
demian menggertakan giginya namun ia tidak berani menyerang gadis di hapanya itu sedang locetot tampak bimbang antara hendak menyerang tetapi takut demian tidak menyukai tindakannya
sedetik berikutnya ariestha tampak menarik pedang dari demian kemudian menghampiri justin yang tampak sudah di penuhi keringat dan pucat
"pedang itu , benar-benar pengecut kau demian! "ucapnya geram sambil menggenggam tangan justin
"bertahanlah, aku akan mengobatimu dengan tenaga dalamku"ucap ariestha tampak panik
"dia akan mati kau tidak perlu membuang tenaga mu"ucap demian kesal kemudian mengisaratkan locetot dan jendral song untuk membunuh jendral kaloga dan justin
locetot langsung maju menyerangnya jendral kaloga dengan cepat, sedangkan jendral song menatap justin yang tampak duduk sambil memegangi dadanya di obati oleh ariestha
"nona menyingkirlah aku harus menyelesaikan tugas"ucap jendral song dengan nada ketus
"jika kau berani aku akan membunuhmu! "ucap ariestha menoleh menatap tajam
jendral song hanya tersenyum remeh, kemudian maju
"aku tidak tau apa hubungan anda dengan putra mahkota bangsa hun ini tapi aku tidak akan segan jika anda menghalangi"jendral song menghunuskan pedangnya di hadapan ariestha
"kebanianmu ini membuatku muak jendral songhaigo! "ucap ariestha dingin
srekk!
agggkkkkk!!!!
ariestha menebas leher jendral song dengan kejam, dengan tersenyum puas
"sudah ku katakan bahwa aku sangat muak! "ucap ariestha menginjak kepala yang tergetak di dekat kakinya dengan keras
brugg!
ariestha menoleh melihat jendral justin terkapar tidak berdaya oleh serangan locetot
"jika kau membunuhnya maka kau juga akan ikut ke neraka locetot! "ucap ariestha menatap tajam lelaki itu
__ADS_1
"ini adalah perintah"ucap locetot dengan tenang
dengan cepat ariestha menyerang locetot karena ia tidak ingin orang justin terluka ,tampak locetot kualahan menghadapi serangan gadis itu hingga ia langsung mundur cukup jauh
"kenapa,apakah takut mati"ucap ariestha datar sedang lelaki itu tampak memegangi dadanya dengan nafas tersengal sepertinnya tenaganya habis terkuras
ariestha tidak mempedulikan locoletot dan menghampiri justin yang tampak tidak berdaya dengan prasaan yang benar-benar kacau
'plapu bantu aku obati dia'ucap ariestha
'maaf nona saya tidak bisa menyembuhkannya karena racun itu sangat kuat hingga..'plapu tidak melanjutkan kata-katanya
'aku tidak mau tau kau harus bisa plapu! 'tekan ariestha membuat hewan spiritual itu ketakutan
'aku tetap tidak bisa nona, tapi aku bisa membuat jiwanya hidup walau dia telah bereinkarnasi"ucap plapu gemetar
'lakukanlah plapu aku tidak ingin kehilngannya'ucap ariestha tidak sabaran
'tapi nona ia tidak mungkin berainkarnasi di dunia kecil ini lagi,kemungkinan ia berpindah dimensi entah di alam yang mana aku tidak tau nona, karena levelku masih rendah sehingga kemampuaanku terbatas'lanjut plapu membuat ariestha terkejut
"ariestha, maaf aku tidak bisa berada di sampingmu lagi"tiba-tiba justin memegang pipi ariestha dengan senyuman
"diamlah dasar bodoh, aku tidak ingin mendengar kata-kata itu"ucap ariestha berlinang air mata
"tolong jangan menangis, hiduplah dengan baik walaupun tanpa aku"lanjut justin dengan suara serak dan hampir menghilang
"tidak justin, kita akan hidup bersama nanti, ingatlah aku kelak jangan lupakan aku! "tekan ariestha menggenggam erat tangan justin dengan penuh kepedihan
'plapu lakukanlah! 'ucap ariestha
'baik'
sebelum jiwa justin menghilang, plapu mengambil dan memulihkannya dengan kekuatan spiritual kemudian ia membebaskan jiwa itu untuk memilih alam yang berbeda
'ku harap kau akan mengingat nonaku, saat ia menemukanmu nanti'
__ADS_1
.
.
.
setelah perang berahir bangsa hun akhirnya Kembali tunduk kembali kepada kerajaan finixzela , dan demian di angkat menjadi raja yang baru setelah kematian ibu suri
tidak banyak yang tau tentang apa penyebab kematian ibu suri tapi banyak kabar angin mengatakan sebenarnya ibu suri belum mati hanya saja di tahan di kerajaan dingin oleh demian
ariestha yang telah di anggap sebagai penghianat di hapus dari gelar selir yang ia punya,
dan ariestha senang dengan keputusan demian untuknya itu
"plapu aku harus menemukan justin, apakah kau punya gambaran ia pergi ke dimensi yang mana"ucap ariestha
'nona aku tidak tau aku hanya melepaskan jiwanya dan dia sendiri yang memilih'jelas plapu
"baiklah sepertinya kita akan terus menyusuri dimensi yang berbeda plapu tolong bantulah aku"
'iya nona, aku juga akan terus berusaha menaikan levelku hingga bisa melakukan banyak hal untuk nona'ucap plapu
plapu membuka ruang hingga mereka kembali ke dalam sistem
ting!
'dunia kali ini adalah dunia modern bersiapalah untuk penyesuaian'
[Penyesuaian di proses]
Ting
[SELAMAT DATANG]
"harap nona menyukai perjalanan kali ini"
__ADS_1