
liliana terdiam dengan wajah memerah menatap wiliam dengan kesal, sedangkan aresa tersenyum cantik memperhatikan mereka
"ah, sayang apakah keputusan yang ku buat ini membuatmu marah?, bukankah kau bilang kau hanya bermain-main saja dengannya"ucap aresha dengan wajah yang di buat kecewa hingga membuat William langsung kelabakakan
"ti-tidak sayang aku tidak marah, apapun keputusanmu aku akan mendukungmu"ucap william langsung mendekat pada aresha dan menggenggam tangan aresha dengan mesra
aresha tersenyum senang melirik liliana yang tampak terperangah melihat perubahan sikap wiliam
'akhirnya kau bisa melihat sendiri kan laki-laki seperti apa yang saat ini kau perjuangkan'batin aresha bahagia
tok
tok
seseorang terdengar mengetuk pintu tanda meminta waktu untuk berbicara
"maaf nyonya orang yang anda minta, sudah datang ia menunggu anda untuk di beri arahan"ucap seorang staf dengan sopan
"oh dia sudah datang ya, masuklah simon! "ucap. aresha dengan nada tegas
william dan liliana yang belum meninggalkan ruangan itupun terkejut menatap pria blesteran itu membungkuk memberi hormat pada aresha
"sayang bisakah kau tinggalkan kami, dia adalah seketaris pilihanku,.selama aku mengambil alih pekerjaanmu"ucap aresha dengan senyum
william terdiam sesaat memperhatikan wajah aresha yang cantik alami tanpa perlu banyak make up itu
'kenapa baru sekarang aku merasa dia cantik dan juga menarik'batin william
"tapi aku tidak pekerjaan kalau kamu menggantikanku,tidak bisakah aku membantu mu saja, kan aku sudah banyak pengalaman"ujar william dengan wajah memohon, jelas ia tidak akan mau benar-benar melepaskan grub Li begitu saja tanpa tau sedikit pun tentangnya, jika ia berhasil membantu aresha jelas ia akan tau apa pun tentang prusahaan itu dan dengan mudah memanipulasi kekuanganya lagi seperti biasanya
aresha tampak mendekat dan menarik dasi william hingga jarak mereka tidak ada dan berbisik
"bukankah grub sento sedang di ambang kebangkrutan kenapa kau tidak berusaha memulihkannya sekarang,apa kau berniat hanya ingin menumpang hidup dari grub Li ku saja ku rasa tidak kan sayang! "ucap Aresha dengan dingin
kemudian ia mendorong halus tubuh willam hingga menjauh dan tersenyum ke arah simon
"apa jabwal hari ini simon"ucap aresha dengan wajah tanpa dosa tidak mengindahkan ekpresi william yang kini tampak terkejut
"satu jam lagi kita ada janji dengan grub ALCro, tapi ku dengar pihak aLCro sudah ada di gedung ini untuk melihat-lihat"ujar simon membuat aresha menautkan alis
'apakah setidak percaya itu hingga mereka langsung meninjau tempat tanpa izin'batin aresha
__ADS_1
"dimana orang tersebut" tanya aresaha sedikit kesal
"ada di rooftop lantai tiga setelah mengelilingi kantor ini dengan terus bergumam aneh" ujar simon dengan tenang
aresha langsung pergi mencari orang utusan tersebut karena penasaran dan juga kesal tanpa mengindahkan dua mahluk yang masih mematung di ruangan itu
"wiliam kita harus bicara sekarang! "ucap liliana kesal
willam melirik liliana dengan tatapan tidak suka
"kenapa aku baru sadar sekarang ya, bahkan seujung rambut pun kau tidak bisa bersanding dengan aresha liliana! "ucap william menohok membuat wanita di hadapan nya itu tersentak
"apa maksudmu, bukankah kau sendiri yang bilang bahwa gadis itu tidak menarik walau pun ia terus memberikan perhatian dan hartanya untukmu, dan hanya aku wanita yang ada di hatimu!"ucap liliana dengan perasaan sesak
"ya aku akui awalnya dia adalah gadis yang membosankan, tapi setelah di pikir-pikir dia cantik, dan kaya bahkan punya segalanya kenapa aku harus terus bersama denganmu liliana memangnya apa yang akan ku dapatkan?"ucap william lagi-lagi membuat liliana tercekat
"apa ini wiliam, kau mencampakanku setelah semua ku berikan untukmu! "ucap liliana dengan berang
William tersenyum kemudian meninggalkan liliana dengan santai, kini pikiranya Tiba-tiba terus tertuju kepada aresha dan ucapan gadis itu tadi
"menarik, benar-benar menarik! "
.
.
.
namun saat sampai ia terkejut bukan main saat pandangannya bertemu dengan Laki-laki berwajah indah yang kini sedang menoleh menatapnya dari atas sampai bawah, kemudian tersenyum tipis
"jo!"ucap aresha reflek
jhonatan tersenyum lebih lebar lagi saat aresha tanpa sadar menyebut namanya
"bahkan sekarang kau memanggilku sama sepertinya antony"ucap jhonatan membuat aresha tersadar dan kembali bersikap normal
"wah saya tidak mengira bahwa CEO Alcro sendiri yang akan datang, saya sungguh merasa tersanjung!"ujar aresha dengan ledekan , kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan laki-laki itu
jhonatan hanya tersenyum memperhatikan wajah aresha yang kini tampak sibuk dengan beberapa file yang mungkin akan gadis itu presentasikan padanya
"kau tidak perlu terlalu kaku , kita teman aresha aku akan selalu percaya padamu!"ucap jhontan membuat aresha menghentikan aktifitasnya
__ADS_1
"apa-apaan ini aku jadi merinding"ucap aresha lagi-lagi meledek hingga membuat jhonatan tidak hentinya tersenyum
"walaupun kita teman, bisnis is bisnis are right! aku tidak ingin membuatmu rugi walaupun hanya sedikit "lanjut aresha dengan tampang serius
"oke tapi kau pengeculian untukku! "ucap jhonatan hingga membuat aresha tercengang
"hei sorry.. "
"tidak aku serius, aku percaya padamu jadi di mana aku harus tanda tangan"ucap jhontan langsung pada initinya
"jo-natan, ayolah kau tidak mendengarkanku" wajah aresha kini tampak kesal
jhonatan langsung merebut file yang ada di tangan aresha dan menandatanginya dengan santai ,kemudian langsung bangkit hendak pergi
"jo, tunggu "ucap aresha menghadang langkah laki-laki itu
jhonatan menatap gadis di hadapan nya itu, kemudian menghela nafas
"Aku percaya apapun yang kau lakukan" jelas jhonatan, membuat perasaan tidak enak langsung menjalar di hati aresha
'ada apa dengan prasaan ini'batin aresha
"kau sangat menyebalkan! "ucap aresha meninggalkan jhonatan terlebih dahulu
'dan kenapa juga aku mengatakan sesuatu yang ambigu seperti tadi, seperti anak kecil yang ngambek'batin aresha bergejolak
aresha pergi sebenarnya pergi karena merasa malu atas ucapannya sendiri bukan marah pada jhonatan,tapi jhonatan yang merasa gadis itu kesal kepadannya terlanjur salah paham dan mengikuti aresha
"aresha! "jhonatan mencekal tangan aresha dan menghentikan langkah gadis itu
aresha terkejut karena ternyata laki-laki itu mengikuti nya
"apa kau marah?"tanya jhonatan berusaha melihat wajah aresha, walaupun wajah itu berusaha gadis itu sembunyikan karena malu
'bisa-bisa nya aku malu, ada apa dengan tubuh ini sih'batin aresha meronta-ronta
"ti-tidak aku hanya merasa sedikit kesal"ucap aresha kini sudah mampu menguasai diri lagi
"maaf jika sifatku membuatmu kesal" ucap jhontan dengan ekpresi bersalah
deg?!
__ADS_1
'apa ini Lagi-lagi tubuh ini aneh ,kenapa aku merasa wajah jhonatan jadi begitu tampan'