Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
kedatangan putri teresa


__ADS_3

prang!


prang!


semua barang yang ada di kamar itu hancur berantakan seorang gadis dengan wajah penuh emosi tampak memegang kepalanya frustrasi


"tuan putri apa yang terjadi,apa yang anda lakukan"ujar pelayan , terkejut melihat kamar yang selalu terlihat rapi itu kini tampak mengerikan


"aku sangat kesal liyan, berani-beraninya pangeran Demian mendekati gadis lain yang bukanlah siapa-siapa dan mengabaikan ku yang jelas-jelas akan menjadi permaisuri nya di masa depan!"ucap putri Teresa mengepalkan tangannya tidak terima


setelah Demian membunuh calon istrinya dulu, ibu suri langsung menjodohkan nya dengan putri Teresa dari kerajaan tetangga untuk memperkuat dan memperbesar kerajaan nya


"tuan putri apa sebaiknya kita pergi mengunjungi pangeran Demian saja,dan melihat sendiri gadis yang begitu lancang itu!"saran liyan membuat Teresa terdiam kemudian menatap sang pelayan


gadis itu tersenyum sinis memikirkan sesuatu yang menarik


"benar juga, aku akan menunjukkan pada gadis murahan itu posisi nya yang sebenarnya!"ucap Teresa kemudian menatap cermin yang sudah retak di hadapan nya


setelah cukup lama bersiap putri Teresa akhirnya berangkat untuk mengunjungi pangeran Demian , ia sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran pada ariestha


'akan ku hancurkan wajah wanita ****** itu!'batin Teresa menggebu


kedatangan nya ternyata di sambut baik oleh ibu suri, wanita paru baya tersebut langsung memeluk dan mengajaknya berbincang dengan hangat


"ibu suri, aku sangat sedih saat mengetahui pangeran Demian telah mencintai perempuan lain"ujar Teresa membuat ibu suri langsung terdiam seribu bahasa


ia sudah menduga,kabar tersebut akan cepat terdengar oleh putri Teresa, namun dia bisa apa Demian sangat sulit untuk ia kendalikan, apa lagi saat ini hubungan nya dengan Demian sedang tidak baik


"tenanglah Teresa ,dia hanyalah seorang selir tidak lebih baik dari pada dirimu yang calon permaisuri"ujar ibu suri mencoba menenangkan gadis itu dengan senyum khasnya


Teresa terhenyak rasanya ia tidak ingin lagi menimpali lagi ucapan ibu suri, hatinya hancur karena mengetahui bahwa gadis itu kini telah mempunyai status di bandingkan dirinya


"selir?"gumangnya nanar


ibu suri merutuki ke bodohnya karena tanpa sengaja ia membuat gadis di hadapannya itu terkejut setengah mati


"sebenarnya Demian sendiri yang mengangkat nya, karena pemilihan para calon selir bahkan baru berlangsung, tetapi gadis itu begitu licik untuk menggoda hingga Demian langsung jatuh hati dan mengangkat nya sebagai selir"jelas ibu suri membuat Teresa semakin meradang


'berani-beraninya dia!'batin Teresa


"ibu suri aku ingin menemui pangeran Demian, apakah boleh"ujar Teresa sambil tersenyum kecut

__ADS_1


ibu suri hanya mengangguk sebagai jawaban, dengan cepat gadis itu pergi dari hadapan ibu suri begitu jelas bahwa gadis itu sedang kesal saat ini, membuat ibu suri menghela nafas panjang


.


.


.


"hei, makanlah aku telah bersusah payah membuat nya, kau tau!"ucap ariestha menatap Justin yang sedari tadi hanya diam melihat makanan yang ia bawa


justin mengernyit mendengar ucapan ariestha


"membuat,kau yang membuat makanan ini"tanya Justin heran , sedangkan gadis itu tampak menghela nafas berat


"Ais..berisik sekali"dengan cepat gadis itu merebut piring yang ada di tangan Justin dengan kasar


"memangnya kenapa jika aku membuat nya!"ucap ariestha menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Justin


dengan berat hati akhirnya lelaki itu membuka mulutnya dan membiarkan ariestha menyuapi nya


'makanan apa ini, rasanya sangat aneh'batin Justin , hampir memuntahkan makanannya


"heh, akhirnya habis juga"ucap ariestha menyuapkan makanan terakhir


'akhirnya penderitaan ku berakhir'batin Justin begitu bersyukur hampir menangis


"astaga kau ini seperti anak kecil makan harus di suapi , dan sekarang kau bahkan belepotan"ujar ariestha mengelap makanan yang tersisa di ujung bibir Justin


namun tiba-tiba Justin menggenggam tangan ariestha sambil menatap gadis itu intens


"kau ini ingin menyembuhkan ku atau ingin membuat ku mati nona!"ucap Justin membuat Ariestha menautkan alisnya


"apa maksud mu Justin!"ucap ariestha langsung melepaskan tangannya dari lelaki itu dengan cepat


"makanan itu.."ucapannya tidak ia lanjutkan karena takut ariestha tersinggung, dan memilih kembali diam


namun ariestha sangat peka, hingga ia langsung mengerti arah dan maksud ucapan Justin tersebut


"apakah makanan yang ku buat begitu buruk!"ucap Ariestha setengah membentak, membuat Justin gelagapan


"tidak, bukan begitu ariestha"ucap Justin terlihat begitu panik hingga lelaki itu langsung berdiri menyamakan posisi untuk menatap dan meyakinkan gadis itu

__ADS_1


"tadi kau bilang kalau makananku ingin membunuhmu kan!" ucap ariestha menatap tajam Justin


"aku tidak pernah bilang begitu nona"ucap Justin menyangkal dengan cepat


"kau tidak bilang begitu tapi tatapan matamu yang mengatakannya!"ucap ariestha mencebik


"ariestha aku tidak bermaksud seperti itu, tapi kalau boleh jujur rasa makanan itu benar-benar menyiksaku"akhirnya tanpa sadar lelaki itu mengakui jikalau makanan itu tidaklah enak


namun di detik berikutnya ia baru sadar dengan apa yang ia ucapkan tadi, hingga membuat lelaki itu merasa tidak enak hati


"ya, aku tidak mengira jika rasanya akan begitu mengerikan,asal kau tau semua bahan makanan di dapur istana ini sudah habis dan aku membuat makanan itu dengan bahan seadanya saja, tapi tenang saja semua bahan itu tidak beracun aku dapat menjaminnya dengan nyawaku"ucap ariestha serius


Justin melongo tidak percaya mendengar penuturan gadis itu, namun di detik berikutnya Lelaki itu terkekeh


"kau ini benar-benar unik ya "ucap Justin tersenyum tipis


ariestha hanya tersenyum menghendikan bahunya tidak peduli


"jangan terlalu memperhatikan ku , aku tidak ingin bertanggung jawab jika kau sampai mencintai ku"ujar ariestha jumawa membuat Justin tertawa Renyah


"benarkah, berarti aku akan patah hati kali ini"ucap Justin tersenyum penuh arti


sedangkan ariestha melirik sekilas saja, kemudian menatap keluar jendela memperhatikan dedaunan yang tampak tertiup angin


"nona ariestha, pangeran Demian ingin menemui anda, mohon untuk membuka pintu nya"ucap seseorang dari luar yang jelas arietha kenali


ariestha menoleh menatap Justin dengan tatapan bingung, kemudian berjalan mendekat


"bersembunyi lah ,aku tidak mau jika kau sampai celaka lagi"bisik ariestha kemudian menatap Justin serius


Justin hanya mengangguk sebagai jawaban, sedangkan ariestha langsung berjalan kearah pintu,namun tiba-tiba Justin menahannya


"berhati-hatilah,di istana teman bisa menjadi lawan,dan lawan bahkan bisa menjadi teman"ucap Justin membuat ariestha tertegun terpaku pada netra Justin beberapa saat


tok!


tok!


"nona?"


panggilan itu membuat Ariestha tersadar dan langsung membuka pintu kamar nya dengan cepat, tampaklah locetot tengah berdiri menatap nya, sedangkan di belakang nya pangeran Demian tengah berdiri menatap tanaman membelakangi nya

__ADS_1


__ADS_2