Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis

Menjadi Adik Kesayangan Sang Antagonis
seperti mawar


__ADS_3

"zeil"


"aku memanggilmu jadi berhentilah membaca buku dan tatap mataku aku ingin mengatakan sesuatu yang serius kepadamu, zeil"


"panggil aku rai baru aku akan berbicara denganmu"


gadis itu menatap tajam kepada lelakI yang dia panggil ziel sedangkan lelaki itu kembali membolak balikkan halaman buku yang dia baca dan tidak memperdulikan tatapan tajam sang gadis.


"aku tidak akan memanggilmu rai karna semua orang memanggilmu dengan itu dan aku mau aku memanggilmu dengan sebutan yang berbeda dari mereka bisakah kau mengerti…"


"AHHH…baiklah aku mengalah, aku memang tidak akan bisa menang melawan kepalamu yang kerasnya seperti bumi, raizel bisakah kau menatap mataku ada sesuatu yang ingin ku sampaikan kepadamu" raizel melirik perempuan itu sebentar kemudian menaruh buku yang dia baca sesuai permintaan perempuan di depannya raizel menatap mata sayu perempuan itu tampa kata mempersilahkan dia berbicara.


"rai aku memiliki satu permintaan untukmu" raizel diam menunggunya untuk berbica.


"jangan pernah membenci dunia karna dunia hanya ingin kau menjadi kuat, lalu jika suatu saat nantI tidak ada seorang pun yang dapat kau percaya dan kau hanya mengandalkan dirimu sendiri lalu bertarung walaupun kau sangat kelelahan maka larilah sejauh yang kau bisa, memang ini sangat bertolak belakang dengan caramu menghadapi masalah tapi sekali kali kau harus berlari"


"jika hanya itu, kau meminta permintaan yang sangat sia sia aku akan lari jika aku sudah lelah atau dalam kondisi terpojok dan satu fakta yang harus kau ketahui bahwa aku tidak akan pernah berada di dua posisi itu lalu kau juga memintaku untuk tidak membencI dunia sungguh aku sangat…"


"rai, entah itu kau melakukannya karna kau mencari tempat untuk melampiaskan perasanmu tapi…


"jika hanya itu yang ingin kau bicarakan maka pembicaraan ini sebaiknya tidak di lanjutkan karna aku benar benar sangat tidak ingin membuat keributan denganmu lagI yang berujung aku yang harus menyelesaikan hal hal yang kau sendiri yang memicunya, seharusnya kau tau bahwa kesabaranku sangat tipis dan aku tidak akan memulai jika seseorang tidak memulainya terlebih dahulu" raizel mrninggalkan Perempuan itu sementara Perempuan itu terlihat sangat frustasi menghadapI sifat raizel yang semakin hari semakin menyimpang dari sifatnya dulu lalu seseorang datang mengantarkan teh.


"Ian, semakin hari aku merasa aizel semakin menjauh dan dia semakin berubah"

__ADS_1


"manusia memang pada dasarnya akan berubah tapi sepertinya perubahan rai bukan hal yang buruk karna perubahannya itulah yang membuatnya mampu membalas mereka dan bertahan lalu memanjat naik ke posisi dimana tidak ada yang berani melawannya, bukankah kau menginginkannya hidup layak sesuai yang kau mau dia hidup dengan layak sekarang dan harga yang harus dibayar adalah dirinya yang dulu bukankah itu adil"


"tapi…aku merindukannya, aku menginginkannya yang dulu"


"kau tidak bisa menerimanya yang sekarang kan yang sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang dulu dan berarti kau benar benar tidak menyayanginya seperti kata raizel kau hanya menginginkan kasih Sayang dari keluargamu yang kau lampiaskan kepadanya jika kau benar benar menyayanginya sebagai kekasihmu…"


"cukup Ian, kau tidak mengertI dan kau juga tidak bisa mengerti sampai kapan pun semuanya tidak semudah yang terlihat dan semuanya tidak seperti yang matamu lihat, kau pasti mengira aku hanya memanfaatkannya untuk melampiaskan kainginanku kepada keluargaku karna aku terlihat sangat tidak menyukai perubahannya kau hanya mengetahui itukan dan itupun hanya dugaanmu, fikiran mu, perhitunganmu, kau kira aku tidak mengetahuinya disini aku meminta kepadamu tolonglah, jangan pernah menghakimi tentangku dengannya ataupun tentang lainya sesuka mu dan posisikan dirimu di posisi seseorang yang kau hakimi lalu bayangkan apa yang akan kau lakukan di posisi itu dan rasakan apa yang dia rasakan, aku setuju dengan perubahannya walaupun sifatnya hampir sepenuhnya berubah tapi ada satu hal yang tidak berubah dengannya yaitu dia tidak pernah berhentI merasakan posisi orang lain walaupun sekarang dia menyalahgunakan itu tapi itu lebih baik daripadamu yang menghakimi tampa mengetahui apapun, itulah kenapa tiga tahun aku tidak menyukaimu rian kau benar benar menjijikan lalu kau kan yang merubahnya sampai di titik ini"


rIan hanya menggaruk garuk kepalanya dan duduk di sebelahnya.


"memangnya kenapa jika aku mengubahnya, sebenarnya aku hanya sedikit mendorongnya dan karna dirinya yang ingin berubah maka inilah hasilnya sekarang"


"ada harga yang dia harus bayar walaupun dia harus mati berkali kali jika kau membuatnya menjadI seperti ini dia harus membayar lebih"


"tuan apakah anda bermimpi buruk tidak biasanya tuan kaget dengal hal hal kecil"


"ya, aku memimpikan sesuatu yang sangat buruk"


"Saya akan mengambil makan malam dan apakah tuan ingin memakan sesuatu selain roti"


"terserah" setelah aku menjawabnya dengan singkat dia pergi keluar dengan aku yang merasa buruk tiba tiba aku mendengar suatu suara yang membuatku mengalihkan perhatianku dan aku mengambil air putih yang berada di sebelahku menggoyangkan nya berbarengan dengan aku yang menyebarkan mana ku untuk mengetahui keberadaan lawan.


"Lima orang, padahal aku baru pengun tidur dan suasana hatiku sangat buruk setelah mengingatnya, apakah ini hadiah untukku"

__ADS_1


aku menjatuhkan gelas yang berisi air putih itu satu orang yang membunuhku sudah menodongkan pedangnya ke arahku lalu satu kertas melesat ke arahnya dia dengan lihai menghindarinya aku yang melihat itu mulai berfikir itu akan menjadi menyenangkan apalagi jika ada satu profesor yang berada di ruangan ini.


"manusia kuno apakah sudah berdebu sampai tidak bisa membunuh satu kesatria manusia"


"permisi aku harus mengoreksi kata katamu kesatria tidak akan menodongkan pedang ke sembarang orang apalagi hanya untuk uang"


"iayakah sepertinya kau sangat mempercayai kesatria "


"tentu saja aku percaya karna mereka itu menusia"


"satu juta jiwa yang di korbankan untukmu apakah semuanya orang suci sampai kau menganggap manusia adalah orang baik"


"aku memang awalnya tidak berfikir sepertI itu sebelum aku melihat masa lalumu"


"bukankah sangat tidak sopan melihat masalalu orang lain Tampa seizinnya"


"aku akan menjadi penjagamu atau seseorang yang kau kontrak atau bisa juga mahluk yang kau summons sudah menjadi pengetahuan umum yang terikat kontrak akan mengetahui masalalu masing masing"


"benarkah tapi aku belum mengetahui masa lalumu"


"kau akan mengetahuinya sebentar lagi dan kau hanya perlu duduk diam lalu biarkan aku menyakiti siapapun yang ingin menyentuhmu dan kau hanya perlu menjadi cantik lalu menunjukkan sinarmu seperti mawar"


"tapi maaf aku sudah memiliki duriku sendiri jadi aku tidak perlu kau melindungiku karna sedari awal aku memang seperti mawar"

__ADS_1


__ADS_2