
justin terbangun dan menyadari wanitanya tidak ada di sampingnya Hingga ia panik dan langsung mencari
'apakah dia marah karena aku tidak bertanya lagi padanya kemarin'batin justin khawatir
lelaki itu sangat menyesal karena Tindakannya mungkin telah membuat ariestha pergi, tapi langkah lelaki itu terhenti karena kedatangan pasukan bayangan menghalangi langkahnya
"yang mulia raja telah meninggal, anda harus segerah kembali"ucap salah satu dari mereka dengan raut wajah sedih
justin terkejut bukan main, pasalnya ayahnya sewaktu ia tingggalkan beberapa saat yang lalu terlihat baik-baik saja
dengan perasaan marah ia langsung pergi mendahului mereka yang masih terdiam karena ikut merasakan kesedihan yang mendalam
setelah sampai di tenda benar saja tubuh ayahnya telah membeku tidak bernyawa hingga lelaki itu langsung tertunduk menahan air mata
"ayah.... " sauara lelaki itu terdengar tertahan
"apa sebenarnya yang Terjadi!! "bentak justin menatap tajam jendralnya
"hamba tidak tau yang mulia, raja tampak berjalan-jalan sebentar di dekat tenda ini tadi kemudian dia masuk karena merasa dingin, tapi saat pelayan mengantar makannan ia sudah tergeletak di lantai yang mulia"jelas jendral
"kenapa kau tau jika ayah berjalan-jalan"selidik justin
"karena kebetulan hamba sedang berkeliling melihat situasi bersama para prajaurit lainnya"ucap jendral tenang
justin mempehatikan tubuh ayahnya yang hampir semuanya membiru,
"ini pasti di sebabkan racun"gumang justin dengan hati teriris menatap mayat sang ayah
"tapi yang mulia tidak ada yang datang ke tenda yang mulia raja malam ini, karena aku selalu memantau"lagi-lagi jendral menjelaskan
__ADS_1
justin semakin di bingungkan karena kejadian ini begitu tiba-tiba hingga pikirannya langsung tertuju pada pasukan musuh yang saat ini tengah gencar melakukan penyerangan pada bangsanya secara terus menerus
ia yakin bahwa yang melakukan itu semua adalah pasukan dari kerajaan phinix hingga dengan prasaan penuh dendam ia mengambil alih pasukan dan bersiap menyerang esok fajar
"ayah aku akan membalaskan dendammu! "gumam justin dengan perasaan perih
.
.
.
"hahaha bagus sekali aku yakin raja khonda telah mati"ucap demian dengan di ikuti sorak riang para prajuritnya
ariestha yang baru kembali ke kem militer terkejut mendengar penuturan demian
"nona anda telah kembali? semalaman yang mulia mencari anda"ucap salah satu prajurit setelah melihat gadis itu
"hem, semalam aku putuskan untuk bersenang-senang di dalam hutan"ucap ariestha sekenanya
"anda memang mempunyai cara yang unik untuk bersenang-senang, tapi mungkin nanti setelah perang kita juga akan bersenang-senang karena kita sudah di pastikan akan menang"ucap prajurit tersebut ramah, namun gadis itu begitu tersentak mendengar penuturan prajurit tersebut
"apa? "ucap ariestha menoleh
"iya seluruh senjata di sini telah di olesi racun yang mematikan"ucap prajurit itu lagi dengan tenangnya
ariestha terdiam bahkan sampai prajurit itu pergi
'dasar pengecut! 'gumang ariestha kesal
__ADS_1
"ariestha"suara itu membuat gadis itu langsung menoleh dengan cepat
demian tampak sedang berjalan kearahnya dengan baju perangnya yang tampak gagah
"untuk apa kau memakai baju jirah yang mulia bukankah itu hanya akan membuatmu kesulitan karena mungkin anda tidak akan sempat melakukan apa-apa"ujar ariestha dengan ekpresi mengejek
demian tersenyum menanggapi ucapan ariestha yang jelas sedang menghinanya
"aku tidak peduli, yang aku ingin tau di mana kau semalam kenapa tidak kembali, ariestha ingatlah kau adalah salah satu selirku! "ucap demian tiba-tiba mencengkram dagu gadis itu erat
"aku tidak pernah menginginkannya jadi aku tidak akan pernah merasa bahwa kau adalah suamiku! "ujar ariestha menepis tangan demian kasar
"jangan membatah ariestha aku bahkan bisa membunuhmu sekarang juga jika kau terus mendebatku! "ucap demian tajam membuat emosi ariestha memuncak
ting!
'nona anda harus menahan emosi anda jika anda membunuhnya maka anda tidak akan kembali' ucap plapu tiba-tiba muncul menenangkan
ariestha menghelah nafas kemudian menatap demian dengan tidak suka
"apakah anda yakin bisa mengalahkanku dengan pedang darah di tangan ku sekarang"ujar ariestha dengan senyum smirk
demian terdiam menatap gadis itu dengan amarah sejurus kemudian ia memalingkan wajah kesal
"bersiaplah kita akan segerah berangkat, aku ingin kau yang menghabisi putra mahkota bangsa hun dengan pedang darahmu itu kali ini! "ucap demian sambil berlalu meninggalkan tempat itu
'kau ingin aku membunuh kekasihku, apakah kau bermimpi! ' batin ariestha menatap punggung demian dengan tatapan datar
fajar mulai menyingsing pasukan demian sudah tampak bersiap di tempat perang, begitupun pasukan yang di pimpin justin juga sudah terlihat berdatangan
__ADS_1