
locetot mondar-mandir menunggu tabib yang memeriksa Teresa selesai memberikan obat
"apakah dia baik-baik saja?'ujar locetot tidak sabaran
"dia tidak apa-apa ,dia cuma kehabisan tenaga sepertinya dia menangis sepanjang malam dan tidak memakan apapun" ucap tabib tersebut
"padahal semalam kami mengantar kan makanan untuk nya"ujar Irena membuat locetot menoleh
lelaki itu menghela nafas kemudian keluar dari kamar itu tanpa kata
***
"yang mulia, bangsa hun mulai menyerang kita,ia ingin kita tunduk pada kekuasaan nya, mereka sudah mulai bergerak di daerah perbatasan , mereka dengan brutal membunuh para lelaki dan menikmati para perempuan"ujar prajurit yang ada di perbatasan melapor dengan luka di sekujur tubuhnya
Demian langsung berdiri mendengar kabar buruk tersebut
"kurang ajar, sampai matipun aku tidak Akan pernah tunduk pada bangsa hun!!"ucap Demian penuh kemarahan
"panggil panglima song secepat nya menghadap padaku, serta siapa semua prajurit kita berangkat sebelum matahari terbit"ujar nya lagi
"kakak aku akan ikut serta membantu mu!"ucap Gerald secara tiba-tiba datang dengan wajah tegang
Demian sedikit Terkejut karena biasanya adik tiri nya itu enggan berurusan dengan hal yang berbau kerajaan
"ada apa dengan mu, bukankah kau paling benci dengan hal seperti ini!"ucap Demian menguliti
"ini bukan hanya tentang mu, tetapi soal nasib kerajaan kedepannya"ujar Gerald berbalik meninggalkan ruangan itu tanpa permisi
sepeninggal Gerald terlihat ibu suri berserta para dayang nya memasuki ruangan itu, wanita itu memberi isyarat pada para dayang nya untuk meninggalkan mereka
"ada apa ini Demian, kenapa kau mengajak adikmu untuk Ikut berperang!"ucap ibu suri dengan wajah tidak suka
__ADS_1
"ibunda itu adalah keinginan nya, aku bahkan tidak ingin dia terlalu banyak ikut campur dalam urusan ku!"ucap Demian dengan senyum smirk penuh penekanan
"kau kan bisa menolaknya, kenapa kau..."
"ibunda, kerajaan kita akan di serang, bangsa hun adalah lawan yang cukup berat kali ini, aku mohon berhenti mendebatku , aku masih banyak hal yang harus di urus, jika ibunda tidak rela anak mu terluka maka paksalah dia untuk tidak ikut campur!"ucap Demian tajam membuat ibu suri tercengang ,
"beginikah caramu berbicara dengan ibumu Demian!"ucap ibu suri tidak terima
demian yang baru mengambil pedang kesayangan nya seketika menoleh
"berhentilah memprovokasiku, aku bahkan tidak akan segan membunuh mu kali ini, kalau kau terus menghalangi ku,aku sudah cukup sabar dengan penghianatanmu beberapa tahun yang lalu, jadi jangan memaksaku untuk berbuat sesuatu yang melampau, ibunda!"bisik Demian
anakantha tercenung tanpa kata, sedangkan Demian pergi dengan tegas meninggalkan wanita tua itu
"rupanya dia sudah tau, heh!"ibu suri tertawa dengan gila di ruangan itu
di sisi lain Ariestha masih beristirahat di bawah pohon besar di hutan larangan menatap daun yang terlihat berguguran
tiba-tiba kepalanya terasa berat, muncul suatu dimensi yang terlihat sangat asing terlihat seperti ruang hampa yang tidak berujung
TING!
"MISI PEDANG DARAH, DIAKTIFKAN!"
[selamat datang di dunia kecil nona , aku harap anda menikmati masa-masa percobaan anda di dunia ini]
Ariestha berdecih kesal ,
"apa kau sengaja ingin membunuh ku di dunia kecil ini, plapu!"ucap Ariestha mencengkram kuat wujud rubah spiritual yang terlihat mengambang di udara tadi
"maafkan saya nona, sebenarnya ada sedikit kerusakan di sistem, itu lah kenapa tiba-tiba nona berada di dunia kecil ini"ucap plapu katakutan
__ADS_1
"apa kau tau aku sangat kesulitan beradaptasi tanpa sistem yang memberi informasi,dasar rubah busuk!"ucap Ariestha melempar plapu kesembarang arah meluapkan emosi
"astaga kenapa aku harus memiliki nona seperti mu!"ucap plapu memegangi kepalanya , hingga membuat Ariestha melotot
"katakan bagaimana agar kita bisa kembali, aku sudah sangat lelah berada di sini!'ucap Ariestha
"Anda harus menyelesaikan misi yaitu membantu putra mahkota menjadi raja"ucap plapu menjelaskan
"tapi apa hubungannya dengan pedang darah"ucap Ariestha mengernyitkan alisnya
"pedang darah adalah benda spiritual yang sangat kuat di dunia kecil ini, siapa pun pemilik nya pada dasarnya harus memimpin kerajaan ini, hingga jika kau yang pedang itu pilih maka kekuatan spiritual mu akan meningkatkan sepuluh kali lipat"jelas plapu panjang lebar
"tubuh yang ku tempati kali ini bahkan tidak memiliki spirit!"ucap Ariestha kesal
"tenang saja pedang itu bahkan bisa membantu orang yang sangat tidak berbakat sekali pun mengeluarkan spirit nya dengan mudah" ucap plapu Dengan senang
"sekarang nona harus pergi ke perbatasan untuk membantu putra mahkota berperang"
"perang?"ucap Ariestha terkejut
"benar nona,putra mahkota berangkat sendiri ke perbatasan untuk memimpin perang kali ini, jika nona tidak membantu ia akan terbunuh dan otomatis misi ini gagal!"ucap plapu serius
Ariestha menatap rubah ini dengan kesal
"kenapa aku harus membantu orang menyebalkan itu!"
"tenanglah nona aku ini hanya karena misimu hanya tertuju pada putra mahkota itu aku tidak bermaksud lain"jelas plapu dengan menghela nafas panjang
Ariestha hanya diam sambil memperhatikan hewan spirit itu
"baiklah "
__ADS_1