Menjadi Nona Yang Jahat

Menjadi Nona Yang Jahat
pria bertopeng


__ADS_3

Dua bulan setelah pesta datang lah undangan dari kerajaan untuk semua gadis di penjuru negeri ini untuk menjadi calon selir untuk pangeran


Ariesta yang semula dengan tegas menolak untuk datang mau tidak mau harus ikut serta menjadi salah satu calon selir, karena sang ayah bersikukuh menekan dirinya agar ikut sebagai nona besar keluar fereday ia tidak punya alasan untuk menolak lagi, dengan sangat malas akhirnya ia mau masuk ke kereta kuda yang akan mengantarkannya ke kerajaan


Di sepanjang perjalanan ia hanya diam sambil terus menatap ke luar memperhatikan pepohonan yang nampak rindang dan sejuk di sekitar nya


"Apa kau yakin akan datang ke istana dengan penampilan berantakan seperti itu,aku takut kau akan di usir nanti" ucap Isabel memecah keheningan, ariestha nampak melirik gadis itu


Dengan perhiasan penuh di seluruh tubuhnya dan Riasan wajah yang tebal ia tersenyum sinis pada ariestha


"Oya! Aku malah takut kalau nanti kau di kira badut kerajaan!"ariestha tersenyum tipis memperhatikan penampilan Isabel dari atas sampai bawah


"Apa maksud mu, bilang saja jika kau iri dengan riasan ku!"sanggah Isabel angkuh, sedangkan ariestha masih dengan dalam menatap nya


"Aku malah malu!"ucap Ariesta memalingkan wajahnya kembali memperhatikan pepohonan yang mereka lalui tanpa berniat meladeni gadis di hadapannya itu bersungut-sungut kesal


Isabel mengambil cermin kecil yang sengaja ia bawa kemudian memperhatikan dirinya di sana, kemudian menatap wajah polos ariestha, sangat jauh berbeda walaupun ia memakai riasan terbaik namun tetap saja saudara tiri nya itu tampak lebih cantik dari nya


Isabel melempar cermin yang ada di tangan nya hingga terlihat retak, membuat ariestha langsung menoleh dan melihat Isabel seperti sangat kesal padanya


Namun di tengah-tengah suasana tegang itu kereta kuda yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti, membuat keduanya terkejut


"Maaf nona di depan ada sekumpulan penjahat menghadang"suara salah satu pengawal yang menjaga kereta mereka


"Lalu apa yang kau lakukan!, Cepat habisi mereka!"bentak Isabel memasang wajah jutek, membuat pengawal tersebut kesal, lalu matanya memperhatikan wajah Ariesta yang tampak tenang dan tidak merespon sama sekali,


"Nona besar"panggil nya seketika membuat ariestha melirik nya


"Jalankan saja tugas mu, aku akan turun tangan jika kalian kesulitan"ucap ariestha datar,


Pengawal tersebut terdiam mendengar ucapan Ariesta sedangkan Isabel mencebik melirik

__ADS_1


"Hei! Semuanya turun!"bentak salah satu penjahat dengan pakaian serba hitam menunjukkan kearah Ariesta dan Isabel dengan pedang panjang nya


Isabel langsung pucat pasi melihat pedang mengkilap Di tangan penjahat itu


Para pengawal yang menjaga kereta tersebut langsung maju dan menghadapi gerombolan penjahat itu namun nampaknya mereka belum cukup kuat sebagai lawan para penjahat itu, hingga mereka sudah tampak kuwalahan sedari awal pertarungan


"Jangan membuang waktuku! Kalian semua bukan lawan kami serahkan saja para wanita itu agar nyawa kalian selamat!"ucap penjahat itu lagi saat semua para pengawal itu sudah tampak terluka cukup parah ,ia tertawa penuh kemenangan, di sisi lain seseorang tampak tersenyum


tiba-tiba sebuah batu berukuran sedang mendarat tepat di wajah penjahat itu hingga membuat lelaki itu langsung tumbang


"Berisik sekali!"ucap Ariesta melipat tangannya ke dada menyandarkan tubuhnya ke kereta tanpa dosa


Lelaki paru baya tersebut bangkit sambil memegangi wajah nya yang tampak berdarah


"Kau!, Berani sekali kau menantang ku!"bentak nya sambil meringis


Ariesta maju mendekati para pengawal nya yang terluka cukup parah bahkan ada yang mati penuh darah


"Nona besar, cepat larilah!"ucap pengawalnya itu sambil meringis memegangi perutnya


"Simpan tenaga mu!"ucap Ariesta maju dengan emosi "bertarung lah dengan ku jika memang mempunyai keberanian!"Ariesta mengacungkan pedangnya kearah gerombolan itu


Mereka semua langsung tertawa melihat aksinya, mereka tidak tau jika yang akan mereka hadapi adalah seorang gadis berhati iblis yang memiliki wajah manis


"Nona manis, jangan terlalu galak nanti sakit Lo!"ucap salah satu penjahat dengan wajah mesum nya mulai mendekati Ariesta mencoba untuk menyentuh tubuh gadis itu


namun Baru beberapa langkah lelaki itu mendekat, ariestha langsung menebas lehernya hingga kepala nya langsung tergeletak di tanah


"Sangat ceroboh!"ucap ariestha menginjak kepala itu dengan senyum smirk menatap para penjahat itu memancing emosi


"Sialan kau!!"

__ADS_1


Benar saja para penjahat itu mulai dengan brutal menyerangnya, membuat gadis itu bersemangat, hingga pertarungan sengit antara mereka tak terelakkan namun ariestha jelas yang mendominasi semuanya hingga dalam waktu singkat semua penjahat itu sudah terkapar bersimbah darah


Brugg!


"Ak- aku mohon ampuni aku, aku berjanji aku akan menjadi pelayanan mu seumur hidup ku nona!,anak istri ku masih membutuhkan kan ku,aku mohon kasiani lah mereka"ucap salah satu dari mereka mengiba, saat pedang sudah mengalung di lehernya,


Ariestha tersenyum kemudian menjauhkan pedangnya dari lelaki itu, hingga membuat lelaki itu bernafas lega


"Terimaka..!"ucapnya terhenti karena Ariestha sudah memisahkan kepada dari badannya


"Aku tidak peduli dengan mereka kau tau!"ucap ariestha tersenyum smirk, lalu berbalik menatap para pengawal nya,


"Kau!kau tidak terluka maka kau yang akan mengantar kami ke istana, sisanya pulang lah dan obati luka dan kuburkan yang mati mintalah uang mereka pada ayah!"ucap Ariesta datar lalu mulai melangkah untuk kembali masuk ke kereta namun langkah nya tiba-tiba berhenti dan melirik kesalah satu pohon


"Apakah belum puas mengintip nya!"ucap Ariesta datar, tiba-tiba bayangan dengan cepat berpindah ke pohon lain yang lebih dekat dengan nya


Ariesta menatap sosok bertopeng yang tengah menyandar Santai di pohon itu dengan berpakaian cukup terbuka di bagian dadanya hingga menampakkan otot-otot dadanya


"Kau mengetahui nya ya"ucap lelaki itu tampak tersenyum tipis memandang Ariesta


"Jangan berbasa basi apa mau mu!"ucap Ariesta serius, namun lelaki itu malah tergelak melihat reaksi nya


"Apa kau salah satu calon selir?, Ah sayang sekali"ucap lelaki itu dengan wajah yang tampak kecewa , membuat ariestha geram dengan sikap lelaki itu yang baginya seperti sedang bermain-main dengan nya


"Sialan kau!"ucap Ariesta langsung melompat ke pohon itu menyerang nya, namun dengan cepat lelaki itu menghindar dan berpindah kebelakang ariestha dan mengangacungkan sebuah belati tepat di leher gadis itu hingga membuat ariestha tidak berkutik di buatnya


"Kau ingin menyerangku?, Apa salahku nona?"ucap nya sambil tersenyum memperhatikan wajah Ariesta yang tampak kesal


Ariesta langsung berbalik hendak kembali menyerangnya namun lelaki itu kemudian menghindari nya


"Kau manis sekali nona, jika sedang marah begini"ucapnya membuat emosi Ariesta kembali naik ke ubun-ubun

__ADS_1


Kau!


__ADS_2