Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
apakah kau meragukan performaku nona?


__ADS_3

Demian terkekeh mendengar penuturan ariestha, sedangkan gadis itu hanya diam melirik lelaki manis di hadapan nya itu


'sebenarnya dia manis, tetapi tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan nya' batin ariestha


Tiba-tiba Demian menarik tangan gadis itu dan mengajaknya berjalan,


"Kita mau kemana yang mulia"ucap Ariestha bingung sekaligus senang, entah lah dia suka dengan sentuhan yang lelaki itu walaupun sekuat tenaga dia harus membuang perasaan apapun yang datang padanya saat ini


"Kita keluar saja, aku muak dengan pesta lebih baik kita berduaan saja di luar"ucap Demian tanpa dosa, sedangkan ariestha hanya diam tak bisa berbuat apa-apa lagi


Isabel yang sedari tadi memperhatikan mereka, juga dengan cepat melangkah untuk mengikuti kemana mereka pergi


"Tidak akan ku biarkan kau berduaan dengan Demian!"Gadis itu masih dengan percaya diri nya masih berharap Demian akan mau menerima nya


, Sedangkan Demian kini sudah semakin menunjukkan perasaan ke Ariestha dengan berbagai macam cara, ya dia bukan tipe lelaki yang sabar dia juga tidak suka penolakan, jika ada yang berani menolaknya maka orang itu pasti akan mati Karena baginya lebih baik dia melihat orang yang di cintai nya mati dari pada harus melihat nya bersama orang lain Itulah, Demian


"Wah kebun bunga di kediaman mu ini lumayan juga"ucap Demian memperhatikan bunga-bunga yang tampak bermekaran di hadapannya


"Iya,aku juga sedikit terkejut"ucap arestha memetik salah satu bunga dan menciumnya


"Ais..aku iri dengan bunga itu, bisa di cium oleh mu"ucap Demian memperhatikan raut wajah gadis itu dengan seksama


"Kau bercanda yang mulia"ucap arestha tak ingin menanggapi setiap ucapan dari lelaki itu


Arestha tak ingin mempunyai keterikatan dengan lelaki dari jaman kuno di sini, dia tidak ingin ia menyesal, dia menghela nafas panjang kemudian melangkah hendak meninggalkan demian tetapi Lelaki itu mencekal tangannya


"Tunggu dulu ariestha!"ucap Demian terdengar serius, membuat gadis itu menatap wajah lelaki itu dengan lekat ada kekecewaan di sana entah lah ia merasakan hal itu


"Ada apa yang mulia?"ucap arestha pelan, ia sudah merasa cukup jahat karena mengacuhkan pangeran setampan Demian


"Jangan tinggalkan aku, aku mohon berikan aku kesempatan untuk bisa menyakinkan hati mu,"ucap Demian berharap, dia benar-benar tidak rela jika tidak dapat memiliki gadis itu


Ariesta Diam beberapa saat kemudian, mengangguk sebagai persetujuan, entah mengapa dia tidak tega

__ADS_1


"Itu tergantung performa mu yang mulia"ucap arestha datar kemudian dia kembali berbalik ingin segera menjauhi lelaki itu,


Tiba-tiba Demian memeluk ariestha dari belakang, dengan bibirnya menyentuh leher gadis itu kemudian sedikit meniupnya


"Apa kau meragukan performa ku nona,"bisik Demian membuat ariestha merinding,baru pertama kali nya dia begitu dekat


dengan seorang lelaki seperti ini Ariesta menggeram kesal, kemudian tanpa kata langsung memukul perut Demian dengan keras hingga kelaki itu mengaduh,


"Jaga sikap mu yang mulia, permisi"ucap Ariesta tegas, lalu dengan cepat meninggalkan demian, sedangkan lelaki itu tampak tersenyum walau sambil meringis


.


.


.


Demian masih senang menikmati kebun bunga tadi, sambil terus tersenyum membayangkan setiap reaksi ariestha, Ais.. baginya itu benar-benar lucu


"Yang mulia, ini sudah malam tidak baik terus berada di luar, aku takut yang mulia akan kedinginan"ucap Isabel sambil tersenyum malu-malu, membuat Demian berdecak kesal, dia paling tidak menyukai gadis yang berpura-pura polos


"Aku tidak apa-apa, jangan pedulikan aku"ucap Demian, berusaha masih bersikap baik dengan menahan kekesalan nya


namun Isabel bersingut mendekati Demian bahkan kini sudah menempel ke lengan lelaki itu dengan manja, tidak lupa terus menggosok-gosokan payu daranya, hingga membuat emosi demian hampir meledak


"Tolong jaga sikap mu!"ucap Demian geram, masih mencoba menahan emosi yang sudah di ubun-ubun itu


"Yang mulia, aku cuma khawatir jika anda tidak cukup hangat, makanya aku bersedia menghangat anda yang mulia"ucap Isabel dengan suara menggoda, namun entah mengapa demian malah semakin muak dengan gadis itu


Dengan kasar dia mendorong tubuh Isabel hingga tersungkur, membuat gadis itu memekik kesakitan, dengan segera lelaki itu membersihkan pakaian nya yang telah di sentuh Isabel dengan jijik


"Kalau kau berani melakukan hal ini lagi, akan ku pastikan kepala mu akan ku jadikan pajangan di istana ku!"ucap Demian dingin, segera berlalu meninggalkan Isabel yang masih mematung


"Kenapa dia berani menolak ku!"ucap Isabel mengepalkan tangannya tidak terima,

__ADS_1


"Pasti, pasti ariestha yang telah meracuni pikiran nya, akan ku bunuh kau ******!"teriak Isabel yang masih di dengar oleh Demian Lelaki itu berdecak kesal, namun ia tidak berniat untuk memberikan pelajaran pada gadis itu, menurut ariestha akan memberi pelajaran yang lebih menarik dari pada dirinya


setelah pesta usai para tamu pun tampak telah tak terlihat lagi begitupun dengan putra mahkota, ia juga telah berpamitan pada harson


ariestha yang sedari awal sudah malas langsung pergi hendak ke kamarnya namun saat hendak membuka pintu , tangan nya di tarik dengan keras oleh isabel


"apa yang sedang kau lakukan! "ucap ariestha menghempaskan cekalan adik tiri nya itu


"dengar kan aku pangeran demian hanya boleh menjadi milik ku! "ucap isabel dengan penuh penekanan , membuat ariestha tersenyum sinis


"ku lihat kau sangat percaya diri sekali ya, membuat ku merasa kasian"ucap ariestha dengan tersenyum penuh


"apa maksudmu,aku tidak peduli apapun itu yang jelas aku jauh lebih baik dari dirimu ******! kau tak pantas untuk siapapun, dengar! "teriak isabel murka dan langsung menyerang hingga ariestha terjermbab kelantai karena tidak bisa menghindar


karena mandengar keributan harson dan elzabet langsung datang dengan panik, dan alangkah terkejut nya harson saat melihat putrinya bersimpuh di lantai


"ariestha! "teriak harson langsung menghampiri anaknya yang malang itu,


"ayah, aku tau aku tidak pantas untuk siapa pun, aku bahkan tidak pernah berharap lebih pada pangeran demian, tapi kenapa adik menyerangku dan ingin membunuhku, aku takut ayah"ujar ariestha dengan berlinang air mata membuat emosi harapan memuncak, rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi karena mengacuhkan anaknya itu


"sayang mereka masih anak-anak jadi jangan... "


"anak-anak kau bilang, anak mu yang tidak punya sopan santun itu kau bilang anak-anak, didik yang benar putrimu itu elizabet! "ucap harson menekan kata-kata nya menatap mereka berdua


"ayah tadi aku hanya sedang emosi, aku benar, -benar tidak sengaja "ucap isabel mengiba


namun harson malah bertambah muak dan menatap tajam mereka berdua


"dengar elizabet aku akan benar-benar menceraikan mu jika kau masih saja tidak bisa membuat putri itu, patuh!! dia anak ku putri tertua di keluarga ini mulai sekarang tunduk kan kepala kalian padanya, agar kalian selalu ingat dari mana kalian berasal!"ucap duck harson dingin meninggalkan mereka sambil menarik ariestha bersamanya


'beginilah seharusnya 'batin ariestha mengusap air mata palsunya dengan senyum samar


sedangkan elizabet langsung melorot ke lantai tidak percaya dengan tangis histeris

__ADS_1


__ADS_2