Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
rencana licik


__ADS_3

"kikuyo!"


ibu suri tercengang melihat tatapan mata dan wajah ariestha ia seperti terhipnotis Sehingga pikirannya menerawang kembali ke masa 18 tahun yang lalu


"Kikuyo, kau tau tuan muda Harson? itu sangatlah tampan lo,aku sangat menyukai nya dan aku pasti akan mendapatkan nya "ucap anakhanta dengan senyum girang


kikuyo menghentikan langkahnya sehingga membuat anakhanta ikut berhenti


"ada apa kikuyo?"tanya anakhanta heran


kikuyo menggeleng lemah kemudian tersenyum tipis kepada anakhanta


"aku Hanya terkejut mendengar nya ana, tenang saja kau pasti akan mendapatkan nya"ucap kikuyo dengan lembut membelai rambut panjang ana


anakhanta tersipu mendengar ucapan kikuyo, sedangkan kikuyo tampak diam memperhatikan wajah bersemu merah ana kemudian melanjutkan langkahnya tanpa menunggu anakhanta,


setengah bulan kemudian terdengar kabar bahwa duck Harson menikah dengan kikuyo hingga membuat anakhanta meradang , ia benar-benar marah mengetahui bahwa sahabat baiknya ternyata telah merebut cinta yang seharusnya menjadi miliknya


sehingga dengan amarah dia hadir di tengah-tengah pesta kemudian menyiram wajah kikuyo dengan anggur di hadapan semua tamu


"kau penghianat kikuyo!"ucap anakhanta berapi-api


"maafkan aku ana, aku tidak tega mengatakannya padamu jika sebenarnya aku dan duck Harson sudah di jodohkan "ucap kikuyo menunduk lemah membiarkan anggur itu mengalir di wajahnya


anakhanta mengepalkan tangannya mendengar ucapan kikuyo, ia sangat benci mengetahui bahwa kikuyo lah yang di pilih oleh keluarga bangsawan itu rasa irinya membuat ia lupa jika kikuyo adalah sahabat nya sedari kecil


"dasar kau ******, aku yakin kau menggunakan tubuhmu untuk menggoda nya kan!"ucap anakhanta menujuk wajah kikuyo


"ana aku tidak mungkin melakukan hal serendah itu, sejak kecil aku sudah di jodohkan, tolong jangan membenci ku"ucap kikuyo memelas


"aku tidak peduli kau sudah merebut impianku, aku membencimu ******!!"ucap anakhanta berteriak, sehingga membuat kikuyo hilang kesabaran

__ADS_1


plak!!


"cukup ana, selama ini aku selalu sabar dengan sifat mu!, tapi kali ini ucapanmu benar-benar sudah melampaui batas!, jangan membuat ku melupakan bahwa kau sahabat ku jika tidak aku tidak akan segan-segan menyeretmu dengan tidak hormat keluar dari sini!"ucap kikuyo dengan tatapan tajam, anakhanta terkejut karena baru pertama kali nya ia melihat kikuyo marah bahkan sampai memukul nya


"ada apa kuyo, siapa dia berani sekali bertingkah angkuh di kediaman keluarga duck!"ucap Harso menghampiri kikuyo dan mengusap anggur di wajah gadis itu


"lupakan saja, anggap saja kali ini di sedang beruntung! jangan merusak kebahagiaan hanya karena ada orang tidak penting mengacau!"ucap kikuyo menarik tangan Harson meninggalkan anakhanta yang masih mematung mendengar ucapan kikuyo


"kikuyo, kau!!"ucap anakhanta geram memperhatikan punggung pasangan itu dengan dada naik turun


"ibunda?"panggil putri michela


sontak membuat ibu suri terkejut dari lamunannya menarik nafasnya dalam merasakan dadanya terasa sesak karena mengingat kejadian itu, kemudian kembali menatap ariestha


"aku memanggilmu karena aku mendengar rumor buruk tentangmu, aku khawatir jika kau hanya akan menghancurkan reputasi putra mahkota, ku dengar kau cukup dekat dengan nya!"ucap ibu suri tajam


"hamba mengerti yang mulia , jika begitu hamba harus melakukan apa agar yang mulia dapat percaya jika aku tidak seperti yang di bicarakan "ucap ariestha sopan menunduk


"aku tidak yakin kau mau melakukan nya nona fareday"ucap ibu suri dengan tatapan lembut tetapi menusuk


"semua ini demi kebaikan yang mulia hamba bersedia"ucap ariestha tenang hal itu justru membuat ibu suri diam-diam kesal


"jika begitu yang kau katakan, kau akan di uji dengan beberapa hal setelah kau bisa melakukan nya kau akan bersih dari semua rumor itu"ucap ibu suri membuat putri michela terkejut


"ibunda apakah itu tidak berlebihan"ucap michela menatap sang ibu khawatir


"ini semua demi kebaikan putra mahkota"jelas ibu suri datar memperhatikan Ariesta dengan tajam


setelah itu ariestha di bawa ke aula , terlihat semua orang sudah berada di sana termasuk pangeran tirtan dan pangeran ketiga Gerald , membuat ariestha tersenyum miring


"jelas-jelas ini sudah direncanakan!"gumang Ariestha memperhatikan sekeliling

__ADS_1


semua nampak memperhatikan ariestha dari ujung kaki sampai unjung rambut , ada yang terdengar mencemooh ada juga yang memuji kecantikan dari gadis itu , namun gadis benar-benar tidak mau peduli dengan ucapan orang-orang tentangnya, matanya terus saja menelisik setiap orang yang hadir seperti mencari seseorang di sana


"ada apa ini ibunda?" seketika semua mata tertuju pada suara itu termasuk ariestha karena ia sangat kenal dengan pemilik suara berat tersebut


"ibu sedang mencoba membersihkan nama baik salah satu calon selir dengan menguji nya secara langsung, kuharap kau tidak keberatan Demian"ucap ibu suri lembut


"terserah ibu saja"ucap Demian datar


ia sama sekali tidak tahu jika yang di maksud oleh ibu suri adalah ariestha hingga ia dengan tidak peduli berjalan ketempat duduk yang sedari tadi sudah di siapkan Khusus untuk nya , tetapi wajah Demian langsung menegang saat melihat bahwa yang ada di hadapan nya adalah ariestha ,


"ariestha!"gumang Demian seketika menoleh menatap ibu suri dengan tajam


sedangkan ibu suri hanya tersenyum menanggapi kemarahan Demian, lelaki itu panik kemudian kembali menatap gadis malang nya itu


, darahnya seakan-akan mendidih sehingga ia langsung berdiri, namun gerakan nya terhenti karena mendengar alunan musik yang terdengar begitu asing untuknya, semua orang tampak saling pandang tidak mengerti


namun keheranan mereka bertambah saat melihat Ariesta menari dengan indah di iringi musik itu, tarian India bercampur Arab yang bahkan orang jaman kuno tidak pernah melihatnya


semua orang seperti terbuai dengan lenggak lenggok tubuh ariestha , termasuk Demian dia benar-benar terpana dengan pesona yang gadis itu pancarkan


setelah musik berhenti begitu pun gerakan ariestha suara riuh tepuk tangan mengema semua orang tampak sangat senang melihat nya , membuat ibu suri geram dan langsung berdiri


"untuk menjadi seorang selir tidak hanya harus pandai menari dan menyenangkan mata, tetapi juga pandai berbudi bahasa dalam bertata bahasa seperti halnya dalam berpuisi"ucap ibu suri membuat seketika suasana menjadi kembali hening


Ariesta menghela nafas panjang ia sebenarnya sudah malas meladeni permainan yang di buat ibu suri ini tetapi karena ia dari awal mengikuti nya mau tidak mau ia harus melakukan nya


"cinta itu seperti kembang api yang mekar di musim dingin, sehingga panasnya dapat membakar seluruh yang ada di dekatnya


ketika Rona merah telah mewarnai wajah


hati yang beku akan semakin lama akan mencair melebur menjadi setetes embun cinta, itu adalah pertarungan dunia pertarungan sejati , dan pertarungan melawan diri sendiri"

__ADS_1


__ADS_2