Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
kera yang cantik!


__ADS_3

lelaki memakai topeng itu akhirnya menghela nafas pendek kemudian tersenyum tipis kearah Ariesta, sedangkan gadis itu tampak begitu emosi sehingga aura membunuh nya sangat terlihat jelas


"hentikan lah kekesalan mu itu nona, jika aku mau dari awal sudah bisa membunuhmu"ucap lelaki itu tiba-tiba kembali berpindah ke atas pohon dan bersandar dengan santai


Ariesta hanya melirik sosok itu, dan ternyata lelaki itu juga sedang menatap nya, melihat gadis itu melihatnya lelaki itu langsung tersenyum manis, entahlah Ariesta merasakan ada aura yang familiar


"aku hanya ingin berteman"ucap lelaki itu membuat ariestha mengernyitkan alisnya heran


"teman, apa kau bercanda?"ucap Ariesta mengejek, sedang kan lelaki itu hanya menghendikkan bahu


"terserah padamu, mau menjadi teman, atau musuhku!"ucap lelaki itu dengan menekan kata-kata terakhir


ariestha terdiam mendengar pernyataan dari Lelaki yang cukup berbahaya di hadapan nya itu, akhirnya gadis itu menghela nafas kesal tidak dapat melakukan perlawanan lagi


"sesuai keinginan mu saja!"ucap Ariesta kemudian masuk kedalam kereta dengan kesal , sedangkan lelaki itu Hanya memperhatikan dengan seksama tidak lupa dengan senyum khasnya


perjalanan di lanjutkan kembali dengan suasana hening menyelimuti,baik Isabel maupun ariestha tidak ada Niat untuk berbicara, hingga mereka tiba di istana


saat mereka keluar dari kereta mereka cukup terheran karena tempat itu sudah nampak ramai oleh para calon selir dari berbagai daerah


"astaga siapa mereka, konyol sekali yang satu persis seperti badut sedangkan yang satunya lebih mirip seperti pelayan!"


tidak sengaja ariestha mendengar ucapan salah satu dari mereka, hingga membuat nya menatap tajam ke sumber suara


"menjaga ucapan itu perlu nona, jika tidak aku khawatir kedepannya kau akan kehilangan nyawamu dengan tragis!"ucap Ariesta berjalan mendekati gadis itu


gadis itu menatap sinis Ariesta sambil tersenyum remeh menatap penampilan ariestha dari atas sampai bawah, hingga matanya menangkap sebuah kalung berbandul Rubi yang tampak sangat indah di leher ariestha


"berani sekali kau berkata seperti itu kepada ku, aku yakin setelah mengetahui siapa aku kau akan berlutut memohon ampun!"ucap gadis itu


"tapi aku tidak akan perhitungan jika kau memberikan kalung mu itu kepada ku!"lanjutnya


"apakah kau terlalu miskin sehingga tidak mampu membeli perhiasan, kalau begitu aku akan menyumbangkan beberapa milikku bagaimana?"ucap ariestha mengejek sehingga membuat orang-orang di sana gaduh , ada yang menghujat ada pula yang memuji keberanian nya

__ADS_1


"kau!"teriak gadis itu mengangkat tangan hendak memukul, tetapi dengan sigap di tahan oleh seseorang hingga membuat gadis itu terdiam


lelaki itu menatap tajam mereka berdua sehingga membuat gadis itu gemetar tetapi tidak dengan ariestha


"apakah kalian tidak pernah di ajari ,tatakrama, sehingga bertengkar di istana,hah!"ucap lelaki itu tegas namun menebar pesona secara bersamaan, seketika membuat ariestha muak dan memalingkan wajahnya


"terserah kalian saja!"ucap ariestha datar, kemudian berbalik meninggalkan mereka begitu saja,


sehingga membuat lelaki itu tercengang karena terkejut,


"apakah pesona ku tak cukup untuk menarik perhatian nya,sial!"gumam lelaki itu menatap punggung ariestha yang mulai menjauh


ais...apakah kau bermimpi!


"pangeran ketiga, mohon maafkan saya"ucap gadis itu tadi memberikan hormat kepada lelaki itu,namun lelaki yang merupakan pangeran ketiga itu tidak mempedulikan sehingga membuat gadis itu kesal setengah mati


.


.


.


begitu putra mahkota di ikuti ibu suri memasuki perjamuan para calon selir tampak melebarkan matanya terpukau dengan ketampanan dan juga ke anggunan ibu suri , waktu seakan melambat saat melihat putra mahkota tersenyum tipis menatap mereka


"selamat datang para calon selir, bersantai lah dan nikmati jamuan ini sebagai salam perkenalan kita semua"ucap ibu suri ramah menyambut mereka semua dengan senyum merekah


pangeran Demian memperhatikan satu persatu para calon selir, matanya menyipit saat ia merasa tidak menemukan orang yang ia cari, hingga ia langsung berbisik kepada locetot


"akankah dia tidak datang?"bisik Demian


"maksud yang mulia nona besar pereday?"ucap locetot bingung hingga membuat demian melotot kesal,


"egg, tadi dia datang bersama nona Isabel dan sempat berkelahi dengan salah satu nona di sini yang mulia, terakhir kali aku melihatnya di taman mungkinkah..."belum selesai locetot berbicara Demian sudah melangkah meninggalkan perjamuan itu hingga membuat ibu suri terkejut

__ADS_1


"Demian"panggil ibu suri hingga membuat langkah lelaki itu terhenti


"uruslah semuanya ibu, aku punya sedikit pekerjaan yang belum selesai!"ucap Demian dingin membuat ibu suri hanya diam memperhatikan langkah putra nya yang semakin menjauh


memang rencana mengangkat selir sebenarnya tidak pernah Demian terima, tapi untuk memberikan muka sang ibu ia masih mau menghadiri jamuan ini walaupun terpaksa


di sisi lain Ariesta sedang tertidur di salah satu pohon yang sengaja ia pilih untuk beristirahat sekaligus bersembunyi, ia yang di paksa Hadir di istana oleh ayahnya yang tentu saja tidak ada Niat untuk benar-benar mengikuti acara yang menurut nya konyol itu,


Demian mulai mengedarkan pandangannya mencari gadis pujaannya itu namun tidak menemukan tanda-tanda adanya manusia di tempat tempat itu, namun ia terus berkeliling mencari


"kau tidak sedang membohongi ku,bukan!"ucap Demian menatap tajam sang pengawal setianya itu


"ham, hambah tidak berani yang mulia" ucap locetot menunduk wajahnya ketakutan


hingga demian mendengar suara aneh, yang Lumayan mengganggu pokusnya, dan mencoba mencari sumber suara


ia mulai mendongak ke atas pohon yang berdiri kokoh di samping nya itu, dan di detik berikutnya lelaki itu tersenyum


"kera yang cantik"gumang nya tersenyum smirk


ia langsung melompat keatas pohon memperhatikan Gadis yang sedang tertidur pulas itu, manis! ya itulah yang saat itu ada di benak demian


ia mulai mengelus pipi mulus gadis itu, dan tiba-tiba tangannya terhenti saat menyentuh bibirnya tipis yang tampak menggoda di hadapannya


ariestha yang mulai terusik itu langsung membuka matanya dan seketika terkejut bukan kepalang, hingga ia langsung terjatuh


namun saat tubuhnya hampir menyentuh tanah Demian dengan sigap membalik tubuh Ariesta hingga ia berada tepat di atas Demian


locetot yang menyaksikan kejadian itu langsung berbalik membelakangi mereka


"yang mulia Sangat pandai menggoda!" ucap locetot, sambil berlinang air mata, ya definisi seorang lelaki yang tidak pernah jatuh cinta atau pun menggoda perempuan


"kau?"ucap ariestha yang merasa setengah bermimpi menatap lembut Demian, dan tangannya dengan liar meraba dada bidang lelaki itu sehingga lelaki itu mulai tidak nyaman

__ADS_1


"ariestha tampaknya kau sudah tidak sabar ya"ucap Demian sontak membuat gadis itu langsung tersadar jika itu bukanlah mimpi,


"sial!"ucap Ariesta langsung bangkit dari atas Demian dengan kasar, tetapi Demian malah Tampak tergelak senang


__ADS_2