
" sistem, cari tau dimana sekarang silvana agriche"
[ ***1000 poin di kurangi ]
[ melacak lokasi ]
[ lokasi di temukan, silvana agriche sedang berada dI alun alun*** ]
"seperti biasa kau hanya bisa merampokku dan membuat ku kesal" aku menghabiskan tehku dalam sekali teguk dan langsung melemper cangkirnya ke samping setelah itu aku pergi tampa rasa bersalah, baru baru ini aku kehilangan banyak poin dan aku sudah menggunakan semua koin ku untuk dI tukar ke poin sementara pendapatanku rendah dengan misi misi yang sulit.
seluruh pelayan dibuat takut dengan kelakuanku baru baru ini kelakuanku benar benar seperti agriche yang bertindak semena mena karna posisI yang lebih tinggi dari mereka.
cella menyarankan agar dokter memeriksaku dan kakaku menyetujuinya saja, hampir setengah jam aku di periksa dan hasilnya dokter hanya mengatakan keretakan jiwa yang menyebabkan timbulnya identitas baru karna ketakukan yang berlebihan darI kejadian masa lalu.
retakan jiwa kutebak dokter itu hanya asal sebut aku hanya berpura pura karna ektingku yang terlihat nyata, dokter itupun mengada ngada untuk menyelamatkan nyawanya karna jika dia bilang tidak apa apa dia akan disebut pembohong atau dokter gadungan karna jelas jelas prilakuku berubah dalam semalam.
jika di dunia ku dahulu ini di sebut multiple personality disorder atau kepribadian ganda adalah suatu reaksi terhadap trauma sebagai cara membantu seseorang untuk menghindarI suatu kenangan buruk, aku salut dengan dokter itu yang bisa membuat alasan secepat dan terlihat meyakinkan.
lalu apa yang harus kulakukan sekarang, aku merasa malas untuk ke alun alun dan menemuinya tapi jika aku tidak kesana poinku akan terbuang sia sia tampa pikir panjang aku menuju kandang kuda para petugas yang bertugas panik dengan tindakanku, dan cemas saat aku membawa salah satu kuda tampa mengatakan apapun aku memacu kuda secepat yang kuda itu bisa berlari, tidak butuh waktu lama aku sampaI di tempat teleportasi yang akan membawaku kealun alun.
aku menatap tajam dan mengatakan alun alun tampa bersuara, penjaga yang tau itu adalah perintah memerintahkan para magician untuk menghidupkan formasi sihir dan mengirimkanku ke alun alun.
sekarang aku sudah berada di alun alun aku masih setia duduk di atas kudaku yang menjadikanku pusat perhatian saat mereka melihat mataku mereka perlahan lahan menjauh dan berpura pura tidak melihatku kemudian berlari pergi aku tidak memerdulikan mereka yang kutahu aku hanya harus menemukannya di keramaian yang menjadi kacau karna keberadaanku.
dari atas kuda aku tidak bisa menemukannya yang kubisa hanya mempertajam Indra perasaku dan merasakan adakah yang menatapku tapi aku tidak merasakannya, karna tidak menemukan apapun aku memutuskan untuk membeli sesuatu tubuhku tidak nyaman karna teleport yang kulakukan tadi dan suara riuh menambah ketidak nyamananku, aku measuki satu buah restaurant tampa berfikir panjang dan memesan Teh peppermint karna di kehidupan sebelumnya aku terbiasa meminumnya jika aku sedang merasa tidak nyaman dan karna manfaatnya yang banyak.
karna Teh peppermint memiliki banyak manfaat untuk aktris seperti membatu mengatasi jerawat, meningkatkan energi, menyegarkan nafas, meningkatkan kesadaran mental dan fokus, membantu meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan berat badan karna manfaatnya yang banyak aku selalu meminumnya dan Ian juga menyuguhkanku Teh peppermint saat aku tidak enak badan akupun terbiasa meminumnya.
saat tehku di sugukan aku menghirup aromanya dan meminumnya sedikit walau efeknya belum berasa tapi aku rasa aku mulai membaik karnanya, di alun alun kerajaan inI berbeda dari yang kubayangkan karna di novel itu tidak di menulis apapun tentang alun alun kerajaan dan kupikir alun alun kerajaan ini sama saja dengan di duniaku hanya lapangan luas ternyata tidak memang lapangan ini cukup luas tapI di tengah alun alun terdapat tempat eksekusi mati dan itu membuat pemandangannya tidak terlihat indah lagi.
__ADS_1
harusnya ada beberapa plot cerita disini, tapi tidak ada entah apa yang di pikirkan penulisnya tapi aku tidak peduli dan bisa kupastikan ini adalah tempat kematian antagonist di akhir cerita dan itu bukan kakaku tapi pemilik menara sihir yang kekuatannya disegel untuk sementara waktu.
kakaku memiliki akhir yang cukup tragis tapi tidak sampai menewaskan nyawanya karna kekuasaannya yang melimpah dan kekuatannya yang setara dengan keluarga kekaisaran.
uang dan kekuatan memang benar bisa mengubah segalanya dan aku menyukai itu.
aku meminum tehku sedikit dan mendengar langkah kaki mendekat ke arahku, aku heran kenapa ada yang mendekatiku di saat semua orang menjauh karna takut akan mataku.
"permisi tuan apakah saya bisa duduk dI sebelah Anda" dia berkata aku meliriknya sebentar dia memiliki rambut perak dan bermata biru kandidat kuat untuk menjadi ratu saat raja yang sekarang mati.
"masih banyak kursi di sini aku ingin sendirian saat ini jadi bisakah anda pergi" pikiranku sedang runyam dan tubuhku sedang tidak enak apa salahnya jika aku ingin sendirian tampa ada siapapun disisiku.
dia menduduki kursi di depanku dan menggesarnya sampai tepat berada dI sebelahku, dia menesan minuman yang sama denganku dan terus berbicara sampai kepalaku di buat makin pusing karenanya.
" bolehku tau siapa namamu??"
"Isabella la rafirros, kembaran darI pangeran Louis le rafirros"
"aku disinI untuk mengecek apakah rakyat ayahku hidup dengan nyaman dan apakah ada kemiskinan di kerajaan yang di pimpin oleh ayahku, aku juga bersosialisasi dengan mereka dan memberikan beberapa uang aku juga kadang kadang ke tempat amal dan menyumbang, dulu aku kesini hanya untuk menjalankan tugas ayah tapI semakin lama aku semakin terbiasa dan nyaman berada di sini"
"oh… kau tidak harus menjawapnya"
"aku tau kau merasa tidak sopan bertanya padahal Kita hanya bertemu sekali, kurasa kau sudah terbiasa untuk terang terangan mengungkapkan apa yang kau pikirkan jadi saat kau sedikit penasaran kau secara otomatis bertanya kau tidak perlu bersikap formal dan memikirkan apakah yang kau lakukan itu sopan atau tidak, baiklah aku akan bertanya sebagai ganti kau bertanya kepadaku tadi"
"aku tidah harus menjawapnya kan dan kau juga tadi tidak harus menjawapnya tapi kau sendiri yang memeilih untuk menjawapnya" pikiran wanita memang aneh entah kenapa aku merasa dia aneh.
" tapi karna aku menjawapnya kau juga harus menjawapnya, jadi kenapa kau di sini??"
"aku sedang ingin sendirian jadi bisakah kau pergi dari hadapanku dan jangan menggangguku"
__ADS_1
"pfff, sebaiknya kau pulang kakamu mungkin akan cemas dan menyuruh ribuan pasukan untuk mencarimu, kabur itu tidak ada gunanya"
"tapi kabur bisa memberikanku sedikit waktu untuk memikirkan apa yang sebaiknya aku lakukan, sesuatu yang kau anggap tidak berguna sebenarnya ada gunanya tapi kau tidak menyadarinya" aku menghabiskan Teh yang kuminum dan meletakkan tiga koin emas kemudian pergi dari restaurant itu padahal aku ingin berlama lama disana tapi putri Isabella membuatku tidak betah karnanya.
aku duduk di salah satu kursi di alun alun poin yang kukumpulkan terbuang sia sia aku tidak bisa menemukan silvana Ibu aneas entah kenapa aku mulai kesal dengan alun alun yang besar tapi aku tidak bisa melakukan apapun karna alun alun memang seharusnya luaskan.
suara langkah kaki mendekat ke arahku, kurasa aku tidak akan bisa tenang di manapun aku berada seseorang itu langsung duduk di sebelahku aku melihatnya dari ekormataku wajahnya tidak kelihatan karna dia memakai tudung tapi yang jelas dia memiliki rambut coklat yang besinar.
dia berbicara kepadaku suaranya indah dan kemudian pergi.
"apapun masalah yang kau hadapi masalah itu tidak akan pernah selesai hanya dengan lari berbalik dan hadapilah apapun hasilnya itu kau pikirkan nanti, jangan berfikir terlalu keras apa yang kau pikirkan tidak akan mengubah apapun tampa melakukan sesuatu"
apa yang dia katakan apakah wajahku terlihat seperti memiliki masalah, kurasa tidak mungkin dia memiliki kesalah pahaman dengan ekspresiku tadi.
[ tuan, dia Ibu anda silvana agriche ]
"apa kau bilang, dia Ibu aneas bukan ibuku" aku berlari menegejar wanita tadI memegang tangannya dia berbalik kearahku aku menaruh coklat di tangannya.
"lady sepertinya kita memiliki kesalah pahaman aku sedang tidak memiliki masalah, aku hanya sedang ingin sendirian dan aku hanya sedang bingung kadang kadang aku merasa seperti ada yang mengendalikan tubuhku tampa sadar itu bukan masalah aku hanya sedang banyak berfikir dan ingin waktu sendirian"
"dari wajahmu tadI terlihat jelas bahwa kau menghadapi sesuatu yang tidak kira akan menghampirimu, dan juga kau seperti kelelahan"
"aku tidak memiliki masalah jika aku memilikinya aku hanya harus mengatakannya kepada kakaku"
"jika begitu syukurlah"
"aku akan pergi sekarang terima kasih sudah memperthatikanku padahal kita tidak pernah bertemu sebelumnya"
mataku perlahan kembali berwarna biru secara cepat tangannya gemetar, kurasa dia sangat menyayangi aneas tapi ada suatu hal yang membuatnya meninggalknnya dan dari reaksinya aku menyimpulkan ini berkaitan dengan matinya raja terdahulu.
__ADS_1
sebenarnya apa yang terjadi ??? membuatku sangat penasaran !!!