Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
Surat undangan


__ADS_3

dhemithry le agriche salah satu poin penting dari rencana kakaku seseorang yang akan menggantikanku menduduki tahta kaisar jika rencana mereka berjalan sesuai yang mereka rencanakan karna wajah kami hampir serupa walaupun warna mata kami berbeda tapi tetap saja dia tetap memiliki darah kaisar di tubuhnya yang menjadikannya bisa menggantikanku menduduki singgahsana.


dia lebih tinggi sekitar tujuh inci dariku karna matanya yang berwarna merah membuatnya mendapatkan perlakuan seperti bangsawan pada umumnya beda denganku yang di perlakukan seperti budak.


aku mundur selangkah untuk membuatnya sadar mau bagaI manapun aku tidak ingin melibatkannya lebih jauh dari permainan aku dan kakaku asal kan dia tau bahwa aneas masih hidup mungkin itu akan membuatnya sadar lalu meninggalkan kediaman Duke agriche mau bagai manapun keberadaannya disini seperti duri utukku selama dia ada rencana kakaku akan tetap berjalan semestinya.


membiarkannya hidup bebas sebagai rakyat di sebuah dasa terpencil atau membangun rumah di tengah hutan itu lebih baik dari pada disini menjadi pion menyaksikan semua yang dia sayang hancur dengan hidup dipenuhi Luka dan kesakitan lalu terus mengikis perlahan emosi asli dengan kepura puraan, sepertiku Hari hari yang kujalani membuat hatiku ditempa sampaI aku tidak dapat merasakan apapun, menjadi bangsawan memang terlihat menyenangkan tapi untukku itu terasa seperti kutukan aku harus mempelajari berbagai hal sampai terlihat sempurna dimata orang lain, mengikuti pesta yang nyatanya adalah medan pertempuran, lalu saat aku dewasa aku mungkin harus menikah untuk keuntungan politik lalu apakah aku merasa senang dengan semua itu tentu saja jawabannya tidak entah itu kehidupanku sebelumnya atau sekarang takdirku seperti di atur oleh orang lain karna aku terlahir dengan darah biru.


aku berbalik pergi membiarkannya sendirian terkurung dalam kesunyian saat aku berada jauh darinya aku menghela nafas membersihkan wajahku dengan sapu tangan yang selalu kubawa lalu membuang sapu tangan itu ke sembarang arah menatap tanaman tanaman yang berada di luar dari balik kaca lalu tiba tiba kucing hitam menginjak injak tanaman tanaman itu.


"tidak ada hidup yang nyaman di dunia ini bahkan jika kau hidup menjadi bunga kau akan di injak injak kemudian layu dalam waktu dekat"


[ Saat misi tuan selesai tuan bisa menjadi air dan udara ]


"air hanya akan mengikuti arus dia tidak bisa memilih jalannya sendiri lalu dia akan menabrak bebatuan menjadi uap dan saat dia menjadi air kembali dia akan melupakan apa yang dia lewati sebelum menjadi uap"

__ADS_1


[ jika tuan mau menjadi air saya akan pastikan ingatan tuan tidak akan hilang ]


aku tersenyum kecil dengan apa yang dia katakan.


"di dalam hidup ini pasti ada sesuatu yang tidak ingin kau ingat selamanya, jika kau menghidupkanku kembali dengan ingatan yang tertempel jelas di otakku kau akan membuatku menderita karna seluruh ingatanku adalah duri yang selalu menggangguku di setiap waktuku"


[ tuan bisa menjadi udara ]


"aku bukan pahlawan, manusia kadang melupakan fakta bahwa mereka bernafas dengan udara karna mereka lebih fokus pada hidupnya dan aku tidak ingin seperti itu berjasa besar lalu dilupakan kemudian padahal mereka membutuhkanku di setiap waktu yang mereka habiskan lalu mereka membalasnya dengan membuat berbagaI hal yang menyebabkan polusI udara dan kau tau aku tidak akan sesabar itu, aku adalah aku dan aku ingin menjadi diriku entah itu seberapa buruk kelakuanku aku tetaplah aku, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan tenang tampa menghawatirkan apapun tapi situasi selalu mendorongku untuk maju, aku tidak ingin menjadi orang lain aku hanya mengiginkan situasi dimana aku bisa diam lalu melupakan semua situasi situasi yang tidak mengenakkan, aku sepertinya mulai banyak berbicara"


aku mengetuk ngetuk kaca menarik perhatian seokor kucing yang sedang bersenang senang menginjak berbagai tenaman dengan para maid yang bersusah payah menangkapnya, kucing itu berhenti dan menatap mataku akupun menatap balik matanya dengan tatapan datar yang selalu kutunjukkan jika aku merasa jengah akan sesuatu.


kucing itu mendekatkan kepalanya ke telingaku menjilatnya dan berbicara sesuatu yang hanya membuat telingaku panas karna terus mendengarnya berbicara karna tidak tahan aku mengangkat tanganku dan menghempaskannya dari bahuku.


kutatap dingin dirinya yang sudah melewati batas yang sudah ku tentukan dia menatap balik diriku dengan matanya yang biru menyala.

__ADS_1


"Hugo sekarang adalah namamu"


aku dengan cepat memberI tahunya apa yang ingin kukatakan terasa sulit untukku memanggilnya jika dia tidak memiliki nama dan kuharap dia seperti nama yang kuberikan, tiba tiba suara langkah kaki nyaring terdengar seseorang berlari mendekatiku saat dia berada di depanku dia langsung membari salam dan langsung menyampaikan maksudnya untuk membantuku bersiap karna ada tamu penting.


"permisi, kau belum memperkenalkan dirimu"


"oh..maafkan saya tuan muda, saya Butler dari bangunan di sisi timur dan nama saya Julius va axrat putra sulung dari Viscount axrat"


dengan cepat dia membawaku ke ruang gantiku dan langsung merapikan pakaian ku menambah aksesoris yang membuatku tercekik lalu merapikan rambutku, dan terakhir dia memakaikanku sarung tangan berwarna putih dengan lambang agriche di pergelangan tangannya yang tertutup dengan lengan baju.


saat dia merasa sudah sempurna dengan cepat dia mengantarkanku ke bangunan utama, kesatria menyebutkan namaku lalu aku memasuki ruangan dan melihat seseorang yang bahkan tidak ada dI alur cerita duduk dI depan kakaku saat aku duduk di kursi yang bersebelahan dengan mereka perbincangan mereka selesai dengan orang itu berpamitan dan keluar ruangan tampa kusadari aku menunjukkan ekspresi dingin saat aku menyadari apa yang kulakukan dengan cepat aku mengambil amplop berwarna hitam dengan pola pola aneh yang berwarna emas, aku berpura pura melirik kakaku dan langsung membukanya.


amplop itu berisi kata kata panjang yang bermakna aku harus pergi ke akademi bangsawan sebagai perwakilan untuk tahun ini dan surat itu bertuliskan aku wajib berada disana dalam waktu tujuh hari karna minggu depan bertepatan dengan dimulainya akademi.


kakaku tidak mengatakan apapun dan langsung meninggalkan ruangan lalu ta berselang beberapa lama cella memasuki ruangan dan mengatakan barang bawaanku sudah disiapkan dan Ron sudah berada di kereta menungguku.

__ADS_1


Tampa basa basi aku langsung menuju gerbang utama untuk pergI secepatnya dari kediaman duke semuanya memang termasuk dalam rencanaku tapi aku ta menyangka semuanya akan berjalan lebih cepat dari yang kuduga padahal Ron harus membiasakan dirinya dalam posisi sibuk sebelum dia benar benar mengikuti kesibukanku.


lalu kenapa ada perasaan yang mengganjal dihatiku kucoba tepis perasaan itu dengan berbagai hal hal yang harus kulakukan kedepannya aku menoleh kebelakang sebentar lalu berjalan menuju kereta kuda di luar gerbang tampa menengok kebelakang sekalipun.


__ADS_2