
di tempat lain yang jauh dari kekaisaran okeanos terlihat seorang pemuda disebuah bangunan tua mengamati sendu setiap sudut ruangan yang dia biarkan tidak terurus perasaan sakit, penyesalan, keputusasaan, dan juga setetes harapan membuatnya selalu dalam posisi bimbang.
tatapannya beralih kepada sebuah kalung berlian di tangannya yang memancarkan cahaya merah yang begitu memikat dengan beberapa keretakan di setiap sisinya, lalu suara pintu terbuka mengalihkan atensinya ke arah asisten nya yang selama ini menemaninya.
"waktu terus berjalan mencoba untuk menyembuhkan Luka, tapi jika seseorang terus mengurung dirinya di waktu yang sama Luka itu tidak akan pernah sembuh apalagi menghilang, aku sudah menjadi asisten mu dalam waktu yang tidak bisa dibilang sebentar aku mengamati dan mengetahui banyak hal tentangmu, kau selalu menganggap enteng semua masalah lalu melupakan apa yang terjadi dalam waktu yang cukup singkat dan kau juga mampu menganggap semua disekitarmu itu tidak berarti lantas kenapa kau tidak bisa melakukan hal yang sama kepada aneas dan masa lalunya" setelah mengatakan itu terjadi kesunyian yang cukup panjang sampai tiba tiba asisten sang duke dengan santainya memukul kepala atasannya.
"sadarlah mengurung diri didalam masa lalu menyakitkan tidak akan mengubah apapun, kau hanya harus fokus kepada masa sekarang dan masa depan lalu menjadikan masalalu sebagai pelajaran, dimasa depan kau harus mencegah bagaimanapun caranya agar aneas tidak menjadi raja dan itu memerlukan kekuasaan dan kekuatan yang besar untuk sekarang kau hanya harus fokus kepapada hal itu dan terakhir sebelum umur aneas tujuh belas tahun kau harus menguasai setengah dari benua yang hampir hancur karna raja sekarang sangat buruk dalam memerintah, duke Edgar el agriche yang terkenal karna kepintarannya dalam mengatur strategI sangat lihaI mempermainkan keadaan yang terlihat sangat bodoh karna aneas agriche adiknya yang hampir mati berkali kali karna ulahnya sendiri"
dia terdiam dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh asisten nya, tatapannya terfokus kebuah dinding yang mana ada beberapa goresan yang membantuk sebuah tulisan dan banyak garis tersusun tulisan itu berisi "waktu berlalu maka roda takdir juga berputar aku hanya harus bertahan sampai saat itu maka aku akan hidup tenang jauh dari keluarga agriche" dengan sebuah garis garis yang diyakini Edgar adalah waktu yang aneas adiknya habiskan tersiksa dan terkurung tiba tiba tatapannya menghitam dan perubahan itu tentu tidak luput dari pengawasan asistennya.
"Edgar berdoalah semoga dia tidak mengingat apapun tentang exsperimen yang dilakukan keluarga agriche kepadanya yang membuatnya menanggung kekuatan besar yang memiliki bayaran mahal jika dia menggunakannya, lalu berharaplah bahwa adikmu tidak memakai mana yang dia miliki karna mana itu akan mengambil energi kehidupan yang dia miliki, tapi sepertinya mustahil karna akademi para bangsawan akan membuatnya menjadi jenius sihir yang akan manjamin dia akan lulus dalam tiga tahun" setelah mengatan itu dia meninggalkan Edgar yang merupakan duke yang paling ditakuti untuk terpuruk di dalam ruangan yang menjadi saksi bisu penderitaan aneas agriche.
di dalam ruangan Edgar hanya diam tatapannya kosong metanya menghitam bersamaan dengan jeritan dan tagisan seseorang menggema di Indra pendengarannya membuatnya terdiam kaku tidak mampu melakukan apapun, nafasnya tercekat dia memukul dadanya beberapa kali untuk membuatnya kembali bernafas dengan normal.
jeritan seseorang semakin menggema membuatnya berlutut dengan keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya wajahnya yang biasanya terlihat dingin Tampa emosi kini terlihat pucat.
__ADS_1
dia mencoba keluar dari ruangan yang membuatnya tersiksa tapi tiba tiba sebuah ilusi seseorang yang sedang diseret melewatinya dengan keadaan mengenaskan bercak darah, kondisi tubuh yang terus mengeluarkan darah dengan banyak Luka membuat langkah Edgar terhenti seketika.
sebuah ilusi berganti dengan seseorang yang tersenyum lebar kearahnya sambil membawa sepotong kue ditangannya Edgar ingin menggapainya tapi ilusi itu hilang seketika membuatnya menutup mata frustasi dengan kegilaan yang selalu menghantuinya.
"maaf" hanya itu yang mempu dia katakan berulang kali tampa bisa melakukan apapun untuk menebusnya Edgar masih ingat pelukan hangat adiknya untuk pertama kali walaupun Edgar tau pelukan itu hanya sebuah rencana yang disusun oleh aneas adiknya dan tidak ada sedikitpun ketulusan didalamnya tapi itu lebih baik dari apapun Edgar juga tau bahwa aneas adiknya selalu beranggapan buruk tentangnya tapi ta masalah karna jika aneas merencanakan sesuatu maka Edgar hanya akan merencanakan hal yang sama tampa mengganggu alur adiknya dan membiarkan adiknya menganggap semuanya berjalan sempurna karna memang inilah keahlian Edgar menipu dan mengontrol keadaan dibawah kendalinya sedangkan adiknya hanya mampu memanfaatkan keadaan yang memiliki kelemahan lambat dalam mengambil keputusan karna memiliki berbagai fikiran yang mampu untuk Edgar gunakan.
bertahun tahun Edgar merencanakan semua ini dengan menyuruh asisten nya untuk memberikan bekas Luka dengan cambuk mananya yang tidak akan hilang dan menimbulkan bekas Luka agar aneas tidak menjadi raja, menyuruh seseorang untuk menyebarkan fakta mengenai identitasnya secara perlahan untuk memperkuah kubu disisinya yang masih mendukung raja sebelumnya semuanya sudah direncanakan.
membiarkan aneas terkurung dalam kesalah pahaman mendalam Tampa memberikannya celah untuk mengetahui sebuah kebenaran, membiarkan aneas menbencinya secara perlahan karna hanya itu yang mampu Edgar lakukan untuk membuatnya membayar semua yang keluarganya lakukan.
exsperimen yang dikerjakan ayahnya bertujuan untuk membuatnya hidup abadi dan memiliki kekuatan ta terbatas lalu menjadikan dirinya sendiri yang terkuat di Lima benua dan menjadikan keluarga agriche menjadi penguasa, semuanya hanya karna keserakahan seseorang yang menyisakan sebuah penyesalan mendalam didalam kehidupan Edgar.
dia bisa menutup mata atas apa yang terjadi tapi hatinya selalu menolak untuk melakukannya hatinya selalu membawanya kesebuah pelati yang selalu menusuknya berkali kalI tapi entah kenapa dia selalu bertahan padahal dia memiliki pilihan untuk melarikan diri.
Edgar bibgung dengan dirinya sendiri dia tidak mampu mengatakan apapun tapi hatinya selalu mengatakan perkataan yang tidak mampu untuk dia pahami.
__ADS_1
semuanya dari awal adalah sebuah kesalahan.
yang tidak mampu untuk Edgar selesaikan.
di dalam kehidupan Edgar hanya ada dua kata yaitu aneas dan tidak aneas untuk mewakili rasa penyesalannya dan tidak untuk mewakili bahwa dia benar benar kelelahan untuk melanjutkan hidupnya untuk menolak semua yang terjadi kepadanya.
"aku kelelahan"
"tapi kenapa kakiku terus berjalan kedepan"
"kenapa hatiku memiliki perasaan yang tidak dapat dijelaskan"
"jika semuanya semakin merumit aku berharap aku tidak ingin merasakan apapun selama Sisa hidupku"
"aku bosan merasakan rasa sakit yang menusuk dengan perasaan hangat yang memeluk secara berulang"
__ADS_1