
Saat aku berada di akademi dengan keadaan cukup mengenaskan membuat para peri yang bekerja untukku mau tak mau memaksaku untuk menjauh dari ribuan berkas yang seperti akaj menelanku hidup hidup.
"Tuan pesta itu akan diadakan besok pagi, haruskah saya membatalkan kunjungan tuan" melepaskan ikatan yang menutupI mataku mengesampingkan rambutku yang sudah mulai memanjang, menatap dua peri yang menggantikan tugasku selama aku pergi berkunjung kesebuah benua yang jauh dari kata indah untuk kulihat dengan tubuhku yang dipenuhi Luka
"Apakau tau bahwa jika aku tidak hadir itu sama saja dengan..." ucapanku terpotong dengan Ron yang menaruh secangkir cairan berwarna ungu kehitaman yang langsung kutatap tidak suka kearahnya.
"Tuan, ini adalah ramuan untuk menyembuhkan luka anda mohon untuk segera meminumnya" mendengar perkataan itu tampa berbasa basi aku langsung mengambil sendok teh yang berada tepat disebalah cangkir teh yang berisi sebuah cairan yang terlihat menjijikan itu, mengaduknya perlahan mendapati kekentalan yang membuatnya semakin terlihat menjijikan dimataku lantas saja aku langsung membuang cangkir itu kesembarang arah. Toh, meminum obat dengan bentuk seperti itu hanya akan menyakitiku yang mendapatkan hukuman luka yang kudapat tidak akan sembuh.
Aku bukan orang yang akan melakukan hal hal yang sia sia tapi jika ada sesuatu yang bisa membuatku turun tangan untuk hal yang tidak berguna, berarti hal itu benar benar membuatku tertarik tapi dengan monster itu pengecualian karna aku terpaksa menghabisinya karna aku sudah menghabisi anaknya jika aku tidak melakukannya tentu itu akan berdampak baik kepadaku kedepannya.
Siapa juga yang bisa membiarkan pembunuh dari anaknya hidup bebas berkeliaran setelah membuat nyawa anaknya melayang , tidak akan pernah ada sampai kapanpun lalu jika aku membiarkan diriku sendiri menjadi seorang buronan itu sama saja menjari mati dan menantang malaikat maut yang sudah menungguku untuk mati kedua kalinya karna aku berhasil lolos dari pengawasannya dan berhasil kabur sampai menempati tubuh seseorang yang kuyakini sangat sial.
"Aku tidak membutuhkan obat itu, mau aku memakan segudang obatpun aku tidak akan sembuh jadi itu adalah hal yang percuma dan daripada kau memberikanku sebuah obat yang terlihat menjijikan itu lebih baik kau membawakanku berkas berkas penting yang harus kuurus sebelum acara besok yang otomatis akan membuat kesibukanku bertambah apalagi dengan pekerjaan yang kutinggal dalam waktu yang cukup lama.
Diam hanya itu respon yang kudapat membuat aku mengangkat sebelah alisku heran dengan mereka yang tiba tiba diam tidak seperti biasanya cerewet mengatur kehidupan pribadiku.
" hah...apalagi ini, kenapa!? Sebaiknya selesaikan sekarang aku tidak memili waktu hanya untuk berdiam diri" mendengar ucapanku raut terkejut terpampang jelas di wajah mereka seakan akan ditarik paksa menuju alam bawah sadar.
"Tidak ada hanya saja, bisakah tuan istirahat untuk beberapa waktu ini" mendengar perkataan ron membuatku lantas langsung berjalan melewatinya dan duduk dikursi kebesaranku, menatapnya lekat lekat dengan raut wajah datar.
"Aku sudah cukup beristirahat dan meninggalkan tugasku beberapa hari yang lalu di okeanos, jadi aku harus membayarnya sekarang" ucapku sambil menandatangani beberapa berkas yang kubaca sekilas.
" tapi luka tu..." aku mengangkat tanganku untuk menyuruhnya diam sementara tanganku yang lain lantas langsung mengambil beberapa berkas yang akan kuteliti dan kuperiksa.
__ADS_1
Selama hampir dua hari aku berada di okeanos tapi lihatlah keuangan kacau karna belum ada yang mengisi bidang itu apalagi dengan pengeluaran yang cukup fantastis setiap harinya membuat semuanya semakin kacau.
"Klub in... Ini...ini lalu ini bisakah kalian jelaskan bukankah sudah kukatakan dengan lantang bahwa jika mereka tidak bisa membuktikan apa kegunaan setidaknya yang unggul dalam Klub ini mereka tidak akan bisa mengikuti acara ini, jadi apa yang mereka tunjukkan kepada kalian berdua apa yang unggul dalam klub rebahan yang kerjaannya hanya menghabiskan koin akademi dengan nominal 100.000 keping koin emas dan 500 koin perak lalu terakhir 1000.000 koin perunggu, kau jelas mengatahui bahwa itu tidaklah sedikit" mereka para peri itu saking tatap dan berdehem untuk membuat perhatianku benar benar terfokus kearah mereka.
Sesuai dengan keinginan mereka aku menaruh sebuah berkas tempat ketempat sampah yang langsung menjadikan kertas itu abu didetik itu juga.
"Tuan, klub itu sangat membantu untuk seluruh akdemi apalagi dengan fakta didikan akademi yang menuntut sempurna, klub itu untuk peristirahatan para bangsawan dan jelas tuan tau bahwa bangsawan itu sangat berkuasa yang membuat mereka mau tak mau melakukan apapun sesuka hati mereka, mereka hidup bergelimang harta dan lalu..."
"Jadi maksudmu!?, aku harus kasihan dengan mereka" menggeleng pelan, menatap mereka berdua tajam dengan mata merahku yang seakan akan ingin memakan mereka detik itu juga.
Diam, tidak ada suara atau jawaban dari mereka yang sepertinya berusaha membela klub tidak berguna itu ada dua hal yang tidak kusukai dari klub ini yang membuatku ingin menghilangkan mereka semasa aku menjabat pertama permintaan anggaran yang begitu besar dan juga aku tidak masalah sebenarnya membiarkan mereka beristirahat tapi dengan adanya klub itu menganggu perkembangan bahkan memperhambat apalagi dengan fakta bahwa kasur adalah monster yang bahkan godaannya tidak bisa ku kalahkan sampai sekarang.
"Aku menyuruhmu berbaring setelah kamu bekerja lembur dua hari ini lalu ada seseorang yang mengganggu lantas apa yang akan kau lakukan" lagi lagi diam respon yang mereka berikan, melihat hal itu aku hanya mampu menghela nafas dan menyuruh mereka pergi meninggalkan aku dan ron yang saling tatap.
Sedetik kemudian aku mengambil berkas yang berada di tangannya yang merupakan berkas penting yang sepertinya ingin dia sembunyikan dariku.
Entah kenapa aku hari ini sangat sering menghela nafas, kepalaku yang pusing secara tiba tiba membuatku hampir kehilangan kesadaranku jika bukan karna Ron yang menepuk bahuku dengan sedikit keras.
"Tuan, wajah anda pucat. sebaiknya anda kembali kekamar anda dan saya akan mengambilkan obat untuk anda" mendengar hal itu aku langsung menepis tangannya dari pundakku.
Pandanganku memburam bersamaan dengan tenagaku entah karna apa seakan akan menguap, dengan aku yang tetap berusaha keras tetap membuka mataku, seakan akan kepalaku ditusuk jarum aku mencoba memanggil sistem untuk membuat kesadaranku tetap terjaga, Namun jawaban yang dua berikan benar benar membuatku mempertanyakan untuk apa keberadaannya selama ini.
[ maaf tuan, saya tidak bisa membantu anda untuk hal ini]
__ADS_1
[ errors ]
[ tidak dapat mengenali tuan ]
[ errors ]
[ perbaikan sistem ]
Membaca rentetan tulisan di layar hologram didepanku membuat kepalaku semakin sakit dibuatnya.
"KELUAR" aku tampa sadar berteriak beberapa kali sebelum Ron menuruti perintahku dengan enggan.seperti biasa untuk mempertahankan kesadaranku aku menyayat bayak Luka ditubuhku agar rasa sakit itu membuat kesaranku perlahan memulih dengan bayak sayatan ditubuhku ditambah kepaku seakaan akan pecah aku menatap bayangan dikaca besar di depanku menampakkan bayangan menyeramkan mata merah layaknya darah dengan pakaian acak acakan dengan noda darah di berbagai sisi apalagi dengan sebuah pisau ditangannya yang menitikkan tetesan darah kelantai aku mendur sesaat karna ketakutan yang seperti mengambil alih tubuhku, ta beberapa lama kemudian sebuah gelombang ingatan yang berlawanan dengan kehidupanku menghantam kepalaku yang membuatku berteriak kencang karna tidak tahan dengan rasa sakit yang bergitu menyiksa bagian kepalaku.
Kosong hanya itu setelah aku menerima banyak ingatan aneas yang menghujani kepalaku lebih tepatnya penderitaannya selama masa hidupnya.
Banyak informasi yang kubutuhkan untuk membawaku berhasil berlari dan terbebas dari banyak masalah di dunia ini tapi kenapa bukan lagi senyum kemenangan yang selalu kutampilkan setelah mendapatkan apa yang kumau tapi kekosongan yang membuatku diam beberapa saat.
Menggapai bayanganku disebuah kaca yang retak entah karna apa bayanganku dikehidupanku sebelumnya dan sumpah yang kuucapkan membuatku mundur dan banyangan itupun langsung berganti dengan aneas tubuh seseorang yang kutempati membuatku menghela nafas lega.
"Aku raizel, Artis sekaligus anak haram dari pebisnis ternama didunia yang tidak memiliki aturan sampai membuatku menderita harusnya perasaan berupa sedih, senang, dan perasaan tidak berguna itu harusnya hilang apalagi dengan harapanku kepada dunia dan seisinya, raizel kau harus ingat didunia ini atapun didunia sebelumnya kau adalah kau walaupun kau berada di dalam tubuh orang lain tapi jangan sampai kau kehilangan dirimu sendiri" ucapku dengan nada yang sedikit bergetar karna aku berusaha mengembalikan diriku sendiri dengan memutar seluruh ingatanku dikehidupan sebelumnya yang sedikit beruntung dari aneas.
Sementara itu disuatu tempat yang gelap seseorang wanita berambut coklat dengan banyak luka apalagi dengan dirinya yang diikat dengan rantai abadi dia terdiam mematung melihat raizel yang sekarang berada ditubunya aneas jantung mana dunia yang ia buat.
"Apakah sebegitu menakutkannya sebuah kebahagiaan dimatamu raizel hingga kau memilih memutar ulang kenangan yang paling kau benci hanya untuk membuatmu menjadi dirimu sendiri" setitik air mata jatuh mengenai sebuah tanaman mawar biru yangbberada dibawahnya menjadikan mawar itu layu seketika dia yang melihat itu lantas langsung membuat bunga itu kembali seperti sedia kala,walaupun dirinya terikat sebuah rantai yang membatasI seluruh pergerakannya tapi tetap saja dia berusaha sekuat tenaga agar mawar itu tetap hidup.
__ADS_1
Baginya mawar biru yang harusnya sudah layu jutaan ribu tahun yang lalu adalah alasannya hidup, sebagaimana mawar biru yang melambangkan kemustahilan yang menjadi sebuah kenyataan memberikannya setitik cahaya dalam kegelapan dan secercah harapan.
Dia juga menyukai kupu kupu seperti raizel yang menyukai mereka yang menurut raizel adalah sebuah lambang usaha, penantIan panjang, mimpi sebagaimana metamorposa sang ulat yang selalu mendambakan dirinya adalah seekor kupu kupu.