
disebuah ruangan yang sunyi dengan satu cahaya redup yang meneragi beberapa sisI terlihat seseorang laki laki menaruh lilin dinakas dan menatap laki laki yang selalu terlihat kuat di depannya kini tertidur lelap, beberapa harI ini ia menghabiskan waktunya hanya untuk menutup mata.
"tuan sudah waktunya makan malam, tolong bangun" hanya itu yang terlontar dari bibirnya yang bergetar, dua peri yang berada di belakangnya hanya menunduk lesu menatap seseorang yang sudah di anggap tuan oleh mereka.
"Luna, olea kalian bisa kembali banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya dia sepertinya tidak akan bangun untuk beberapa waktu kedepan" menghembuskan nafas pasrah mereka pergi dengan harapan yang tidak pernah padam bahwa tuan mereka hanya beristirahat sebentar.
sementara itu di sebuah ruang hampa dengan warna hitam sebagai latarnya terlihat dua orang pemuda dengan rupa yang sama saling tatap Tampa mengucapkan apapun.
"jadi…kau ingin mengambil alih kembali tubuhmu" ucap salah satu dari mereka sambil menatap datar ke arah seseorang didepannya yang terlihat canggung dengan situasi sekarang.
"aneas agriche, bisakah kau jawab pertanyaan ku sekarang, aku tidak memiliki banyak waktu untuk membiarkanmu berfikir jika kau ingin mengambil alih tubuhmu aku tidak masalah tapi aku mau aku kembali ketubuh asliku karna banyak hal yang harus kuselesaikan sekarang" ucapnya lagi yang membuat seseorang itu lantas semakin canggung.
"an…"belum selesai ia menyelesaikan perkataannya ucapannya dipotong dan mendapatkan tatapan tajam.
"aku raizel, dan kau aneas. kau adalah kau selamanya sampai kapanpun dan aku juga akan begitu"
"raizel, maaf…tapi sepertinya aku tidak ingin kembali. aku terlalu lelah untuk menjalani alur yang kau bentuk"
raizel yang beberapa waktu mengenakan tubuh aneas hanya bisa mengangguk, walaupun tidak begitu lama ia mengenal aneas tapi gambaran sifatnya dan apa yang ia alami tergambar jelas.
"sebut aku pencundang karna lari dari takdir yang diciptakan untukku dan meminta jiwa orang yang bahkan tidak kukenal untuk menggantikanku, tapi ada beberapa hal yang harus kuberi tahu kepadamu bahwa tubuhku bukan hanya cacat tapi tubuhku sudah sedari awal hancur, setiap kali kau menggunakan mana akan ada efek samping yang kau terima bisa sebaga rasa sakit ataupun umurmu bahkan efek samping itu bisa saja mengambil nyawamu sebagai bayarannya"
"rasa sakit yang kau terima tidak akan ada jika kau tidak memicunya, dan kau harus tau bahwa tujuh malaikat adalah musuhmu yang akan membunuhmu demi mendapatkan sebuah keristal yag berada di juntung barumu" raizel menyerngitkan alisnya menatap lekat kedua netra berbeda warna dihadapannya.
"tubuhku dulunya adalah sebagai kelinci percobaan yang menggunakan kristal kehidupan untuk mencapai keabadian bagi mereka yang tamak akan kekuasaan, dan didalam jantungmu sekarang tertanam berlian itu yang menjadikanmu memiliki mana yang tidak terbatas dan keristal itu yang berada di jantungmu adalah salah satu dari tujuh kristal inti" mendengarkan dengan seksama dan membuatku mengerti akan rasa sakit yang bagitu menggila didalam tubuh baruku.
"dan mengenai tujuh malaikat yang kehilangan sayap mereka adalah sebuah organisasi yang dibentuk sebelum didunia terbentuk menjadi beberapa benua keberadaan mereka berada di salah satu benua terlarang, mereka hanya manusia biasa pada awalnya tapi karna memiliki kristal itu lantas mereka merasa dunia berjalan karna mereka, mereka hidup dalam kenyamanan, kekuasaan tapi saat mereka jatuh karna satu tragedI mereka kehilangan segalanya bahkan keabadian mereka, mereka menua karna mereka kembali ketitik awal dimana mereka awalnya adalah manusia"
__ADS_1
"mungkin kau sudah mengerti, dan paham akan situasi yang kujelaskan, seseorang yang berada dipuncak untuk waktu yang lama dan jatuh seketika menimbulkan sifat serakah yang menggila" raizel mengangguk, mengerti akan semuanya dan mengetahui garis besar atas segalanya.
"lantas apa yang akan kau lakukan sekarang" aneas bertanya kapada raizel yang hanya menatapnya tampa sepatah katapun yang terlontar dari mulutnya.
"jika aku menyatukah seluruh kristal itu ditubuhku…"
"menjadikan tubuhmu cangkang, aku akan mengingatkanmu sekali lagi bahwa didunia ini memiliki harga yang harus kau bayar disetiap tindakan yang kau ambil, aku tidak melarangmu tapi aku menyarankan agar kau tidak melakukannya kau manusia dan manusia selalu memiliki batasan" raizel yang mendengar hal itu lantas mengangguk setuju, raizel adalah orang yang serakah tapI dia mengatahui batasan atas konsekwensi dari pilihan yang ia ambil, jika memang tidak memiliki cara lain maka raizel tau akan kata mundur tampa perlu memaksakan apapun karna raizel mengetahui jelas batasan atas pilihan yang ia pilih.
"seperti dirimu kau cepat mengerti dan menganggap semua hal berarti tapi tidak pernah menujukkan bahwa itu adalah hal yang penting bagimu, aku tetap pada pilihan awalku…aku tidak ingin kembali, jika ada kehidupan lain untukku sepertimu aku tidak akan menerimanya karna menurutku bahwa setiap kehidupan adalah sebuah pisau yang menorehkan Luka disetiap detiknya, untukku ataubahkan untukmu Kita sama sama terluka tapi Kita memilih jalan yang berbeda. aku yang menyerah dan kau yang bertahan bahkan hidup dengan mereka" raizel diam matanya berbinar sendu dengan tatapan yang tidak pernah ia tunjukkan sepada diapapun selain bayangannya.
"jangan men…"
"tidak perlu kau katakan aku mengetahui semuanya, dan kau pantas mendapatkan kehidupan yang kau inginkan, tidak banyak kata yang bisa kuucapkan untukmu aneas agriche karna kau pasti mampu melalui apapun yang berada di depanmu kau bukan lagi seseorang yang lemah lalu…kau ingin mengatakan bahwa kau tidak pernah benar benar mengetahui apa yang orang lain rasakan sebelum kau merasakannya sendiri, aku tidak menganggapmu terlalu tinggI untuk seorang manusia yang takdirnya berantakan sejak awal aku hanya berterima lasih kepadamu karna kau mau merasakan rasa itu yang seakan akan mengatakan bahwa aku tidak menanggung salit itu sendirian, terima kasih"
raizel mengangguk.
perkataan itu terus tergiang ngiang dikepala raizel selayakya kaset rusak membuat pikirannya kacau dengan perasaan aneh yang menjalar memenuhi seluruh perasaan yang ia miliki, setitik air mata sudah menetes membasahi pipinya dengan bayangan aneas yang memudar beserta dirinya yang mendapatkan seluruh ingatan yang aneas miliki, keinginanya, perasaannya yang bercampur dengan perasaanku yang bertolak belakang, menghantam begitu keras sampai rasanya ingin berteriak tapi naas sama seperti kematianku suara dan nafasku tercekat seluruh tubuhku tidak dapat kugerakkan pasrah hanya itu yang bisa kulakukan sambil meresakan rasa sakit yang seakan akan bertepuk tangan akan penderitaan yang kualami.
................
kubuka perlahan mataku mencerna situasi dan bangun dari tidurku, me-megang kepalaku yang seakan akan ditusuk oleh sesuatu.
seperti biasa Ron akan memberikankanku segelas air hangat seakan akan tidak ada yang terjadi. aku mengetahuinya bahwa banyak hal yang ingin ia tanyakan tapi dia selalu sadar akan posisinya yang tidak bisa ikut campur.
"tanggal berapa sekarang"
"24 tanggal kekaisaran" mengangguk mencoba bangun dan berjalan tapi kakiku seakan akan terikat oleh sesuatu yang membuatku limbung.
__ADS_1
"HarI ini adalah harinya bukan, siapkan pakaian ku serta seluruh berkas yang tertunda" mengangguk dan melakukan apa yang kuperintahkan selayaknya robot yang tidak memiliki rasa keingintahuan. dan aku menyukainya dia yang seperti itu.
tidak membutuhkan waktu lama untukku bersiap siap. menatap bayanganku di depan cermin menelisik tajam dengan tatapan tidak bisa dijelaskan berbalik menatapnya yang hanya terdiam dengan penundukkan kepalanya.
aku bukan seseorang yang tidak menyadari sekecil apapun perubahan di sekitarku dan membiarkannya begitu saja, aku berbeda, karna aku sangat percaya perubahan sekecil apapun yang terjadi disekitarku akan membawa perubahan besar suatu saat nanti butterfly effect.
"tanyakan, berada di sekitarku selama beberapa waktu dengan sifat asliku bukankah akan membuatmu sadar dan mengetahui bahwa aku tidak akan tinggal diam dengan perubahan sekecil apapun"
"mohon maaf tuan muda, Saya hanya penasaran apa yang terjadi dengan anda beberapa waktu yang lalu"
"lalu, kau juga mengetahuinya bukan bahwa aku tidak menyukai seseorang yang melanggar batasnya" menagalihkan pandangan dengan melihat Bunga yang perlahan layu tepat di meja sebalah kaca yang berada tidak jauh di dekatku.
"system"ucapku dalam batin sambil mengetuk ngetuk meja didekatku sambil menatap lekat bayanganku yang menunjukkan rupa yang hampir sempurna.
[ ya tuan ]
"kau pastinya menjual sesuatu seperti yang berhubungan dengan perubahan fisik bukan"
[ tentu tuan]
"aku mau sesuatu yang bisa mengubah fisikku menjadi seseorang yang berumur dua puluh Lima tahun"
[ permintaan sedang di proses ]
tidak begitu lama sebuah pil dengan ukiran emas berada di tanganku. melihatnya dengan teliti yang kurasa itu lebih seperti karya senI dibanding sebuah pil, tidak menunggu lama aku langsung menelan itu sensasi pahit menjalar di Indra perasaku yang membuatku merinding seketika rasanya lebih buruk daripada obat yang kuminum setiap minggunya bersamaan dengan hal itu aku merasakan sesuatu yang aneh disekujur tubuhku.
"Ron keluar" seperti yang kuperintahkan dia pergi keluar setelah aku menyelesaikan perkataanku, sensasi aneh itu lantas semakin menjalar dan menguasi seluruh tubuhku, sungguh itu adalah rasa teraneh yang pernah kurasakan dan aku tidak ingin merasakannya kembali walaupun aku harus mati sekali
__ADS_1