Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
pernyataan cinta


__ADS_3

akkgg!!


justin yang tengah berbaring di atas salah satu pohon, terusik dan Mencoba memperjelas pendengrannya dengan duduk


akkgg!


sssstttt..


"seperti nya suara wanita, apa dia sedang kesulitan?"gumang lelaki itu, kemudian mengenakan topeng nya kemudian meloncat dari pohon tadi ke pohon yang lain


ia memperhatikan samar-samar bentuk tubuh dan rambut Wanita yang tampak telah terbaring di tanah yang tadi ia dengar, karena ia memang memperhatikan dari jarak yang lumayan jauh


"hei plapu tolong aku!"teriak gadis itu membuat justin terlonjak ia sangat kenal suara itu


"ariestha? "ujarnya kemudian dengan cepat menghampiri sosok itu dengan prasaan khawatir


gadis itu pun tidak kala terkejut menatap kedatangan justin hingga membuatnya tercengang beberapa saat


"kau"gumang ariestha heran


justin memperhatikan tangan Ariestha yang membiru dan menggenggamnya dengan lembut


ariestha tercekat melihat perhatian justin, walaupun ia terus menepis prasaanya namun semakin lama perasaan itu tampak sangat nyata di hatinya, hatinya diam-diam telah tercuri


"bagaimana kau bisa terluka seperti ini, bukankah sudah ku bilang untuk berhati-hati"ucap justin menatap gadis itu dengan kesal


"aku juga tidak mau terluka, tapi tadi tiba-tiba pasukan bangsa hun menyerangku di saat aku sedang mau mandi jadi aku tidak sempat untuk mengelak dan salah satu pedang mereka melukai tanganku ,dan mana ku tau jika ternyata pedang itu beracun"ucap ariestha dengan bersungut-sungut walaupun di detik berikutnya ia meringis merasakan rasa sakit yang memilukan


"berhentilah bicara,kau akan membuat dirimu kehilangan tenaga"ucap justin mengeluarkan sesuatu dari kantongnya ,dan mengoleskannya di tangan ariestha


"jangan terlalu banyak bergerak, biarkan obatnya bekerja"ucap lelaki itu lagi


ariestha hanya diam memperhatikan topeng yang saat ini di kenakan oleh justin dan kembali memikirkan ucapan pasukan rahasia demian tadi


"apakah ini sakit, kenapa kau sampai diam begitu "lagi-lagi justin berkata tapi gadis itu masih saja membisu


lelaki itu kemudian bersandar di pohon yang tidak jauh dari hadapan ariestha kemudian melepaskan topengnya,sehingga membuat ariestha terkejut


"kenapa kau melepaskan topengmu"ucap ariestha spontan, membuat justin tersenyum


"bukankah kau sudah terbiasa melihat wajahku, kenapa kau begitu peduli sekarang"ucap justin membuat gadis itu kembali terdiam

__ADS_1


"atau jangan-jangan kau sudah tau sesuatu tentangku? "lanjut justin secara cepat tiba-tiba berada di hadapan ariestha


Ariestha masih diam dan membalas tatapan dalam dari justin, kemudian tersenyum remeh


"ku rasa itu bukan hal yang penting sekarang,"ucap ariestha kemudian mengalungkan tangannya ke leher lelaki itu membuat darah lelaki itu berdesir


"jadi apa yang menurutmu penting sekarang ariestha? "ujar justin mulai terhayut dengan perasaannya sendiri hingga mulai mendekati wajah gadis itu


ariestha tiba-tiba mendorong menjauh laki-laki itu dengan sekali hentakan


"obat mu itu sangat behasiat dan aku tertarik lihatlah aku sudah pulih,aku sangat menyukainya"ucap ariestha memperhatikan wadah obat milik justin yang ia ambil tadi


sedangkan justin hanya bisa menggeleng lemah mendengar ucapan gadis itu, ia tidak menyangka bahwa gadis itu akan mengambil obatnya,


"oh jadi hanya obat nya saja yang kau sukai"ucap justin memperhatikan gerak gerik ariestha


gadis itu mengalihkan perhatian nya dari obat itu kemudian menatap justin dalam diam


"apakah kau bercanda, ayolah itu tidak lucu"ucap ariestha mencoba biasa saja


"em, tapi sayangnya aku sedang tidak bercanda "ucap justin tersenyum ripis


"oh ternyata ada yang sedang jatuh cinta padaku, benar-benar miris ya"ucap ariestha tertawa kecil


"hei apakah kau sangat suka tiba-tiba mendekati gadis dengan cara seperti ini"ucap ariestha dengan suara pelan menatap bola mata lelaki itu


"tidak Aku hanya suka mendekati mu"ucap justin membuat jantung ariestha berdebar


'sial'batin ariestha


"ayolah berhentilah bercanda"ucap ariestha sembari mendorong halus tubuh lelaki itu menjauh


"sudah ku katakan aku sedang tidak bercanda, aku benar-benar mencintai mu ariestha, tolong terimalah perasaanku dan biarkan aku menjaga mu"ucap justin membuat ariestha melongo


"ap-apa! "ucap ariestha sampai terbata, iya tidak percaya lelaki itu akan Benar-benar mencintai nya


"ariestha aku mencintaimu ,aku memilih mu hingga aku hanya membuka topeng ini hanya di hadapan mu"ucap justin lagi namun justru membuat ariestha terkesiap dengan padangan nanar


"jadi benar kau adalah putra mahkota bangsa hun"ucap ariestha langsung menjauh


justin terkejut mendengar ucapan Ariestha dan ekpresi yang di tujukan gadis itu menjadi sangatlah waspada

__ADS_1


"iya aku adalah bangsa hun"ucap justin dengan sendu


jantung ariestha bergetar hebat, hatinya gunda karena ia jelas harus melawan justin di medan perang nanti


sedangkan justin merasa bahwa cintanya tidak terbalas langsung kembali mengenakan topeng nya kemudian melangkah menjauh


"justin"panggil ariestha dengan suara bergetar


lelaki itu berhenti sesaat kemudian kembali melanjutkan langkahnya dengan hati hancur,ariestha tau ia membuat lelaki itu sakit hingga perasaannya sendiri menjadi sangat kacau


"maaf justin aku juga mencintai mu tapi... " ucap ariestha dengan pelan dan tak melanjutkan perkataannya,namun pendengar lelaki itu sangatlah tajam hingga ia masih dapat mendengar walaupun dengan samar


lelaki itu senang gadis itu juga mempunyai perasaan yang sama untuk nya,hingga lagi-lagi ia menghampiri ariestha dengan kecepatan tinggi dan langsung memeluknya


"aku senang kau juga mencintaiku"ucap Justin dengan lembut Hingga membuat gadis itu Sarah tingkah


"kau mendengar ku? "ucap arirstha lagi-lagi terkejut,


justin melepaskan pelukannya kemudian menyentuh wajah gadis itu dengan lembut


"aku mempunyai kemampuan ini sejak kecil, dan aku hugs sangat mencapai mu Nona kecil"ucap justin manis, membuat arirstha merona


"kau sangat pandai merayu justin, apakah kau sering mengatakan hal ini pada gadis lain "ucap ariestha berpura-pura jengkel ,walaupun sebenarnya hatinnya berbunga-bunga


"tentu saja tidak, kau satu-satunya gadis yang ku cinta percayalah sayang" ucap justin seraya mendekati wajah ariestha dengan mesra


ariestha hanya diam merasakan bibirnya di kecup oleh justin cukup lama Hingga berubah menjadi ci*man penuh sensasi, tanpa sadar permainan mereka semakin lama semakin memanas hingga membuat justin hampir lepas kendali


"ariestha... "


"justin, apakah kau benar-benar akan melakukan nya? "ucap ariestha menghentikan pergerakan Justin yang bahkan Sudah benar-benar terhayut dengan inginnya itu


"Aku Tau sayang"bisik Justin membuat ariestha meremang, mendengar Suara lelaki Nya yang berat


"jadi...?"ucap ariestha ragu


tiba-tiba lelaki itu menggendong ariestha kemudian mengajkannya pergi ke suatu tempat dengan cepat, Hingga tidak seberapa lama mereka Sampai Di sebuah Vila yang cukup Asri bahkan di dekat air terjun


tempat itu Ada Di hutan wilayah bangsa hun yang memang tidak Ada jarak batas dengan hutan larangan kerajaan fenixzela


"ini tempatmu? "ucap ariestha masih di gendongan lelaki itu, sedangkan Justin tersenyum kemudian mengangguk senang

__ADS_1


lelaki itu kemudian menurunkan ariestha dengan lembut Dan mengajaknya berkeliling melihat-lihat


__ADS_2