Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
dua hati yang terpaut tanpa sadar


__ADS_3

"apa!"teriak ibu locetot antusias


"seharusnya kau bicara jujur sedari awal locetot dasar kau ini!"ucap wanita paru baya itu berkaca-kaca


Teresa hanya tersenyum simpul melihat reaksi wanita setengah tua itu, sedangkan locetot menghela nafas panjang, dia benar-benar merasa akan berada dalam masalah yang cukup rumit kali ini


"ibu aku ingin bicara dengan Teresa sebentar"ucap locetot menarik tangan gadis di sampingnya itu dengan cepat


Teresa hanya bisa pasrah mengikuti langkah locetot yang cepat di depan nya


"apa yang ada di fikiran mu putri, apa kau tau akibatnya yang harus di bayar ke depannya!"ucap locetot penuh penekanan ia benar-benar prustrasi di hadapkan dengan gadis yang suka seenaknya seperti Teresa ini


"aku hanya tidak tega melihat wajah ibumu bersedih"ucap Teresa kini menunduk dalam, ia tidak menyangka hal yang ia lakukan justru membuat locetot tidak nyaman


"itu adalah urusan ku, kau hanya orang luar tidak perlu Ikut campur!"ucaup locetot kesal , pikiran nya benar-benar kacau ia tau benar apa yang sebentar lagi akan terjadi dari akibat ucapan Teresa itu


"tapi aku hanya mencoba membantu mu,aku tidak ingin ibumu terus menganggapmu tidak.."


"ku lihat kau ini mulai bersikap seenaknya ya!,apa kau ingat status mu seperti apa sekarang!"ucap locetot menohok membuat Teresa langsung menangis sambil menunduk


locetot langsung pergi meninggalkan gadis yang tengah menangis itu tanpa kata ,


"kenapa semua lelaki begitu egois"ucap Teresa menatap punggung locetot yang hampir menghilang


"seharusnya aku tidak terlalu baik padanya,biar bagaimanapun dia adalah pengawal setia Demian, mungkin aku terlalu lugu hingga menganggap dia teman"gumang Teresa menghapus air matanya


"nak, kenapa hanya berdiri di sini"suara tersebut membuat Teresa benar-benar terkejut


" ib-maksudku nyonya, maaf kan aku"ucap Teresa menunduk canggung


wanita itu tersenyum kemudian mengelus rambut gadis itu dengan lembut


"tidak perlu begitu sopan, aku adalah ibu locetot jadi aku adalah ibumu juga"ucap wanita itu bersahaja


Teresa tertegun menatap wanita itu ,ia tidak menyangka jika ia akan di perlakukan dengan baik oleh orang tua locetot


.

__ADS_1


.


.


"Justin! dimana kau!"panggil Ariestha kini tengah berada di taman bunga aprikot celingak-celinguk berharap menemukan orang yang saat ini sedang ia pikirkan


setelah cukup lama gadis itu akhirnya mulai lelah, kesana kemari mencari Justin hingga ia putuskan untuk beristirahat sejenak di bawah salah satu pohon berbunga indah itu


"indah sekali tempat ini,baru pertama kali aku melihat begitu banyak bunga hingga menutupi tanah , benar-benar menenangkan"gumang nya pelan


"benarkah?"ucap seseorang membuat Ariestha sontak menoleh


mata ariestha terbelalak setelah melihat sosok yang saat ini berada tidak jauh dari tempatnya


tampak Justin tengah berdiri melipat tangan ke dada menatap ke depan, acu tak acuh


"ternyata sudah sehat, sedangkan aku kesulitan kesana kemari mencari karena khawatir"gumang ariestha lagi pelan


karena marah gadis itu akhirnya hanya diam saja ia benar-benar tidak ingin bertengkar kali ini,ia pikir itu juga tidak ada gunanya


Justin yang merasa gadis itu agak aneh karena tidak merespon dirinya, akhirnya menoleh memperhatikan wajah Ariestha yang kini terlihat kesal, memerah menahan marah


seperti tidak mendengar apapun, Justin pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Di detik berikutnya ariestha beranjak dari tempatnya berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu tampa kata


'dasar lelaki menyebalkan!'batin ariestha berapi-api


'kenapa juga aku harus menghawatirkan nya, jelas-jelas dia sangat sehat hingga bisa pergi ketempat ini Tampa hambatan,dasar gadis bodoh'umpat ariestha di dalam hati merutuki kebodohannya


"ariestha"ucap Justin seraya memegang pergelangan tangan gadis itu agar berhenti


gadis itu hanya diam menatap wajah Justin yang tampak bersalah, kemudian dengan kasar menepis tangan lelaki itu


"ariestha aku minta maaf kalau aku bersalah, tapi jangan diamkan aku"ucap Justin memelas , sedangkan gadis itu masih diam seribu kata


Justin hampir kehabisan kata, untuk membujuk ariestha namun gadis itu masih setia dengan diamnya, dan berlalu meninggalkan Justin

__ADS_1


"ariestha jangan kekanakan!"teriak Justin membuat langkah ariestha berhenti


gadis itu berbalik menatap jengah Justin, ia benar-benar tidak tau apa yang lelaki itu pikiran tentangnya, hingga ia sama sekali tidak menyadari kesalahan apa yang ia perbuat


"apa kau tau aku mencari mu keseluruhan bagian istana karena khawatir, dan tiba-tiba kau berada di sini dengan senyum jelekmu itu, kau menghina ku ya!"ucap Ariestha kesal berkacak pinggang


"ariestha aku.."Justin tak mampu berkata apa-apa lagi


namun ia merasa senang melihat ariestha begitu khawatir sampai-sampai marah padanya


"aku hanya menghawatirkan mu, tapi jika kau tidak ingin, aku juga tidak akan pernah melakukan hal bodoh ini lagi!"ucap ariestha berbalik meninggalkan Justin yang terkejut mendengar hal tersebut


"ariestha tunggu, aku benar-benar minta maaf aku mohon aku tidak tau kalau kau akan secamas ini"jelas Justin mengikuti langkah ariestha di belakang


ariestha yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas


'kenapa ini seperti adegan di film romantis saja, saat sepasang kekasih sedang bertengkar,ini menjijikkan 'batin ariestha muak


"lupakan saja Justin aku juga sudah menganggap ini tidak pernah terjadi!"ucap Ariesta malas, ia memang bukan orang yang suka menarik ulur masalah dengan berbelit-belit, ketika ia jenuh dengan semua yang tengah terjadi, seperti saat ini ia akan dengan mudah melupakan dan bahkan menganggap itu tidak pernah terjadi


"ariestha!"ucap Justin langsung menarik tangan gadis itu hingga berbalik menatapnya


"hei, apa! bukanlah aku sudah bilang lupakan saja!"ucap ariestha bersungut-sungut, sungguh ia muak dengan drama ini


"kau tidak bisa melupakan semua nya, kau pasti kelelahan karena mencari ku"ucap Justin serius


aahhh...


"apa-apaan kau ini, cepat turunkan aku"teriak ariestha kasar , sambil memukul-mukul dada lelaki itu


Justin tampak meringis karena ulah gadis itu, namun ia tetap tidak melepaskan malah mengajak nya berlari menyusuri kebun bunga tersebut, dengan tenaga dalam yang ia miliki ia melompat-lompat di antara pepohonan di sana hingga membuat gadis itu merasa takjub


'dia menggunakan peringan tubuh, tapi lumayan juga aku memang sudah sangat lelah untuk berjalan'batin ariestha memperhatikan pemandangan sekelilingnya


"apa kau menyukai nya?"ucap Justin membuat ariestha mendongak menatap nya


lelaki itu tersenyum saat netra mereka tidak sengaja saling bertemu, membuat ariestha memanas

__ADS_1


'sial berani-beraninya dia tebar pesona!'batin ariestha kesal


__ADS_2