
Seorang lelaki sedang duduk sambil menyeruput teh hijau,memperhatikan Ariestha masih terbaring di atas ranjang dengan jarak yang cukup jauh namun masih bisa terlihat jelas, kemudian ia meletakan gelas teh tadi dengan santai
Bruak!!
Pintu di buka dengan keras hingga membuat siapa saja pasti akan terkejut, tampak seseorang dengan tergesa menghampiri lelaki itu
"tuan, untuk apa anda membawa nona itu kemari apakah anda tidak tau itu akan merusak nama baik anda tuan!"cercanya beruntun
Lelaki itu masih diam kemudian melihat keluar jendela dan memperhatikan burung yang tengah bertengger diatas pohon
"tuan"ucap orang itu lagi kali ini dengan suara lirih
"sejak kapan kau mempunyai keberanian sebesar ini padaku locetot!"tekan lelaki itu kini telah menatap tajam pangawal sekaligus sahabatnya itu
"maafkan kelancanganku tuan, tetapi aku hanya khawatir kalau ada yang mengetahui hal ini nama baik anda akan tercemar"terang Locetot menundukan kepala
"ini akan menjadi urusanku,"ucap lelaki itu memperhatikan Ariestha
Disisi lain Ariestha mulai membuka matanya merasakan kepalanya yang berdenyut nyeri
"oh shitt!"gumang ariestha bersingut bangun membuat kedua lelaki yang ada di ruangan itu menoleh kearahnya
"anda sudah bangun nona?"ucap Demian berjalan mendekati Ariestha, terlihat gadis itu terdiam menatap lelaki yang mendekati nya itu dan mencoba mengingat sesuatu
*flashback on*
"siapa!!"teriak Ariestha dengan kesal mencabut panah yang sudah tertancap di salah satu pohon dan mematahkan nya
tidak berselang lama suara kaki kuda terdengar mendekat membuat ariestha menoleh ke sumber suara
ariestha mengernyitkan alisnya saat melihat pakaian yang di kenakan oleh sang penunggang
"sebenarnya ini di jaman apa kenapa pakaian di sini masih sangat kuno dan aneh, membuat mata ku menjadi sakit melihatnya"gumang ariestha sambil menatap sinis lelaki itu
"seperti nya panahku tidak mengenaimu" ucap seorang lelaki dengan santai nya
Ariestha berdecak kesal kemudian duduk di bawah pohon tadi sambil terus memegang kepalanya, sedangkan Demian hanya diam sambil memperhatikan gerak gerik yang di lakukan oleh gadis itu
"apa maksud dari ucapan mu itu, apa kau ingin aku terkena panahmu itu dan mati!"ucap Ariestha tanpa basa-basi membuat lelaki itu sedikit terkejut
namun di detik berikutnya lelaki itu malah tertawa geli membuat ariestha menjadi memperhatikan nya dalam diam,
"kau ini ternyata sangat lucu!"ucap lelaki itu kemudian menyeka air matanya, karena ia terlalu lama tertawa sehingga matanya menjadi berair
"kau malah lelaki teraneh yang pernah ku temui, dimana letak lucu dari ucapan ku tadi, hahhh.. mungkin hanya kau dan tuhan yang tau"ucap Ariestha sambil memejamkan mata masih terus menahan sakit yang menjalar di kepalanya
"karena tidak ada yang berani berkata seperti itu padaku tempatku kau tau!"ucap lelaki itu kemudian mencabut pedangnya dan menodongkannya di leher Ariestha
gadis itu langsung membuka matanya dan menatap tajam sang pemilik pedagang itu tanpa sadar kedua manik mata mereka bertemu Cukup lama
"CK, apakah kau ingin bermain dengan ku!"ucap Ariestha dingin
__ADS_1
dengan cepat ia menepis pedang itu sehingga terjadilah pertarungan yang lumayan sengit di antara mereka berdua, walaupun Tampak beberapa kali ariestha terkena pukulan karena sakit yang di kepalanya yang bertambah parah tapi lelaki itu masih terlihat kesulitan melawan nya
bruagg!!
lelaki itu terjatuh bersama dengan pedangnya sedangkan ariestha tampak berjalan mendekati tubuh lelaki itu dengan tertatih
"bangunlah!"ucap Ariestha mengulurkan tangan membuat lelaki itu terdiam beberapa saat sambil menatap wajah ariestha
"aku tidak punya masalah dengan mu, dan aku tidak tertarik menjadi musuhmu!"ucap Ariestha lagi dengan nada dingin tapi justru itu membuat lelaki tersebut tersenyum dan menerima uluran tangan ariestha
"aku sedikit terkejut dengan kepribadian mu itu nona!"ucap Lelaki itu menatap ariestha yang sedang menutup mata sambil melipat tangannya kedada
"aku juga!"jawab ariestha membuat lelaki itu menatap nya tidak percaya, kemudian menggeleng pelan
"aku punya penawaran menarik untuk mu nona!"ucap lelaki itu lagi membuat ariestha membuka matanya menatap dengan jengah lelaki itu
"aku tidak tertarik!"ucap Ariestha beranjak bangkit,namun kakinya terasa sangat lemah hingga ia pasti terjatuh jika tidak di topang
"kau baik-baik saja? ku lihat kau tampak lebih pucat dari tadi "ucap lelaki itu sedikit khawatir melihat perubahan wajah ariestha yang derastis
"lepaskan! aku tidak apa-apa!"tolak Ariestha kasar dan mendorong tubuh lelaki itu agar menjauh, membuat lelaki itu menatap sendu ariestha yang mulai berjalan dengan gontai
namun baru beberapa langkah ariestha berjalan gadis itu sudah terjatuh tak sadarkan diri membuat lelaki itu panik
"mau sampai kapan kalian mengintip ku dari sana, cepat keluar dan bantu membawa gadis ini kekediaman utama!!'teriak lelaki itu, sebenarnya ia tidak lah sendiri jika dia mau ia bisa menyerang ariestha yang hanya sendirian itu sedari tadi
*flashback off*
Locetot yang melihat sikap arogan ariestha naik pitang dan langsung mencabut pedangnya
"jagalah ucapanmu nona!"ucap Locetot menghunuskan pedangnya di leher gadis itu
Namun Ariesta malah menyeringai menatap Locetot membuat lelaki itu salah tingkah
"sepertinya orang-orangmu sangat suka ya menodongkan senjatanya pada seorang gadis"ucap Ariestha melirik Demian
kemudian ia memegang pedang itu dan menghempasnya dengan kasar sehingga locetot terhuyung
"aku bahkan tidak tau siapa kau, jadi kenapa aku harus menghormati mu?"ucap Ariestha kemudian kembali memegang kepalanya yang kembali terasa sakit
"Locetot! kau sangat lancang pada tamuku"ucap Demian dingin membuat locetot seketika langsung berlutut
"ampuni aku tuan, aku hanya tidak terima jika gadis ini memperlakukan tuan dengan tidak hormat, padahal tuanlah yang menyelamatkan nya"ucap locetot masih berlutut dengan setia di hadapan Demian
"pelayan yang setia, hingga aku sedikit terkesan!"ucap Ariesta langsung berdiri membuat Demian terkejut
"nona, kau masih belum sembuh benar!"ucap Demian mendekati Ariestha dan menekan tubuh gadis itu hingga kembali duduk di atas tempat tidur, ariestha yang merasakan tubuhnya masih lemas hanya bisa menuruti keinginan lelaki itu tanpa bisa melawan
"kalian semua keluar!"perintah Demian seketika semua orang yang ada di kamar itu langsung meninggalkan tempat itu
sedangkan ariestha masih diam memperhatikan wajah Demian
__ADS_1
"apa yang kau inginkan!"ucap ariestha penuh selidik
membuat lelaki itu tersenyum kemudian duduk di sampingnya dengan santai
"sebenarnya aku memiliki sedikit masalah nona?"ucap Demian masih dengan senyum menghiasi wajah nya
"itu bukan urusan ku"Jawab Ariesta malas lalu memalingkan wajahnya kearah jendela memperhatikan pepohonan yang rindang
tapi tiba-tiba tangan Demian menarik dagu ariestha sehingga pandangan mereka kembali bertemu
"tapi masalahku itu adalah kamu nona"ucap Demian sedikit berbisik membuat ariestha terdiam untuk sesaat, kemudian ia tersenyum smirk
"aku tidak tertarik pada hal semacam itu"ucap Ariestha mendorong tubuh Demian kasar namun tangan ariestha malah di tahan oleh Demian
"sayang sekali tapi aku tidak kenal penolakan"ucap Demian mencium tangan ariestha lalu menatap wajahnya dengan tatapan yang sulit di artikan
aristha mendengus kesal tanpa berniat berbicara lagi pada Demian
***
beberapa hari kemudian ariestha tampak berjalan memasuki kediaman fareday,
semua orang terlihat terkejut melihatnya yang terlihat begitu berbeda dan juga cantik, auranya terasa begitu mendominasi sehingga membuat orang yang melihatnya tak mampu berkata-kata
"se-selamat datang nona Ariestha"ucap salah satu pelayan ,namun gadis itu hanya diam dan melewatinya dengan sorot mata tak suka
"CK, namaku aries tidak ada tambahan lain!"gumang gadis itu kesal
"ariestha,"ucap Dack harson langsung berdiri setelah melihat kedatanganya,
"ayahanda"Ariestha menunduk, Harson tampak terkejut dengan sikap putrinya terlihat sangat asing, sedangkan Elizabet hanya tersenyum remeh kearah ariestha
"Ariestha bukankah kau sedang menjalani masa hukuman, kenapa kau sampai datang kemari kau tidak bermaksud membuat ayahmu malu bukan"ucap Elizabet tersenyum tipis kearah ariestha, seketika Harson menatap bingung putrinya dan istrinya itu, lagi-lagi lelaki itu kesulitan untuk memilih antara mereka berdua
"hukuman apa lagi ibu apakah kau belum puas menghukum ku hingga aku sangat terhina seperti ini "ucap Ariesta mulai menangis menatap Elizabet, memulai ektingnya
"jangan bercanda kau ariestha, atau kau memang sedang berencana mempermalukan keluarga fareday ini, sayang lihatlah putrimu itu begitu lancang padaku"ucap Elizabet mengiba memegang bahu Harson
"Elizabet apa yang kau lakukan kau tidak lihat dia sampai menangis, putriku tentu tidak pantas di rendahkan"ucap Harson menepis tangan Elizabet
Elizabet tercengang melihat sikap Harson yang tiba-tiba begitu memihak ariestha padahal biasanya dengan sepatah kata saja ia mampu membuat Harson mau tidak mau menghukum ariestha dengan sangat berat
"ayah, Jangan salahkan ibu dia mungkin tidak bermaksud untuk menyiksaku, dan memukuli ku,"ucap Ariestha berjalan mendekati Elizabet , namun dengan arogan nya Elizabet mendorong ariestha sehingga gadis itu terjatuh di lantai
Plak!
tamparan keras mendarat di pipi ariestha sehingga gadis itu kembali meringis,
"berani sekali kau berbuat kasar pada putriku!!"murka Harson, Elizabeth yang sadar atas ke cerobohannya langsung terdiam karena shock
' lucu sekali?'batin Zeline tersenyum samar menatap pasangan itu
__ADS_1
#bersambung