
"biasa saja"jawab Ariestha mengalihkan pandangannya dengan cepat
Justin terlihat hanya tersenyum tipis menanggapi sikap gadis itu sambil sesekali melirik dan memperhatikan wajah Ariestha , entakan tiba-tiba dia menjadi sangat senang
setelah sampai di istana harem, Justin langsung dengan lembut menurunkan Ariestha sedangkan gadis itu tampak secepat kilat menjauh darinya
"aku benar-benar minta maaf, tapi aku juga sangat senang karena kau menghawatirkan ku"ujar Justin membuat wajah Ariestha seketika memanas
"jangan terlalu percaya diri, aku hanya tidak ingin kau mati sia-sia, itu saja tidak lebih!"ucap Ariestha bersungut-sungut
melihat wajah Ariestha yang memerah tentu saja siapa pun tau jika gadis itu sedang berusaha menahan malu, tapi tidak dengan Justin lelaki itu malah menarik tangan gadis itu hingga membuat jarak di antara mereka seakan menghilang
"tapi aku berharap lebih"ucap Justin membuat mata Ariestha membulat sempurna
"apa kau sudah gila, kau terlalu dekat!"ucap Ariestha langsung mendorong tubuh lelaki itu
lelaki itu hanya terkekeh melihat reaksi berlebihan yang di tunjukkan Ariestha pada nya
'dia ini benar-benar membuatku ingin menggigit bibir nya yang cerewet itu'batin Justin sambil memandang wajah cemberut Ariestha
'ais..ada apa dengan ku'lanjutnya
di sisi lain Demian terlihat mengepalkan tangannya melihat keakraban mereka dan sayangnya baik Ariestha ataupun Justin tidak menyadari tengah di perhatikan oleh seseorang dengan tatapan pembunuh
"beraninya dia mempermainkan perasaan ku!"gumang Demian penuh amarah
rupanya sedari tadi lelaki itu tengah menunggu Ariestha yang tidak kunjung kembali dengan gelisah di istana harem, namun malah mendapat kan rasa kecewa yang dalam setelah nya
.
.
.
prang!!
tidak sengaja Teresa menjatuhkan piring saat sedang membersihkan nya, hingga membuat pelayan senior disana menjadi murka
"apa kau tidak punya tenaga!, bisa-bisa menjatuhkan piring mahal itu apa kau pikir gajimu seumur hidup bisa membayarnya, hah!"bentak pelayan tua itu menatap nyalang Teresa
__ADS_1
"tapi itu hanya piring biasa, harganya bahkan tidak mahal , bagaimana mungkin aku tidak bisa membayarnya seumur hidupku"jawab terasa tidak mau kalah sehingga membuat wanita tua itu bertambah kesal
biar bagaimanapun terasa lebih tau yang mana barang mahal dan yang mana yang murah , jika mengingat status yang ia miliki
"beraninya kau menyela omongan ku,"teriak wanita tua itu menggema
membuat Teresa terkejut karena tempramen wanita tua itu benar-benar buruk, Teresa langsung menahan tangan pelayan itu dengan cepat sebelum sampai di pipi mulusnya , dan langsung menghempaskan nya dengan kasar
"jangan pernah mencoba untuk menyentuh ku dengan tangan kotormu itu!"tekan terasa Kepada wanita itu menatap dengan sinis
"apa kau pikir dengan bersikap seperti ini, bisa merubah status mu pelayan rendahan!"ucap wanita tua itu dengan senyum mengejek
"aku peringatkan jangan terlalu percaya diri , karena tuan locetot tidak mungkin akan menerima mu di sisinya , karena kau bahkan tidak pantas untuk seekor anjing!"lanjutnya di ikuti tawa meremehkan ciri khasnya
wanita tua itu kemudian melenggang meninggalkan Teresa yang masih mematung di tempat, namun di detik berikutnya Teresa dengan langkah besar mengejar nya
"hei kau wanita tua!"ucap Teresa lantang
sontak saja pelayan senior itu menoleh menatap nya
plak!!!
sekuat tenaga Teresa memukul wajah pelayan itu hingga menimbulkan bunyi yang menggema
Dengan kasar terasa menarik rambut wanita itu sehingga ia menjerit kesakitan, tidak cukup itu saja gadis itu memukuli wajah pelayan itu dengan sangat berutal hingga suara kegaduhan tersebut membuat para pelayan lainnya berkumpul untuk melerai mereka
"cepat jauhkan wanita gila ini dariku"teriak wanita tua itu pada para pelayan yang mencoba melerai mereka, tampak ia sangat berantakan dengan wajah penuh lebam
setelah cukup lama akhirnya mereka berhasil memegangi Teresa agar mau menjauh
"cepat bawa dia ke gudang, dan kurung dia!"teriak wanita itu
"tapi, kalau tuan locetot tau kita pasti akan dihukum"ujar pelayan yang bernama Irena dengan nada ragu
"aku akan mengatasinya lagi pula aku yakin tuan Locetot tidak akan peduli Walaupun dia tidak ada!"jelas wanita tua itu dengan jumawa menatap Teresa yang sedari tadi meronta
akhirnya dengan perasaan ragu mereka mengurung Teresa atas perintah pelayan senior itu, sedangkan Teresa yang sekarang berada di dalam gudang mencoba untuk tetap tenang walaupun sebenarnya ia sangat takut kegelapan
"tempat ini sangat gelap bahkan sinar matahari tidak dapat masuk"gumang Teresa memperhatikan sekeliling nya dengan rasa takut yang mulai melanda
__ADS_1
"tidak Teresa kau harus kuat, ini adalah hidup mu yang sekarang jadi kau harus siap!"gumang nya lagi mencoba menguatkan hati
Teresa terus saja bergumam untuk menguatkan hati nya sendiri tanpa ia sadari matahari telah berganti dengan bulan yang tampak indah menghiasi malam ini
tok!
tok!
Teresa terkejut mendengar ketukan karena penasaran gadis itu langsung mendekati pintu dan menempelkan telinganya
"hei"suara seorang terdengar setengah berbisik di sisi lain pintu itu
"ini ada makanan , dan air aku harap kau tidak kelaparan, aku minta maaf karena tidak bisa berbuat apa-apa"ujar suara itu di detik berikutnya dari bawah pintu yang memang sedikit berjarak dari lantai muncul dua potong roti dan sekantung air
"Irena ayo cepat nanti nyonya Lona melihat kita!"ucap salah satu temannya
"iya tenang lah Yuka!"ucap Irena dengan nada penuh penekanan
setelah itu tidak lagi terdengar suara mereka tampak nya mereka sudah pergi, sedangkan Teresa menatap roti dan air tersebut sambil berkaca-kaca
"tuan locetot tolong cepat kembali"ujarnya dengan air mata yang kini sudah mengajak sungai
malam itu dia menghabiskan waktu dengan menangis dan meratapi nasibnya yang malang sambil memeluk lutut
"ayahanda aku rindu , aku harus bagaimana ayah aku takut, apa seharusnya aku mati saja"ucap Teresa lirih membayangkan wajah sang ayah dengan hati mencelos
***
pagi hari menjelang locetot tampak memasuki kediamannya dengan langkah santai seperti biasa raut wajah dinginnya selalu menjadi penghias wajah nya itu
lelaki itu tampak celingukan seperti mencari seseorang membuat para pelayan yang ada di sekitar nya seketika menegang
"di manaTeresa!"ujar locetot heran
"dia..,em kami tidak tau nyonya Lona yang bersamanya"ujar yuki gugup membuat locetot memicingkan mata setelah melihat reaksi pelayan yang selalu tampak ceria tersebut
"panggil dia kemari!"perintah locetot langsung di laksanakan oleh Yuki dengan cepat
tidak berselang lama Lona tampak datang menghadap locetot
__ADS_1
"pelayan Lona, di mana Teresa?"tanya locetot dingin mengintimidasi Lona dengan tatapan tajam nya
"eggghh..tuan dia sudah kabur"