Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
ingat hanya ingin menghangatkan!


__ADS_3

semua orang tercengang mendengar puisi singkat yang di ucapkan oleh Ariestha termasuk Demian, lelaki itu terus menatap Gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


"singkat tetapi sangat indah"ucap tirtan memecahkan keheningan, ia bertepuk tangan di ikuti oleh semua orang


ibu suri semakin geram di buatnya, ia mengepalkan tangannya kemudian kembali berdiri untuk melanjutkan ujian


"seperti nya nona fareday menyukai pertarungan, maka ujian kali ini akan cocok untuk mu, yaitu bela diri, tunjukkan kemampuan mu nona"ujar ibu suri dengan senyum yang mengembang menatap ariestha , sedang kan gadis itu hanya diam tidak berekspresi


"ibunda, ini sangat tidak masuk akal, dia akan menjadi selir bukan prajurit jangan berlebihan!'ucap Demian menatap tak percaya


ibu suri hanya tersenyum tidak menanggapi ucapan Demian tatapannya lurus kedepan , kemudian tangannya memberi isyarat pada para prajurit yang sudah ia siapkan untuk langsung masuk dan menyerang ariestha


Demian menegang melihat semua prajurit secara bersamaan mendekati sambil membawa senjata mereka menyerang ariestha,


"Hentikan ini ibunda!"bentak Demian sehingga semua orang menatap kearah mereka


tetapi tidak menghentikan para prajurit tersebut menyerang ariestha, gadis itu tampak masih terus menghindar tanpa membalas serangan membuat ibu suri tersenyum sinis


"ada apa Demian bukankah kau bilang TERSERAH"ucap ibu suri melirik Demian yang terlihat sudah emosi itu


"tapi aku tidak pernah mengizinkan siapapun menyakiti nya, termasuk kau ibudanda!"ucap Demian menatap tajam menunjukkan bahwa dia benar-benar marah


ibu suri hanya menarik sudut bibirnya sedikit kemudian menoleh pada sang anak


"apa kau bisa memerintah ibu Demian?, ingatlah aku yang mempunyai kekuasaan tertinggi di sini!"ucap ibu suri pelan namun begitu tajam untuk demian


aaggghht!


suara itu membuat ibu suri dan Demian mengalihkan pandangannya ke sumber suara, terlihat ariestha mengarah kan pedang ke leher salah satu prajurit dan hendak mengayunkan nya


"hentikan!"teriak ibu suri murka


"beraninya kau melukai prajurit ku!"lanjutnya dengan tatapan tajam kepada ariestha yang masih setia menggenggam pedang


"ada apa ibu suri? bukankah anda yang mengatakan ini adalah bela diri"ujar ariestha masih terus mengarah kan pedang itu ke leher prajurit .


"lancang sekali kau menjawab seolah kau tidak bersalah, wanita tidak punya sopan santun kau sama seperti ibumu!!"teriak ibu suri tidak terkendali


namun justru membuat ariestha tersenyum tipis, karena tanpa sadar ibu suri menujukan sikap aslinya di depan semua orang

__ADS_1


"tidak ada peraturan yang mengatakan aku tidak boleh melukai siapapun ibu suri, bukankah dalam bela diri kita harus menerima resiko antara melukai atau pun di lukai" ucap ariestha tenang menjauh kan pedang dari leher prajurit tersebut


"aku tidak tau mengapa yang mulia begitu membenci saya tapi saya mohon berikan saya keadilan yang seharusnya"ucap Ariesta kini berlutut memohon ampun


terdengar banyak orang bisik-bisik membicarakan sikap ibu suri yang terlihat sangat menghakimi, membuat ibu suri menghela nafas berat melirik Demian yang tampak tersenyum tipis kearahnya


"aku benar-benar minta maaf, seperti nya aku terbawa suasana karena melihat prajurit yang selama ini selalu mematuhi ku terluka, untuk menebus kesalah pahaman ini aku membersihkan nama baikmu nona pareday dan memberimu kuasa untuk masuk keistana utama kapanpun kau mau"ucap ibu suri lugas dan berwibawa menutupi kesalahan yang baru saja ia lakukan


ariestha tersenyum mengejek kearah ibu suri, sedangkan wanita tua itu hanya diam sambil menatap tajam


semuanya terasa lucu bagi gadis itu, bagaimana tidak seseorang yang melemparkan senjata malah kelimpungan karena senjatanya itu sendiri


setelah semua nya selesai Ariesta memutuskan untuk kembali ke kamarnya lelah itu yang saat ini ia rasakan tentu saja


namun langkah nya terhenti karena Demian menghadang nya


"maafkan aku"ucap Demian merasa bersalah kini tengah berdiri dengan wajah memelas, sedangkan ariestha Hanya diam menatap nya


"tidak masalah"ucap Ariesta kemudian, langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan Demian


namun langkah nya kembali terhenti karena lelaki itu langsung memeluknya dari belakang,


"jangan tinggalkan aku"ucap Demian dengan nada lembut tepat di telingaku ariestha


"hentikan lah yang mulia, aku tidak mau di anggap ingin memiliki mu sendirian nanti"ucap Ariesta mendorong tubuh Demian lembut, tidak ingin sisi gelapnya meminta lebih


"aku memang hanya milikmu seorang nona"ucap Demian tersenyum manis, membuat ariestha membeku


bulsyit!


'kenapa aku merasa sedang di goda buaya darat sekarang'batin ariestha namun tetap saja wajahnya bersemu merah tidak bisa ia sembunyikan


"jangan konyol"ucap ariestha memalingkan wajahnya, malu


gadis itu segera beranjak meninggalkan Demian dengan langkah cepat , sedangkan Demian masih dengan setia memperhatikan gadis itu dengan senyum nya


"kau akan segera menjadi milik ku nona"gumang Demian tanpa sadar


.

__ADS_1


.


.


bruggkk!!


Ariesta langsung terlonjak dari tidurnya, ia mencari lilin dan mengarahkan nya kesumber suara , terlihat jendela kamarnya di buka ia semakin penasaran dengan apa yang terjadi, matanya terus menelisik kesana kemari namun alisnya bertaut setelah melihat seorang lelaki tengkurap tidak sadarkan diri tidak jauh dari jendela itu


"siapa dia, apa mungkin dia pembunuh!"ucap Ariesta berargumen ada rasa ragu di hatinya untuk mendekat


tapi rasa penasaranya lebih besar menguasai jiwa hingga dengan segera dia menghampiri sosok tersebut, dan membalik tubuhnya dengan kasar, mata ariestha melotot setelah mengetahui siapa lelaki itu


"hei kau, bangun!"ucap Ariesta mengguncang- guncang tubuh Lelaki bertopeng itu


gadis itu panik seketika setelah melihat luka yang lumayan besar menyayat dada lelaki itu, serta darah yang terus mengalir dari kening nya


"sebenarnya apa yang telah kau lalui, dasar bodoh! tidak bisa kah kau menjaga dirimu"lagi-lagi ariestha berargumen sendiri karena kesal , gadis itu lalu membuka baju lelaki itu dengan cepat , kemudian mencari obat dan perban, untung di kamar tersebut benda yang ingin di carinya itu ada , sehingga ia bisa bernafas lega


dengan cekatan ia mengobati luka yang ada di tubuh lelaki itu, sesekali menyeka keringat yang mengucur di wajahnya


namun saat hendak mengobati luka yang ada di keningnya, ariestha terdiam karena topeng itu menghalangi nya, setelah berfikir cukup lama akhirnya ia putuskan untuk membuka topeng itu


"lagian kenapa jika aku membuka topeng ini akukan ingin mengobati nya"gumangnya santai


dengan pelahan ia membuka topeng tersebut , sehingga terlepas dengan sempurna


"lumayan juga"ucap Ariesta saat menatap wajah dari lelaki itu,memang wajah itu cukup mempesona sehingga membuat ariestha langsung memikirkan sesuatu yang liar,namun secepat kilat ia menghilangkan perasaan aneh itu dengan kembali mengobati nya dengan Telaten


setelah selesai mengobati nya gadis itu kembali bersusah payah mengangkat tubuh itu keatas tempat tidur,


"berat sekali!, sebenarnya apa yang kau makan, dasar sialan"ucap ariestha meringis menatap lelaki itu kini telah di atas tempat tidur nya


"egg dingin"rancau lelaki itu menggigil kedinginan, ariestha langsung menumpukan selimut untuk lelaki itu namun sayang rancaun itu tidak kunjung berhenti, membuat gadis itu frustrasi, ia mengambil lilin berniat membuat api tetapi ia sadar hal itu justru akan membuat kamarnya terbakar


gadis itu terus berjalan kesana kemari memikirkan cara tapi tak kunjung membuahkan hasil


"oh aku ingat sesuatu"!gumang Ariesta langsung melepaskan pakaian bagian luarnya yang tebal dan menyisakan baju tipis yang biasa ia pakai untuk tidur,


segera ia berbaring di samping lelaki itu kemudian memeluknya dengan erat, sejenak masih terdengar suara rancauannya namun tidak lama lelaki itu bisa diam, membuat ariestha bernafas lega

__ADS_1


"tenanglah,ingat hanya ingin menghangat kannya bukan yang lain"ucap Ariesta mencoba menghalau kegugupannya, baru pertama kali bagi nya begitu dekat dengan seorang lelaki seperti ini , sehingga gadis itu panas dingin


"kalau saja ada cara lain, aku tidak akan melakukan hal memalukan ini, semoga besok pagi kau tidak memikirkan hal yang aneh tentang ku!"ucapnya lagi kesal


__ADS_2