
Demian melangkah sedikit demi sedikit kearah Ariestha membuat jantung gadis itu terpacu lebih cepat
namun kesialan seperti nya berpihak pada gadis itu hingga Demian melihat baju Ariestha yang sedikit terlihat di sela-sela batu hingga gadis itu langsung tertangkap
"kau tidak akan bisa lari dariku ariestha!"ujar Demian mengangkat dagu gadis itu dengan senyum licik
"tinggalkan kami"perintah Demian membuat semua prajurit bayangan itu seketika menghilang
ariestha yang sudah sangat lemah itu, tak mampu melawan lagi bahkan untuk berbicara pun rasanya sudah tidak mampu akhirnya ia hanya menatap nanar demian, ia tidak menyangka hubungan nya dengan Demian akan seburuk ini
"aku sangat mencintaimu Ariestha, tapi kenapa kau menghianatiku, katakan sudah berapa kali kau tidur dengan nya!, katakanlah Ariestha!"ucap Demian kesal sambil menatap dalam mata gadis di hadapannya itu
gadis itu tertegun kemudian menggeleng dengan air mata yang terus mengalir di sudut matanya, membuat Demian kembali marah dan langsung menindih tubuh Ariestha kasar
"akan aku tunjukkan padamu aku lebih hebat darinya untuk memuaskan mu!"ujar Demian langsung ******* bibir Ariestha dengan brutal
lelaki itu terus melakukan aksinya dengan kasar, hingga membuat gadis itu meringis
"Demian!"ucap Ariestha lirih saat laki-laki itu lagi-lagi memainkan area terlarang nya
"berhenti lah bicara dan nikmati lah saja bukankah ini nikmat sayang"ucap Demian setengah berbisik
"kau yang berhenti Demian!"bentak Ariestha yang kini sudah sedikit mendapatkan energinya, entah dari mana tapi ia merasa ada aura yang sangat kuat sedikit demi sedikit mengembalikan tenaga nya
"aku tidak akan berhenti sebelum aku berhasil memiliki mu"ujar Demian menatap nanar Ariestha , sedangkan Ariestha menggeleng tidak percaya
"hen-hentikan..."ucap Ariestha lirih
ariestha mencari-cari sesuatu di dekat tangannya karena kehabisan kata-kata untuk menghentikan demian ,dan ternyata ada batu yang lumayan besar di dekat tangan kirinya dan
akggh!
Demian memegangi kepalanya yang tampak berdarah, sedangkan Ariestha yang telah terlepas tampak bersingut mundur menjauhi Demian
ariestha langsung berlari sekuat mungkin walaupun tampak terhuyung kesana kemari, Demian yang melihat Ariestha pergi langsung mengejar sambil memegangi kepala
__ADS_1
"ariestha!"teriak Demian keras
gadis itu tampak langsung mempercepat langkahnya hingga tidak melihat Dengan jelas lagi ada batu berukuran sedang di depannya , hingga ia langsung terjerembab hingga kepala terbentur batu besar
"shhht.."gadis itu memegangi kepalanya yang terasa berdenyut
saat mengangkat kepala ia di kejutkan dengan sebuah pedang yang tampak berkilau di atas batu di hadapan nya,pedang itu seperti di kelilingi pedar merah menyala membuat gadis itu takjub, sejenak melupakan apa yang sebenarnya terjadi padanya
"indah sekali"gumangnya menatap tanpa kedip
energi yang terasa hangat tiba-tiba datang seolah memeluk dirinya hingga membuat gadis itu merasa sangat familiar
akhirnya karena penasaran gadis itu mencoba mendekati benda tersebut
"jangan!"teriak seseorang membuat Ariestha menghentikan gerakan tangannya ketika hendak menyentuh pedang tersebut
mereka beradu tatap, demian tampak ketakutan melihat Ariestha yang hampir memegang pedang itu
"aku mohon jangan sentuh pedang itu, kau akan terbakar Ariestha, ayo kemarilah!"ucap Demian terlihat tidak sabaran
"jika memang aku akan terbakar lebih baik aku menyentuh nya dari pada harus melayani nafsu bejat mu!"jawab Ariestha dengan tatapan dingin
sedangkan Ariestha tanpa rasa takut sedikitpun ia langsung memegang pedang tersebut , dan benar saja tangan Ariestha langsung merasakan panas hingga menjalar keseluruh tubuhnya
aaaaaaghhhh.....
gadis itu berteriak kencang hingga membuat burung-burung di sekitar sana berterbangan menjauh,
"cepat lepaskan Ariestha!"teriak Demian
terlambat, pedang tersebut tidak mau terlepas seperti melekat di tangan Ariestha hingga membuat gadis itu harus merasakan panasnya terbakar sampai ke tulang sumsum nya
sedangkan Demian terlihat kacau melihat gadis yang ia sayangi tampak terbakar tetapi dia tidak mampu melakukan apa-apa
karena tidak sanggup terus melihat gadis itu menjadi abu akhirnya ia putuskan untuk meninggalkan tempat itu walaupun hatinya sanggat teriris mendengar Ariestha yang terus menjerit kesakitan
__ADS_1
"maafkan aku Ariestha"lirihnya
.
.
.
seorang lelaki tua yang sedang bersemedi tiba-tiba membuka matanya dengan ekspresi terkejut,di detik kemudian ia langsung berjalan cepat menuju jendela dan menatap kearah tengah hutan yang kini tampak bercahaya merah
"ada apa guru, seperti nya anda sangat ketakutan"
lelaki tua tersebut langsung menoleh mendengar suara tersebut kemudian tersenyum tipis
"pangeran kedua, sejak kapan kau ada di sini"ucap Zhang muza sungkan kepada Tirtan
Tirta tersenyum manis kemudian mengikuti guru Zhang melihat keluar jendela
"aku kemari karena merasakan aura yang sangat kuat menekan ku guru Zhang, apakah anda tau apa penyebab nya"ujar Tirtan tidak sedikit pun menghilang kan senyum di wajahnya
"aku yakin kau pernah sedikit mendengar bahwa di negara kita ini memiliki pedang yang sangat kuat dan haus akan darah sehingga siapa pun pemilik nya harus menjadi pemimpin negara ini" ujar guru Zhang membuat tirtan mengernyitkan dahi kemudian menatap sang guru heran
"iya aku pernah mendengar rumor tersebut tapi mereka bilang itu sudah sangat lama sekali dan sekarang tidak pernah lagi mendengar tentang pedang tersebut" ucap Tirtan tenang
"itu karena orang-orang tidak ada lagi yang menceritakan tentang hal tersebut pada anak-anak mereka, atas perintah ibu suri, ia takut kedudukan nya akan tergeser jika ada orang yang benar-benar menemukan nya dan tampaknya keputusan ibu suri tersebut sangat menguntungkan untuk nya hingga sekarang"jelas guru Zhang membuat Tirtan makin penasaran
"Lalu apakah anda pernah menemukan nya atau mendengar cerita nya"kejar Tirta tidak sabaran
"iya aku telah menemukannya, tapi aku tidak menyangka bahwa benda itu sangat pemilih, dan menolakku menjadi pemilik nya"jawab guru Zhang melihat bekas luka bakar di tangannya yang tampak masih mengerikan
Tirta yang mendengar ucapan sang guru langsung menoleh dan memperhatikan Cahya merah yang semakin lama terlihat berkobar tersebut
"apakah cahayanya itu ada kaitannya dengan pedang yang anda maksud"ucap Tirtan a mendesak sang guru
"benar , inilah alasan mengapa hutan ini tidak boleh di masuki sembarang, selain berbahaya , pedang itu jika di Sentuh sembarangan akan membunuh siapa saja"jelas guru Zhang lagi
__ADS_1
Tirtan Hendak pergi ketempat itu, namun dengan cepat di tahan oleh guru Zhang
"jangan yang mulia, sekarang pedang itu sedang memilih tuannya ,kau hanya akan terluka jika kau mendatanginya , lihatlah cahaya merah itu menunjukkan tempat itu tidak bisa di dekati"jelas guru Zhang