
aku menatap kosong ke arahnya yang menanyakan pertanyaan yang harusnya tidak dia tanyakan.
"kau hanya manusia kuno yang di buat dari ribuan aksara kuno dengan mengorbankan lebih dari satu juta jiwa manusia untuk menghidupkanmu hanya untuk melindungi seseorang yang memiliki posisi tinggi disini dan tugasmu hanya melindungiku bukan bertanya apapun mengenai ku"
dia diam perkataanku jelas menusuknya mau bagaimanapun dia sudah menganggap dirinya manusia untuk waktu yang lama tenggelam dalam ilusi yang indah dan aku tiba tiba menyadarkannya dari ilusi itu, aku sebenarnya tidak mau melakukan itu tapi perkataannya membuatku mengingat apa yang paling tidak ingin kuingat.
"jika kau marah sebaiknya jangan mengatakan hal hal yang paling tidak ingin di dengar karna mungkin orang lain tidak akan menerimanya apalagI yang kau katakan itu kenyataan"
" disini posisiku setera dengan kepala sekolah"
"dia sedang mengasingkan diri untuk beberapa waktu dan walaupun posisimu dengan nya setara tapi tetap saja jika dia kembali dia akan berada di atasmu karna para profesor memihaknya"
"kau mengatakan para profesor bukan semua kan yang berarti perkataanmu hanya untuk beberapa orang profesor saja, yang perlu kau ingat kau hanya perlu diam lalu mengikuti seluruh perintahku dan melihat ku berada di posisi tertinggi karna aku bukan orang yang bisa duduk diam berada di bawah orang lain"
aku menyandarkan diriku pada pilar di belakangku menghela nafas menatap kakiku yang baru kusadari bahwa aku tidak memakai alas kaki setelah itu aku menatap ujung lorong panjang yang tidak ku ketahui diaman ujungnya dia yang sadar akan arah tatapanku membuka sepatunya dan memakaikannya lalu dia bersikap seolah olah tidak terjadi apapun, entah kenapa aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya tentang apa yang aku kubur dalam dalam tapi ada sesuatu yang lain yang menahanku untuk tidak mengatakan apapun kepadanya dan menyuruhku diam.
"mengenai pertanyaanmu apakah aku merasakan sesuatu atas apa yang kulakukan jawaban dari pertanyaanmu adalah tidak aku tidak merasakan apapun bahkan kepuasan aku melakukan itu hanya untuk mencegah kejadian itu untuk tidak terjadi kepadaku, karna jika aku tidak melakukannya aku yang akan menerima nya semua perlakuan yang kuberikan, apakah jawaban itu memuaskanmu"
"aku diciptakan dari satu juta jiwa manusia, dan ada yang pernah mengatakan sesuatu kepadaku bahwa sifat asli manusia itu berada pada jiwanya lalu aku yang terbentuk dari gabungan jiwa tentu mengetahui keseluruhan sifat manusia dan aku juga mengetahui bahwa kau menyembunyikan sesuatu"
__ADS_1
"biar kutebak orang itu adalah orang yang menciptakanmu"
"sudah kuduga kau mengetahuinya"
"karna pembicaraan kita tidak terlalu penting, aku akan kembali sekarang" aku berjalan menuju kamarku tampa memperdulikannya bahkan untuk menengok kebelakang aku tidak memperdulikannya saat aku membuka kamarku Ron sedang menatap keluar jendela menyadari kehadiranku dia dengan sigap memberikanku kursi untuk duduk yang mengarah pada pemandangan di luar aku mendudukinya menatap bagaimana indahnya para bintang bersinar dengan bulan yang memancarkan cahaya matahari merasa jengah dengan itu aku menggeser kursiku membelakangi pemandangan indah dibelakangku.
"teh passionflower katanya sangat berguna untuk meningkatkan kualitas tidur karna ini sudah malam apakah tuan ingin memakan sesuatu"
"tidak ini sudah lebih dari jam sembilan malam aku tidak bisa memakan apapun karna itu buruk untuk kesehatanku sebaiknya kau ambilkan buku apapun itu"
"baik tuan" setelah mengatakan itu dengan sigap dia mengambil buku yang sudah tersusun rapi saat kami pertama kali berada disini saat kubuka buku itu kosong Ron yang menyadari itu kembali mencarI buku tapi kali ini dia memeriksanya satu persatu dan ternyata seluruh rak itu berisi buku yang kosong tampa ada tulisan sedikitpun, lalu aku menyalurkan manaku kedalam buku itu yang mana kertas putih itu perlahan lahan menunjukkan adanya huruf huruf acak yang kemudian menjadi kata kata, buku itu berisi kata kata rumit yang harus membuatku berfikir dua kali untuk menemukan maknanya dan tujuan dari kalimat itu sambil meminum teh buatan Ron yang menunjukkan perkembangan pesat tampa kusadari dua jam sudah berlalu yang mana aku harus tidur.
"tuan sudah dua jam berlalu saat anda meminum teh waktunya anda untuk tidur, karna kakurangan tidur juga memicu banyak penyakit"
"baik tuan, selamat beristirahat" aku membaringkan diriku aku tidak tau apapun setelah itu mataku langsung terpejam tampa menyadari waktu aku terbangun karna aura membunuh yang di tunjukkan kepadaku, aku hanya membuka sedikit mataku dan memejamkannya lagi berbalik membelakangi seseorang yang akan membunuhku.
karna dia terus mengarahkan aura membunuh ke arahku dan Ron yang tidaj bertindak menandakan dia tidak mengetahu apapun lalu menjaga yang bertugas untuk menjagaku selama masa jabatanku tidak bergerak itu berarti orang yang mengarahkan niat menbunuh tidak akan menyakitiku karna merasa terganggu dengan aura tidak mengenakkan itu aku bangun dan menatapnya setajam yang kubisa.
"bisakah kau tidak mengarahkan niat membunuh kepada seseorang yang sedang beristirahat karna itu benar benar sangat tidak sopan"
__ADS_1
"oh maafkan aku, aku hanya ingin mengecek apakah kau masih hidup karna sedari tadi orang yang ingin membunuhmu sangat banyak"
"apakah itu cara terbaru untuk mengecek apakah orang itu hidup atau mati, kau bisa melihatku bernafaskan bukan mengarahkan niat membunuh, apa kau tau sangat jarang aku bisa beristirahat dengan sangat layak"
"baiklah baiklah, lalu bukankaj kau melupakan sesuatu untuk dikatakan kepadaku"
"dibelakangmu" dia langsung berbalik kebelakang dan menemukan seorang pembunuh yang ingin membunuhnya dia yang bertarung membuatku kehilangan ngantukku di gantikan dengan tatapan bosan dia cukup kewalahan melawan pembunuh itu karna sepertinya pembunuh itu lebih hebat dari pembunuh yang dia bunuh sebelumnya.
aku melirik ron di ujung yang tertidur tampa menyadari apapun yang menunjukkan bahwa ada sihir kedap suara yang terpasang karna tidak mungkin dia yang bisa mendengar suara detak jantung bisa tidur nyenyak aku terus melihat bereka berbalasan serangan sampai kepala membunuh itu terpental sampai tepat kesampingku dengan wajahku yang terkena cipratan darah, aku membuka satu laci mengambil sapu tangan dan membasahinya dengan air bersih lalu membasuh wajahku.
aku tau apa yang berada di pikirannya yang mengatakan aku tidak tau terima kasih.
"jika kau berfikir aku tidak tau apa itu terima kasih maka fikirkanlah dulu tindakanmu yang menolongku tampa kuminta, jika kau menolongku tampa kuminta berarti kau sudah siap untuk tidak menerima apapun bahkan untuk ucapan terima kasih, aku tau sulit untukmu membiarkan orang lain mati padahal kau mampu mencegahnya sangat jarang aku melihat orang seperti itu dan aku menghargainya karna aku menghargainya aku tidak akan membalas kebaikannmu"
"Ap-apaan itu??"
"tidak semua orang membalas kebaikanmu dengan kebaikan apakau tau jika aku adalah orang impulsif yang bertindak tampa berfikir mungkin aku sudah mengira bahkan menuduhmu pembunuh tampa mendengar penjelasan apapun darimu, lalu itu akan menimbulkan masalah besar lalu walaupun itu terbukti itu hanyalah kesalah pahaman itu tetap akan menjadi masalah untukmu dan yang paling banyak dirugikan adalah kau, kau bangsawan seharuanya kau mengerti seberapa pentingnya kesan pertama itu"
"aku hanya ingin menolongmu"
__ADS_1
"kau boleh menolong orang lain sesukamu dan semampu yang kaubisa tapi pastikan kau tidak rugi akan perbuatanmu, seberapa kau mementingkan orang lain kau juga kadang kadang harus mementingkan dirimu sendiri dan sedang apa kau berkeliaran malam malam"
"aku tersesat dan menemukan ada seseorang yang ingin membunuhmu"