Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
pertemuan dengan ibu suri


__ADS_3

setelah cukup lama menenangkan pikiran Ariesta memutuskan kembali ke istana harem, sebenarnya iya cukup bingung tentang apa penyebab kemarahannya itu sendiri hingga ia merasa telah bersikap aneh dan kekanak-kanakan sedari tadi


ia memilih paviliun paling ujung milik istana harem sengaja ia memilih tempat itu karena cukup sepi dan juga tentu saja nyaman dari hingar-bingar calon selir yang lain


setelah masuk ke dalam ruangan tersebut ia cukup takjub ruangan tersebut nampak sangat nyaman dan juga rapi jendelanya pun sudah terbuka sepertinya para pelayan telah membersihkannya, kemudian ia duduk di satu kursi di dekat jendela dan memperhatikan taman bunga yang tampak indah di samping vafiliun tersebut tiba-tiba pikirannya menerawang kejadian beberapa saat yang lalu


"lelaki menyebalkan itu berani sekali meninggalkan ku dengan cara yang seangkuh tadi!"ucap ariestha geram


saat ini ia tengah duduk di bawah pohon yang rindang memperhatikan bunga-bunga musim semi yang indah


"bukankah kau duluan yang memulai nona"ucap seseorang membuat gadis itu langsung menoleh dengan cepat


benar saja ternyata dia adalah lelaki yang sama yang selalu saja mengikut dan juga mengetahui apa yang ariestha lakukan, membuat emosi Gadis itu seketika naik ubun-ubun


"kau!"ucap Ariesta mendelik sedangkan lelaki itu tersenyum manis seperti biasa


"jangan melototi ku seperti itu nona, kau tahu matamu itu terlihat akan keluar dari tempatnya"ujar lelaki bertopeng itu tersenyum menyebalkan


"kenapa kau selalu mengikutiku, bodoh!!"ucap Arista menekan kata terakhir yang dengan geram


"aku tidak mengikutimu kebetulan aku sedang ada berada di sini dan melihat seorang gadis sedang berbicara sendiri di bawah pohon aku hanya takut kalau ada setan yang akan merasukinya"ucap lelaki bertopeng itu santai


Arista langsung melayangkan bogeman ke arah lelaki itu, namun seperti biasa lelaki itu sangat pandai menghindari nya, dan malah menahan tangan gadis itu


"lepaskan atau!!"ucap ariestha dengan tatapan tajam


lelaki itu malah menarik nya sehingga ariestha mau tidak mau langsung jatuh kedalam pelukannya,


"atau apa?"ucap lelaki itu tersenyum penuh arti


Ariesta melotot ia sangat risih berada di posisi itu, apalagi tangannya merasakan dengan jelas otot-otot dada lelaki itu membuat fikiranya seketika traveling


namun dengan cepat ia menghilangkan pikiran liarnya itu dan berusaha melepaskan diri namun ternyata lelaki itu telah menahan nya dengan tenaga dalam miliknya

__ADS_1


'apa-apaan ini!'batin ariestha


"menurut lah sebentar"ucap lelaki bertopeng itu pelan, membuat jantung ariestha berdebar dengan kencang


"apa yang ingin kau lakukan, jangan-jangan.."ucap ariestha panik dan meronta


lelaki itu nampak tersenyum kemudian memegang dagu ariestha dengan lembut lalu pelan menariknya ,


"ti-tidak jangan lakukan hal menjijikkan itu!!"teriak ariestha histeris mendorong lelaki itu walaupun tidak ada pergerakan sama sekali


"jangan meronta ini tidak akan sakit"ucap lelaki itu lagi membuat ariestha menahan nafasnya sejenak dan pasrah memejamkan mata


lelaki itu sedikit menunduk memperhatikan leher gadis itu, kemudian dengan perlahan mengelus nya sehingga luka yang terlihat baru tersebut menghilang seketika


ia melepaskan tangan ariestha kemudian memperhatikan wajah ariestha yang tampak terpejam tersebut kemudian tersenyum manis


'konyol'batin lelaki itu serasa ingin tertawa dengan kencang tetapi ia tidak mau membuat gadis itu dengan cepat membuka matanya


sedangkan ariestha yang merasa tidak ada pergerakan berarti yang lelaki itu lakukan menjadi penasaran dan membuka matanya dengan pelahan


"sudah selesai"ucap lelaki itu membuat ariestha seketika mundur dengan sangat cepat


"lain kali sayangilah dirimu sendiri jangan sampai terluka lagi, mengerti!"ucap lelaki itu lagi kali ini menonyor kening ariestha pelan sehingga gadis itu sepontan memegangi keningnya itu


"apa-apaan kau ini!"ucap ariestha seketika memalingkan wajahnya yang merasakan wajah nya menghangat


'ternyata aku lah yang berfikir terlalu banyak 'batin ariestha


"baiklah sampai jumpa lagi,aku harus pergi sekarang"ucap lelaki itu seketika berdiri


ia menatap ariestha sejenak yang Tampak memperhatikan nya dengan heran kemudian menghilangkan dengan cepat di Antara pepohonan yang cukup lebat itu, membuat gadis itu melongo


"cepat sekali" gumang ariestha

__ADS_1


lamunan ariestha tentang lelaki itu seketika buyar saat mendengar suara keras dari depan pintu, dan di detik berikutnya pintu kayu tersebut di bukan dengan kasar


"atas perintah ibu suri, nona ariestha fareday di persilahkan mengikuti kami untuk menemuinya, ayo cepat ikuti kami!!"ucap suliya dengan nada ketus


ariestha yang masih duduk Santai tersebut seketika menautkan alisnya kesal, dengan tatapan tajam ia langsung berdiri dan berjalan menghampiri kedua pelayan itu


"apakah kalian tidak pernah diajari sopan santun!"ucap ariestha penuh penekanan


"beraninya kau berbicara seperti itu kepada ku!"lanjut ariestha mulai berkacak pinggang menunjukkan wajah suliya


"ini adalah perintah ibu suri! apakah kau tidak mendengar nya!!"ucap Surya nyalang tidak mau kalah,


seketika tangan Arista langsung Jambak rambut pelayan tersebut hingga membuat nya meringis kesakitan kemudian mendorongnya dengan kasar hingga tersungkur


"aku bertanya padamu apa kamu memiliki sopan!, tapi kau terus mengingat kan ku tentang ibu suri, apakah kau lupa siapa dirimu, PELAYAN!!"ucap ariestha berdiri tepat di depan suliya dengantersenyum sinis menekan kata terakhir


suliya mengepalkan tangannya tidak terima namun ia sadar bahwa hal yang ia lakukan bisa membuat rencana ibu suri gagal hingga dengan sekuat tenaga menahan diri


"maafkan kelancangan saya nona, tapi ini benar-benar perintah ibu suri harap nona segera pergi menemui nya"ucap suliya dengan gigi gemertak


Ariesta tersenyum sinis kemudian mengangkat dagu suliya dengan kasar


"jika kau mengerti posisi mu dari awal, tidak mungkin aku akan langsung mengingat kan mu dengan keras seperti tadi"ucap ariestha jumawa melepaskan gadis itu dengan kasar


"ayo cepat antar kan aku menemui ibu suri "lanjut ariestha melenggang melewati mereka dengan angkuh membuat suliya bertambah geram


tetapi temannya Hima terus saja memenangkan nya mengingatkan nya tentang setatus yang mereka miliki , hingga membuat pelayan itu terdiam mengurung niatnya untuk menyerang ariestha, sedangkan ariestha yang diam-diam mendengarkan hanya tersenyum senang mengetahui ketidak berdaya an mereka


saat mereka tiba di istana ibu suri, mereka langsung di sambut dengan sangat baik oleh para pelayan ,baru beberapa langkah mereka memasuki istana itu tampaklah ibu suri duduk di singgasana nya dengan penuh wibawa memperhatikan ariestha dari ujung rambut hingga ujung kaki


"Hormat saya ibu suri!"ucap ariestha langsung bersimpuh memberikan hormat


"berdirilah,apa benar kau adalah nona dari keluarga fareday!"ucap ibu suri datar menelisik pergerakan ariestha

__ADS_1


"ibu benar yang mulia"ucap ariestha mengangkat kepalanya dan langsung menatap lurus tepat di netra ibu suri


deg!


__ADS_2