Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
entah kenapa semuanya terasa membosankan


__ADS_3

Di kerajaan okeanos tempat aneas berada dengan luka disekujur tubuhnya dan rasa sakit yang seperti akan membunuhnya dia masih bisa tersenyum kosong dan meminum teh bersama bangsawan dengan gelar yang sama dengannya adik duke kerajaan okeanos yaitu River yang tidak ku ketahui apapun tentangnya karna dirinya tidak memerankan apapun di dalam cerita.


Kami berbicara sebentar sebelum dia pergi karna ada panggilan dari ayahnya yang merupakan mantan duke, menghela nafas lelah aku lengsung manaruh cangkir yang kuminum entah kenapa aku yang sangat tergila gila akan teh kini tidak bereaksi apapun.


"Tuan, apakah anda ingin kembali anda terlihat lelah" mendengar perkataan Ron langsung saja kubalas dengan sebuah anggukan tapI lagi lagi waktu istirahat ku harus terganggu karna seseorang yang mengajakku berbicara lebih tepatnya hanya dia yang berbicara sampai dirinya lelah dan pemit undur diri.


"Tuan, ada beberapa berkas yang harus anda liat sekarang apakah anda…"


"Aku tidak papa hanya sedikit lelah, aku akan melihatnya sebentar lalu beristirahat"


"Baik tuan" membaca beberaa berkas yang membosankan membuat mataku terasa berat dan tampa kusadari aku tertidur dangan berkas yang masih menumpuk belum kuselesaikan padahal itu adalah berkas berkas yang sangat penting dan harus di kembalikan secepatnya ke akademi, sedangkan Ron yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil bisa melihat tuannya melakukan hal hal yang tidak terduga tapi sayang karna situasi yang genting Ron terpaksa harus membangunkan tuannya.


"Tuan, bisakah anda bangun sebentar ada beberapa berkas yang harus menggunakan tanda tangan ada" mendengar seseorang aku langsung membuka mataku dan menandatangani berbagai berkas tampa melihatnya terlebih dahulu untuk masalah yang akan datang dipikirkan nanti saat masalah itu datang menimpaku.


Berjalan gontai menuju tempat tidur dan membaringkan diri di tempat yang sehalus awan lalu tertidur di dalam keributan orang luar yang membicarakan tentang hilangnya penjaga di bibir pantai dan serangan monster laut yang berdatangan yang sudah menghancurkan beberapa desa yang paling dekat.


Masalah itu sampai ke telinga Ron yang membuat Ron terdiam kaku dan menatap tuannya tidak percaya ini bukan lah tuannya yang dia kenal melakukan sesuatu tampa ada rencana apalagi sampai menghabisi sesuatu, pastI ada sesuatu yang salah.


Ron melihat pemandangan kota yang cukup memanjakan mata karna keindahannya tapi dia dengan cepat menutup gerden agar tidur tuannya tidak terganggu akan sinar matahari.


Melihat dan meneliti berbagai berkas yang ada menghela nafas lega bahwa semuanya berjalan dengan sempurna sekekali melirik tuannya yang seperti masih tertidur tampa tau sedari tadI aneas tuannya sudah terbangun dari tidurnya dan bergumam pelan.

__ADS_1


"Dunia nyata tidak akan sama dengan sebuah papan catur yang mana tidak akan ada penghianatan dari para bidaknya, aku ingin lihat apa yang akan kau lakukan saat aku berada di posisi terdesak" kata aneas dalam hatinya karna sebenarnya aneas memang sudah merasakan kejanggalan apalagi dengan penjaga kuda yang masih berani berada di bibir pantai dengan monster dia yang sepertinya sudah mengatahui ada seekor monster yang tinggal disana dan semua kejanggalan terjawab dengan rumor yang menyebar begitu cepat.


Meliriknya sebentar lalu kembali tertidur karna kondisiku yang tidak memungkinkan dengan keadaanku yang sekarang yang terkena hukuman.


Pagi harinya setelah aku terbangun aku menemukan sebuah pakaian formal yang akan kugunakan untuk pergi kesebuah upacara pengangkatan raja baru awalnya aku hanya ingin mengucapkan kata semalat dan pergi tapi melihat situasi sekarang aku tidak bisa berbuat apa apa dan harua tetap tinggal sampai aku menemukan solusi untuk semuanya.


Ron memasuki ruangan dengan sebuah nampan berisi sarapanku menaruhnya tepat di depanku.


"Tuan, acara akan dimulai sekitar empat puluh menit lagi jadi masih ada waktu untuk ada bersiap siap dan sarapan" mutlak itulah yang kuambil dari kata katanya yang bernada dingin dan terkesan memaksa padahal aku adalah atasannya tuan yang harusnya dia dengarkan perintahnya atau aku yang terlalu lembut belakangan ini yang membuatnya berani.


Membersihkan dirI selama sepuluh menit, berpakaian sekaligus memakan sarapan bersamaan memerlukan sekitar Lima menit, merapikan rambut dan hiasan baju yang merepotkan memerlukan waktu dua menit dan perlu memakan waktu sekitar sepuluh menit untuk tiba di aula melihat banyak kusi kosong membuatku menaikkan sebelah alisku bingung lalu langsung duduk di kursi yang disediakan untukku.


"Cukup, datang lebih awal sekitar Lima atau sepuluh menit sudah menjadi kebiasaanku jadi kau harus terbiasa dan berikan aku berkas berkas penting sebelum acara dimulai" beberapa menit setelahnya banyak para bangsawan berdatangan mengenakan gaun mewah yang membuat ku sedikit merasakan tatapan tidak suka dari para bangsawan yang hadir.


Mataku yang berwarna merah sedarI awal sudah ku tutupi dengan sebuah kain putih membuat ketidak nyamananku bertambah apalagi dengan kerumunan orang orang yang berbisik tapi masih mampu untuk kudengar disini benar benar tempat yang paling kubenci tempat dimana seseorang saling menjatuhkan hanya dengan perkataan, tempat para bangsawan mengincar kekayaan dan bermuka dua selayaknya rubah yang mengincar mangsa untuk mendapatkan energi kehidupan miliknya.


Semuaya membuatku muak apalagi dengan Luka di sekujur tubuhku yang membuatku semakin merasa tidak nyaman tapi terpaksa aku harus tetap tersenyum hanya untuk sekedar formalitas yang sering kulakukan di depan kemera walaupun aku tidak begitu menyukainya.


Hidup dalam sebuah topeng adalah sebuah ketidak nyamanan, saat aku memakai sebuah topeng kupura puraan aku harus melanjutkannya dengan kepura puraan yang tidak ada habisnya agar tidak ada retakan atau bahkan goresan di topeng yang telah terpakai sempurna, tidak nyaman tidak bisa bebas seakan akan topeng itu mengikatku dengan sebuah rantai.


Upacara telah selesai dan persa besar besaran telah dimulaI, aku merasa heran dengan raja yang menjabat sekarang mengadakan pesta padahal prajuritnya sedang berperang, aku berjalan keluar ingin meninggalkan aula pesta tapi raja memanggilku yang mau tak mau aku harus menghadapnya segera.

__ADS_1


Dengan aku yang di panggil sang raja di tengah tengah aula menjadikanku pusat perhatian.


"Kau ketua achlys yang baru kan, terima kasih telah menghadiri undangan yang saya berikan dan bolehkan saya meminta bantuan anda untuk mengatur masalah yang terjadi di perbatasan" sangat sangat keterus terangan yang membuatku merasa tidak nyaman dan membuatku berada di jalan buntu ingin menolak tidak bisa karna banyak faksi bangsawan yang menyaksikan dan aku juga memiliki tanggung jawab untuk hal itu lalu jika aku menerimanya akan ada bangsawan yang menganggap aku seseorang yang sangat gampang menuruti perintah seseorang.


"Karna menghormati anda saya akan meninggalakan salah satu hewan magis peliharaan saya selama satu bulan karna tidak mungkin bukan raja baru yang memberikan ribuan kontrubusi kepada kerajaan saat masih menjadi pangeran mahkota tidak bisa melakukannya, tolong jangan tersinggung dan beranggapan saya menganggap bahwa kerajaan ini lemah jadI hanya meninggalkan satu hewan magis saya benar benar tidak bermaksud seperti itu"


"Mendengar ketulusanmu aku akan membiarkanmu kali"


"Terima kasih yang mulai" sedikit menunduk karna ada batas yang harus kujaga dengan menanggung lambang ketua achlys di punggungku aku tidak bisa benar benar menunduk dan menjatuhkan achlys jika aku tidak menunduk aku akan sedikit mencoreng martabat sang raja.


Keluar dari aula pesta aku sedikit meregangkan dari yang mencekikku.


"Tuan anda sudah berusaha yang terbaik"


"Hmm, bilang ke akademi bahwa aku akan kembali sekarang"


"Baik tuan mengenai hal yang tuan katakan apakah saya juga perlu mengatakannya keakademi"


"Tidak perlu karna masalah ini sebagian besar aku yang menyebabkannya jadi tidak ada sangkut pautnya dengan akademi" tidak ada perbincaraan apapun setelah itu dengan aku yang memanggil blue flame of death, tiba tiba terlintas di ingatanku bahwa aku memiliki dua skil yang tidak pernah ku gunakan filling controller dan manipulation membuatku menghela nafas kasar.


"Kenapa aku baru mengingatnya sekarang, sesuatu yang sangat menguntungkan apakah sekarang aku mulai pikun"

__ADS_1


__ADS_2