
aresha memasuki rumah, rumah yang sedari kecil ia tempati sampai ia akhirnya menikah dan memiliki rumah sendiri, ia terlihat tersenyum samar saat melihat wajah-wajah suram dari penghuni rumah itu
"ada apa ayah, tidak biasanya kau memanggilku pulang"ucap aresha dengan senyuman
"kenapa kau mau mengambil alih prusahaan aresha, bukankah ada suamimu yang selama ini mengurusnya, Kau bahkan tidak mempunyai pengalaman"ucap sang ayah dengan marah
"aku ingin belajar ayah, bukankah prusahaan itu milik keluarga Li kenapa kita menyerahkan urusan prusahaan pada orang luar kalau kita bahkan bisa"ucap aresha enteng kemudian mendudukan dirinya di salah satu kursi
"dia bukan orang luar, sekarang dia sudah menikah denganmu dia sudah termasuk keluarga kita, atau kau sengaja ingin menghacurkan prusahaan dengan cara seperti ini aresha"ucap ember sang ibu tiri dengan nada mengejek
"aku bahkan tidak tau aku membesarkan wanita seperti apa saat ini, kau benar-benar mengacau segalanya!"ucap ayah terdengar sinis membuat aresha menoleh menatap orang-orang itu
aresha kembali tersenyum samar, saat melihat ekpresi jijik ayah dan ibu tirinya itu tertuju untuknya
'benar-benar manusia munafik,' batin aresha malas
"mama ember, walaupun william sento telah menjadi suamiku tetap saja nama belakangnya adalah sento, mana mungkin bisa di samakan dengan keluarga kita, anda juga pasti mengerti maksud ucapanku ini bukan, bahkan ayah jelas sangat tau akan hal ini karena nama belakang mama juga bukan Li"jelas aresha membuat ember tersentak
wanita itu mengepalkan tangannya karena merasa di hina oleh anak tirinya tersebut, tapu itu justru membuat aresha semakin menikmati permainan yang ia ciptakan kali ini,
"aresha perhatikan kata-katamu! "bentak sang ayah
__ADS_1
"kenapa ayah bukankah ucapanku itu benar? , dan katamu aku mengacau segalanya bukakah itu lucu ku pikir ayah yang ingin mengacau segalanya karena menyerahkan prusahaan kita pada orang luar yang bahkan bisa sangat berpotensi mengambil alih dan menghianti prusahaan"ucap aresha penuh penekanan
georgi ferto, menatap anak nya itu dengan tatapan tajam ia tidak menyangka anak yang semula pendiam dan penurut berani menekannya bahkan melawanya tanpa rasa bersalah
"aresha!!"bentak georgi murka lelaki itu tampak berdiri dari Duduknya menatap nyalang aresha
ember tampak tersenyum melihat persetegangan suami dan anak tirinya itu, sangat jarang baginya mendapatkan totonan semenarik ini
"ingat ayah akulah pemilik perusahaan itu, bahkan ayah tidak punya hak untuk mengatur ku mengambil keputusan!"ucap aresha ikut berdiri menantang sang ayah
itulah kenyataanya perusahaan dan aset lainnya semuanya adalah milik mendiang sang ibu amanda Li, karena itu harta turun temurun hanya keturanan yang bermarga Li yang akan memiliki nya oleh karena itu jelas prusahaan adalah milik aresha walaupun georgi adalah suaminya tapi dia tidak memiliki hak atas aset itu
"beraninya kau menentang ayahmu, apakah ini balasanmu setelah sedari kecil di hidupi sampai sebesar ini! "ucap ember memperpanas
"mama ember, apakah kau ingin ayah marah besar padaku hingga ia mati? "ucap aresha dengan senyuman
"jelas-jelas kau yang sedari tadi menentangnya kenapa malah menyalahkan aku,aresha sebenarnya apa yang kau inginkan,hah!"ucap ember memancing
"oya aku hanya menjelaskan kenyataanya, tapi kau terus memprovokasi ayah, dan lihatlah ayah superti nya akan terkena serangan jantung"ucap aresha berjalan mendekati ember ,sedangkan georgi tersentak kemudian kembali duduk menenangkan perasaannya
"dan jika ayah mati kau tau aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan kemewahan seperti ini ,mama! "bisik aresha membuat ember menatap wajah aresha dengan tajam
__ADS_1
kemudian aresha meninggalkan tempat itu menuju lantai atas di mana kamar nya berada, ia membuka jendela dan mempehatikan pemandangan sekitarnya kemudian menghela nafas
~flasback on~
"apa maksudmu jhonatan"ucap aresha dengan mata tajam memperhatikan setiap ukiran wajah kelaki itu
"aku hanya tidak suka pada suamimu itu!"ucap jhonatan ambigu
"lalu, apa hubungannya denganku"tanya aresha heran
"karena aku membenci nya karena kau aresha"ucap jhonatan membuat aresha mengernyit
kemudian lelaki itu melepaskan cekalannya dan meninggalkan aresha tanpa kata hingga membuat wanita itu terpaku cukup lama
~flasback of~
"apakah lelaki itu mencintai pemilik asli tubuh ini"gumam aresha bingung
"tapi jika itu benar, yang ia sukai juga bukan aku, kenapa tiba-tiba aku memikirkan hal tersebut "lagi-lagi aresha berargumen
ia melihat layar ponselnya ada pesan dari seseorang yang membuatnya langsung tersenyum
__ADS_1
"ah, liliana sepertinya kau sudah tidak sabar untuk ku hancurkan ya! "