
Setelah aresha menerima pesan tersebut ia langsung pergi dan menuju perusahaan ,Dia sangat bersemangat sampai-sampai Ia terus tersenyum
Bagaimana tidak Liliana mengirim pesan bergambar yang menunjukkan bahwa ia dan William sedang bermesraan di dalam kantor
'apa menurutnya aku akan cemburu ,benar-benar payah!' batin gadis itu dengan terus tersenyum
'di dunia ini siapa yang menelan habis apa itu cinta akan berakhir dengan menyakitkan, yah setidaknya itulah yang aku tahu dan tampaknya aku juga sudah terjebak ,batin Arisa dengan senyum kecut
Iya memasuki perantara kantor dan mulai berjalan dengan Anggun dengan semua sapaan dari staf-staf yang mengenalnya
" di mana William ?"tanya Arisa tanpa basa-basi
"tuan sedang ada klien penting di dalam kantornya"jelas HRD yang bertugas dengan ragu dan gugup
"oh, benarkah" ucap aresha dengan malas melanjutkan langkahnya hingga membuat wanita berambut sebahu itu langsung ketakutan
"nona mohon anda tunggu di sini saja, saya akan hubungi..."
"nona tolong, saya bisa di pecat jika anda kesana" lanjut wanita itu mengiba hingga membuat aresha muak dan menatap tajam
"kamu pikir saya ini siapa? saya aresha Li penerus perusahaan ini dan william sento itu hanya mengurus perusahaan ini tidak lebih, kenapa aku harus taat pada setiap ucapannya!?,jadi minggirlah aku harus menyelesaikan semuanya"ucap aresha dengan wajah tidak mengenakkan
akhirnya wanita itu hanya bisa diam dan membiarkan aresha pergi
di sisi lain william dan liliana tengah bemesraan dengan pakaian yang sudah tidak rapi lagi bahkan ada yang berceceran di lantai
__ADS_1
"kau tau sayang tadi aku mengirimi aresha photo mersa kita, aku sangat penasaran bagaimana reaksinya"ucap liliana dengan senyuman
namun tiba-tiba wiliam mendorongnya dengan keras hingga membuat wanita itu terkejut
"apa kau gila! aku bisa hancur jika dia marah dan menceraikanku! "bentak william membuat liliana mendesis kesal
"apa yang kau takutkan aresha sangat Tergila-gila padamu mana mungkin dia berani,"ucap liliana menenangkan
wiliam menghela nafas kasar dan menggusar rambutnya dengan asal
"entahlah, tapi aku merasa dia sudah berubah "ucap william lirih
liliana memeluk william dengan lembut membuat lelaki itu kembali lupa akan aresha
brugk!!
"wah, ada pemandangan lumayan menarik ya"ucapn aresha dengan senyuman mengembang
sontak saja kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu langsung merapikan pakaiannya karena banyak staf yang ikut melihat ,hingga membuat liliana kelimpungan mencari ceceran pakaiannya
"lelaki buaya dan wanita ****** memang sangat cocok"ujar aresha lagi mendekati mereka
"tenanglah aresha ini hanya kesalah pahaman"jelas William dengan wajah mengiba
"kesalah pahaman yang nikmat bukan? "ujar aresha menjatuhkan bobotnya di kursi ke besaran yang biasa di duduki william dengan anggun
__ADS_1
ia menatap nama william yang terpampang besar di atas meja dengan seringai kemudian membuang benda tersebut ke tong sampah hingga membuat william terdiam kaku
"apa yang sedang kau lakukan, aresha kau ingin mempermalukan suamimu hah! "teriak
lilana melihat tindakan aresha
"jadi kau tau dia suamiku,"ucap aresha dengan senyuman mengejek
"kau! " ucap liliana dengan kesal
"liliana sebaiknya kau kembali Ke tempatmu! "ucap william dengan tatapan tajam
"tidak perlu, mulai hari ini dia di pecat! "ucap aresha dengan senyuman mengembang
liliana tercengang cukup lama kemudiam ia tersenyum remeh menatang
"apa hak mu memecatku, kau bahkan tidak punya alasan melakukan nya, bukankah willam yang berhak atas segalanya! "ucap lilianna dengan arogan, hingga aresha tertawa renyah
"what do you think? "ucap aresha dengan tawa yang masih menghiasi wajah cantiknya
"come on baby wake up from your dream"
.
.
__ADS_1
.