajari bukan untuk mengurusi anggota achlys yang baru" Ron menggelengkan kepalanya pelan cukup pusing memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi jika aku melakukan apa yang aku katakan barusan.


profesor dari akademi bangsawan memiliki harga diri yang tinggi apalagi jika mereka sudah berada di akademi dalam waktu yang tidak bisa untuk dibilang singkat, termasuk profesor Norbert yang berada di akademi lebih dari seribu tahun bukankah hal itu lantas membuatnya merasa besar kepala dan menganggap dirinya berkuasa.


tapi…situasinya akan berbeda jika seseorang menyetujui hal itu seseorang yang memiliki kuasa lebih besar dari siapapun di akademi termasuk aku sendiri, cukup mengesalkan mengetahui bahwa aku berada di bawah pijakan seseorang tapi tidak masalah jika dia bisa kukendalikan bukan.


"tuan, tolong…"ucapannta kembali kupotong dengan aku yang berbalik lalu berjalan mundur sambil memasukkan kedua tanganku kedalam saku.


"kau akan mengatakan menyenangkan apa yang kulakukan suatu saat nanti" mengatakan itu di depannya sambil tersenyum dibalik tudung untuk menyamarkan wajah asliku.


"mungkin suatu saat nantI yang anda katakan barusan itu tidak akan terjadi karna saya tidak akan kehilangan akal saya" aku terbahak mendengar perkataannya yang mengatakan secara tidak langsung bahwa aku tidak memiliki akal dalam artian aku Gila.

__ADS_1


"suatu saat nanti kau juga akan mengetahuinya bahwa kau tidak akan bertahan lama dan saat kau menyadari semuanya itu sudah terlambat untuk memutar arah" aku kembali berbalik berjalan dengan santai tampa menyapa siapapun yang aku temui memasang ekspresi dingin yang tertutup oleh sehelai kain hitam.


apakah sebegitu transparannya kah penyamanku sekarang bahkan sampai Ron memakai ekspresi seolah olah ia mengatahui semuanya tentangku.


memasuki sebuah aula yang didekor sedemikian rupa setelah gelarku di akademi disebutkan dengan lantangnya hingga menimbulkan gema, melirik sekilas kepada rentetan kursi para profesor yang berjejer rapi namun tidak ada satupun orang yang mendudukinya.


mengalihkan pamdanganku ke arah lantai dua dimana kursiku berada tepat berhadapan dengan mereka para profesor hanya ada satu kursi disana yang hampir menyerupai singgahsana raja.


menaikI satu persatu anak tangga menganggap seluruh tatapan penasaran orang orang dibawah sana hanyalah angin belaka,mereka seakan akan berbisik tapi aku masih bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan, seluruh ruangan dalam keadaan kacau dalam beberapa saat sebelum nama dari salah satu profesor disebutkan membuat mereka lantas berdiri dan membungkuk untuk memberikan penghormatan.


berbada jauh sekali dengan respon yang mereka berikan kepadaku dari lantai atas aku memindai seberapa berbakatnya mereka sampai mampu berada disinI dan apakah mereka mampu menanggung beban yang akan kuberikan.


dari sebagian besar orang orang hanya tiga orang yang memiliki potensi lebih untuk menjadi pemimpin dari dua kubu achlys, tertawa renyah menatap hamparan manusia yang saling menusuk dari perkataan mereka.


"Ron tolong tutup tirainya dan aku memiliki sesuatu untuk disampaikan" seperti yang kukatakan Ron menutup tirai dari tempat kami berada dan itu lantas membuat semua orang menatap heran, tidak menyukainya, bahkan aura permusuhan kental yang ditunjukkan untukku.


" Ella dari kerajaan atas awan, Arthur dari kerajaan setengah beast dan Jaiden dari benua iblis mereka ada orang orang yang kupilih, dan kau bisa memutuskan siapapun di antara tiga orang itu untuk menkadi asisten ku dalam mengurusi achlys dan kau juga bisa memilih di antara dua sisanya untuk memimpin kelompok liora dan celena" mendengar perkataanku membuat Ron menatap kerumunan orang dari cela cela gorden.


"tidak memiliki nama belakang itu artinya mereka adalah pelayan yang dibawa" aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya.


"mereka sepertinya memiliki sesuatu yang membuat tuan menginginkan mereka, karna itu adalah pilihan tuan maka aku tidak memilikI hak untuk menentangnya. Ella aku akan menempatkannya pada posisi ketua liora dan Arthur sebagai ketua celena yang terakhir Jaiden sebagai asisten anda, berlaku untuk sementara" aku tertawa kecil mendengarkan penuturan kata darinya, sepertinya mereka akan mengalami beberapa hal saat acara berjalan.

__ADS_1


"lalu untuk posisi yang lain?" aku meliriknya menatapnya dengan tatapan serupa.


"masukkan Isabella kedalam daftar hitam"


"bukankah Isabella adalah seorang Putri"


"ada yang tidak beres dengannya, dan aku tidak mau mengambil konsekwensi dari memilihnya dia adalah Putri raja…ralat, Putri kesayangan raja, semakin tinggi pisisi seseorang maka semakin banyak bahaya yang akan datang jika menyinggungnya, aku bukan meremehkannya hanya saja aku tidak mau terlibat begitu cepat dengan anggota kekaisaran" Ron mengangguk mengerti menepuk tangannya dua kali untuk memanggi pelayan dari balik pintu yang berada di balik kursiku. lalu meyerahkan kertas dan kembali berdiri tegap disebelahku, waktu terus berjalan berdiam diri memakan waktu yang membosankan dengan pekerjaan menumpuk yang harus segera ku tangani membuat emosiku melonjak naik.


"benar benar memuakkan, aku tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan hanya untuk duduk berdiam diri disini seharian" Ron berjalan selangkah dan menyibakkan gerden yang menutuppi keberadaan kami menelirik kedepan melihat beberapa kursi beberapa profesor yang kasih kosong.


"ada beberapa profesor yang belum hadir hingga sekarang" menggeram marah tentu kulakukan, apakah waktu itu seperti tetesan air bagi mereka yang sedah hidup ratusan bahkan ribuan tahun.


"mulai sekarang" ucapku dengan tenang namun terdengar jelas bahwa sekarang aku sedang tidak dalam suasana yang bisa untuk di ajak berbicara.


"ta-tapi ada beberapa profesor yang belum datang" aku mengangkat satu alisku walaupun ia tidak melihatnya tapi jelas Ron mengetahui bahwa tuannya tidak peduli dengan hal itu apalagi dengan fakta tuannya disuruh menunggu lebih dari setengah hari hanya untuk mengumpulkan para profesor yang belum datang.


"apakah ini akademi yang katanya sangat ketat"gumamku, pembawa acara hanya menoleh kekanan kekiri bingung ingin melakukan apa jika ia tidak mengikuti apa perkataanku jelas akan berdampak buruk nanti untuknya jika sebaliknya ia tidak menunggu profesor ia akan menerima dampak yang tidak kalah jauh membuatnya menderita. aku dapat melihat matanya berair tapi seperti aku diriky raizel tidak akan memperdulikan apapun dan menganggap diri sendiri lebih penting dari pada siapapun.


"Li, ambil alih" ucapanku yang membuatnya menghela nafas lega dan melepaskan genggapan pengeras suara di tangannya lalu menyerahkannya kepada Li peri yang bertugas mengawasi jalannya acara, dengan Li yang mengambil alih acara berjalan semestinya sebelum nama seseorang yang diucapkan dengan suara ta kalah keras mengambil alih perhatian.


profesor Delia memasuki ruangan dengan senyuman kaku karna mengetahui acara sudah dimulai sedari tadi dan segara menduduki kursinya setelah berlari cepat maniki anak tangga setelah profesor Delia duduk nama dari profesor lain disebutkan membuat sebagian seseorang yang mengetahui namanya meremang.

__ADS_1


profesor Adnan dari camp pelatihan yang mengajari tentang kekuatan fisik dan ilmu berpedang.


__ADS_2