Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
kau harus bertanggung jawab nona !


__ADS_3

keesokan paginya, terlihat lelaki bertopeng itu mulai membuka matanya merasakan sakit di sekujur tubuh, apalagi di area perut ia merasa di tindih oleh bongkahan batu besar hingga ia merasa sangat terganggu


ia mengerjapkan matanya beberapa kali menyadari dirinya tengah di dalam kamar, entah kamar milik siapa, namun yang lebih mengejutkan lagi saat melihat ariestha kini tengah memeluknya


"apakah ini mimpi, pantas saja perutku sangat tidak nyaman ternyata dia menindih nya dengan kaki"gumam lelaki itu memperhatikan ariestha yang masih terlelap memeluk erat dirinya, kemudian tersenyum


"lucu sekali"


tak beberapa lama gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya membuat lelaki itu kedandapan , bingung harus berbuat apa, akhirnya ia memutuskan untuk memejamkan matanya lagi, agar gadis itu tidak merasa canggung berhadapan dengan nya nanti


"em, ternyata belum sadar juga"gumang ariestha kemudian menempelkan tangannya ke kening lelaki itu


"tidak panas lagi, syukur lah"lanjutnya lagi kemudian gadis itu bersingut turun mengambil baju yang semalam ia lepaskan dan kembali mengenakan nya


"tampaknya semalam ada banyak hal yang terjadi"ucap lelaki itu, sontak membuat ariestha berbalik menatap nya


pandangannya mata mereka bertemu untuk pertama kalinya nya saat lelaki Itu tidak mengenakan topeng nya


'dia sudah sadar ternyata'batin ariestha terkejut, namun dengan cepat ia menguasai dirinya lagi


"iya karena hal bodoh yang kau lakukan kau bahkan telah membuat ku kerepotan setengah mati!"ujar ariestha kini telah bertolak pinggang menatap lelaki itu kesal


lelaki itu terkekeh pelan, memperhatikan sikap Ariesta yang menurut nya lucu itu


"kenapa kau malah cengengesan, apakah kau kehilangan akal karena terluka"ucap ariestha memalingkan wajahnya kembali duduk di salah satu kursi di dekat nya


"Tidak juga, tapi terimakasih telah mau merawat ku"ucap lelaki itu tenang setenang tatapan nya saat ini


"kau telah berhutang padaku,ingatlah itu di masa depan!"ucap ariestha pongah menatap lelaki itu penuh kesombongan


"tapi kau juga berhutang pertanggung jawaban nona!"ujar lelaki itu membuat ariestha bingung,pasalnya ia benar-benar tidak mengerti maksud dari ucapan lelaki itu


"apa maksud mu"tanya Ariesta langsung pada intinya, namun lelaki itu malah tersenyum penuh arti


"sesuai peraturan keluarga kami, siapa saja yang telah membuka topeng yang kami dan melihat wajah kami maka harus, bertanggung jawab dengan menikahinya"ucap lelaki itu sambil tersenyum

__ADS_1


sedangkan ariestha melongo masih mencerna setiap ucapan Lelaki itu, hingga membuat lelaki itu diam-diam tersenyum lebar


"namaku Justin, bukankah kau belum tau namaku, maka hari ini aku memberi tahu mu karena kau lah orang yang telah membuka topeng ku"lanjut justin membuat gadis itu tersadar dari lamunannya


"kau sangat menyebalkan, pergi lah dari kamar ku!"ucap ariestha setengah berteriak membuat justin lagi-lagi terkekeh pelan


"baiklah calon istri"ujar Justin dengan senyum yang di buat-buat membuat gadis itu kembali meradang kesal


namun saat hendak berdiri justin kembali merasakan sakit dia area dadanya hingga membuat nya hampir terjatuh untung ariestha dengan sigap menahan tubuh lelaki itu, kemudian dengan pelan kembali mendudukannya


"sangat merepotkan!"gerutu Ariestha menatap Justin dengan kesal


"istirahatlah, aku akan mencari kan mu makanan"lanjutnya lagi hendak melangkah keluar


namun tiba-tiba Justin menarik tangan nya hingga gadis itu tanpa sengaja memeluk lelaki itu dengan posisi yang intim


"hei sialan apa yang kau lakukan!"bentak ariestha mendorong tubuh lelaki itu kasar membuat lelaki itu meringis


melihat hal itu ariestha menghentikan gerakan kasarnya karena khawatir akan menambah sakit yang Justin rasakan


"bisakah kau melepaskan aku, posisi ini terlalu mengerikan"ucap ariestha pelan tapi dapat Justin rasakan kekesalan di ucapan gadis itu


"apanya yang mengerikan nona, bukankah kita akan segera menikah kenapa harus malu"ucap Justin membuat ariestha melotot


"siapa yang mau menikah dengan mu, dasar bodoh!"ucap ariestha menjitak kepala Justin keras


"cepat lepas kan aku,jika aku memaksa kau akan kesakitan,maka jangan membuat ku berbuat kasar!"ujar ariestha panjang lebar dengan wajah yang serius


Justin kembali tersenyum melihat sikap gadis di hadapannya itu,


'ucapnya yang kasar sangat tidak cocok dengan hatinya yang lembut 'batin Justin


setelah drama yang berbelit-belit akhirnya Justin melepaskan ariestha dan kini tengah duduk di kursi di dekat jendela memperhatikan bunga-bunga yang tampak bermekaran


"kemana dia pergi"gumang justin melihat kelangit dengan tatapan yang Sulit di artikan

__ADS_1


"sudah sangat lama aku tidak kembali, apakah banyak yang berubah di sana"gumangnya lagi menghela nafas panjang


tiba-tiba pintu kamar terbuka terlihat lah ariestha masuk dengan membawa nampan berisi makanan


"ayo cepat makanlah, agar cepat sembuh!"ucap ariestha meletakkan makanan tersebut di atas meja


"apakah nona sudah makan?,"tanya Justin membuat ariestha mencebik kesal


"bisakah kau memanggilku ariestha saja, aku sangat kesal mendengar orang memanggil ku dengan sebutan nona!"ujar ariestha bersungut-sungut membuat Justin gemas setengah mati,. namun lelaki itu bisa apa selain tersenyum melihat tingkahnya


"baiklah ariestha"larat Justin membuat ariestha tersenyum tipis


"ayo makalah, jangan memikirkan aku, aku bisa makan apa saja kau jangan khawatir"ucap Ariestha sembari membereskan tempat tidur yang tampak berantakan,apa lagi selimut yang tampak berserakan membuat kepala gadis itu pusing


"kenapa kau membereskan nya sendiri,bukankah akan ada pelayan?"ucap Justin heran


"kau pikir jika mereka melihat mu di kamarku apakah mereka tidak akan heboh, aku sengaja tidak membiarkan pelayan datang kekamarku hari ini"jelas arietha santai


Justin diam menatap ariestha yang masih sibuk dengan selimut yang tampak berantakan beberapa waktu yang lalu


"maaf"ujarnya lirih, ia merasa tidak enak melihat Gadis itu kerepotan sendiri padahal biasanya di layani oleh pelayan


Ariestha menoleh menatap Justin sambil menautkan alisnya heran


"untuk apa?"tanya ariestha bingung


"ya karena aku kau harus membereskan semua ini sendiri an,jadi.."belum sempat dia melanjutkan kata-katanya ariestha sudah memotong


"jangan terlalu di pikirkan, lagian ini hanya selimut kau jangan berlebihan,!"ujar ariestha menimpali


Justin kembali tersenyum mendengar ucapan gadis itu, setelah cukup lama saling kenal ternyata sifat gadis itu tidak lah terlalu buruk batinnya,


tiba-tiba ariestha memegang kening lelaki itu sambil menatap heran, membuat Justin membeku karena jarak itu terlalu dekat


"kau sakit lagi?,kenapa diam begitu lama"tanya ariestha masih dalam posisi yang sama

__ADS_1


'gadis ini'batin Justin gemas


__ADS_2