Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
ibu suri


__ADS_3

bukannya melepaskan demian malah semakin mendekatkan wajahnya pada ariestha , tentu saja hal itu membuat gadis itu semakin mendelik kesal


"puas?, tentu aku tidak akan pernah puas nona!, apalagi jika itu mengenai dirimu, kau mengerti!"ujar demian tanpa dosa membuat para calon selir yang menyaksikan mereka terkejut bukan main


ariestha menelan Salivanya kasar, baru kali ini ada seorang lelaki yang benar-benar keras kelapa atas dirinya, sebenarnya ia cukup merasa tersanjung akan tetapi ia mengingat bahwa mereka bukan dari waktu dan jaman yang sama membuat gadis itu berfikir keras untuk menolak lelaki itu walaupun tampaknya akan sia-sia


"yang mulia,. apakah anda ingin aku di benci oleh seluruh Harem, sehingga sengaja melakukan ini di depan umum!"ariestha menatap tajam Demian


lelaki itu tampak melirik kanan dan kirinya benar saja semua calon selir tampak memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka, cukup membuat Demian kesal


"aku tidak peduli dengan mereka yang aku pedulikan itu kau ariestha, jika memang kau merasa terganggu oleh sikap mereka maka saat ini juga aku bisa mengangkat mu menjadi permaisuri ku"Ariesta sontak terkejut sedangkan Demian terlihat sangat serius dengan ucapan nya


"jangan lakukan itu!"jawab ariestha cepat membuat Demian mengernyit heran


"kenapa bukankah kau ingin menjadi selir ku,.aku bahkan memberikan mu posisi sangat istimewa dari pada selir tapi kau!"ucap Demian tidak mengerti dengan jalan fikiran gadis di hadapannya itu


"aku memang ingin menjadi selir bukan menjadi permaisuri mu, jangan pernah katakan itu lagi atau aku akan mengakhiri hidup ku!"ucap ariestha mengambil pedang dari pinggang Demian dan menempel lainnya keleher, membuat Demian bertambah tidak mengerti baginya apa bedanya bukankah selir dan permaisuri sama -sama istrinya


"jangan lakukan itu nona!"ucap locetot panik


"aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku yang mulia!"ucap Ariesta lagi menekankan pedang tersebut ke leher nya sehingga darah segar mulai mengalir


Demian memalingkan wajahnya sekilas, kemudian menatap ariestha dengan raut wajah yang terlihat kecewa


"benar-benar keras kepala!"umpatnya kemudian ia langsung berbalik hendak pergi, namun sebelum melangkah ia melirik locetot


"buang pedang itu aku tidak ingin melihat benda itu lagi di hadapan ku!"ucap Demian kemudian melangkah meninggalkan istana harem dengan langkah cepat


prang!!

__ADS_1


pedang yang nampak mengkilap dan indah tersebut dilempar dengan kasar oleh Ariestha, entah mengapa dia begitu kesal melihat Demian pergi begitu saja


"payah!, sialan!"batin ariestha bergejolak kesal, kemudian ia berbalik hendak pergi namun langkah nya terhenti karena para calon selir yang lain seperti enggan memberinya jalan membuat emosi gadis itu semakin memuncak


"menyingkirlah! atau aku tidak akan segan-segan menebas leher kalian!"ucap ariestha tajam dengan aura yang mengerikan


seperti terhipnotis para calon selir itu langsung bersingut mundur memberi jalan pada nya, sedangkan ariestha langsung berjalan dengan cepat meninggalkan istana harem


"nona kenapa anda membuat kisah cinta anda menjadi serumit ini"gumang locetot memperhatikan punggung ariestha yang semakin menjauh


"ya tampaknya tuan mu juga sangat menyukainya?"ucap tirtan secara tiba-tiba membuat locetot bersingut mundur


locetot merasakan hal yang tidak enak dari ucapan tirtan hingga ia langsung berniat pergi, tetapi sayang Tirta sudah terlebih dalam menahannya


"yang mulia apa yang ingin kau ketahui?, locetot tidak mengetahui apa-apa percaya lah"ucap locetot memelas tirtan hanya tersenyum


"yang aku tahu tuanmu itu sangatlah kejam tetapi kenapa dia begitu tunduk pada seorang gadis dulu tuanmu itu bahkan membunuh teman masa kecil sekaligus calon istrinya sendiri hanya karena Gadis itu tidak mau mengenakan gaun yang ia belikan tragis bukan, aku jadi penasaran siapa gadis itu seistimewa kah dia?"ucap tirtan penuh penekanan


"hamba tidak tahu yang mulia, yang saya tahu ia adalah seorang nona tertua dari keluarga faraday yang sedikit menguasai ilmu bela diri"jelas locetot


sedangkan Tirta tampak mengangguk beberapa kali sampai akhirnya ia melenggang meninggalkan locetot dengan senyum khasnya sambil membuka lebar kipasnya tampak sedikit berfikir, entah apa yang ada di benak tirtan akan tetapi seperti nya lelaki itu tertarik dengan latar belakang ariestha


di sisi lain seorang pelayan berlari dengan tergesa memasuki istana ibu suri


"yang mulia"ucap pelayan tersebut langsung bersimpuh di hadapan wanita paru baya yang tengah mengelus-elus kepala putri bungsunya


"ada berita apa hari ini suliya?"ucap ibu suri Tampa mengalihkan pandanganya


"putra mahkota yang mulia, dia secara terang-terangan bertengkar dengan seorang calon selir"ucap suliya dengan raut wajah yang serius

__ADS_1


ibu suri langsung menghentikan aktivitas nya kemudian langsung mengangkat kepala nya dengan cepat


"apakah Demian membunuh gadis itu di depan para calon selir suliya?"tanya ibu suri panik


"dia benar-benar Sulit di kendalikan"lanjut ibu suri frustrasi, sedangkan suliya menggeleng cepat


"tidak yang mulia kali ini putra mahkota hanya diam saja memilih mengalah dan pergi "ucap suliya membuat ibu suri mengernyit tidak percaya


"tidak mungkin suliya atau mungkin kau salah lihat, setahuku Demian sangat tidak suka di tentang, mana mungkin ia membiarkan seorang gadis menentang nya di depan umum" ucap ibu suri bersekukuh tidak mau percaya


"ini benar yang mulia, bahkan seluruh penghuni istana harem melihatnya sendiri"ucap suliya penuh keyakinan


ibu suri awalnya tidak percaya namun setelah melihat keseriusan di wajah suliya akhirnya ia mau percaya , namun kini di hatinya penuh dengan rasa ketakutan yang besar


"siapa dia suliya"tanya ibu suri datar


"dia adalah nona tertua dari keluarga faraday yang mulia"ujar suliya


"panggil dia kemari aku mau melihat paras dan juga kemampuan nya"ucap ibu suri menatap nanar kedepan


"baik yang mulia"ucap suliya segera pergi meninggalkan tempat itu, setelah kepergian suliya ibu suri tampak menghela nafas panjang


"siapa dia? jika memang dia mampu membuat Demian begitu tunduk ini bukanlah hal yang baik untukku!"gumang ibu suri gusar


ibu suri anakhanta bukanlah ibu kandung dari Demian ,dia adalah selir kesayangan sang ayah, yang di angkat menjadi permaisuri setelah kematian ibu kandung dari Demian , ja


menyayangi Demian tetapi juga ingin merebut tahtan Demian untuk anaknya pangeran ketiga,


saat umur Demian menginjak 12 tahun sang ayah geyson dekara tewas di Medan pertempuran, mau tidak mau Demian sebagai putra tertua harus memimpin kerajaan namun dengan kelicikannya ibu suri memerintahakan agar hanya mengangkat Demian sebagai putra mahkota dengan alasan usia yang terlalu dini, sejak saat itu walaupun seluruh tanggung jawab jatuh pada Demian tetapi kakuasaan tertinggi masih milik ibu suri

__ADS_1


berbagai macam siasat wanita itu lakukan untuk menguasai seluruh sistem pemerintahan, tetapi sayang bayangannya tentang Demian meleset total ternyata anak berusia belasan itu sudah mampu menciptakan pasukan elit sendiri dan memberantas semua penghianat, termasuk salah satu metri yang selama ini menjadi kaki tangannya, beruntung Demian tidak mengetahui dalang dari semua itu adalah dia


__ADS_2