
locatot mengerutkan kening setelah mendengar pernyataan Lona tentang teresa, ia merasa sangat tidak mungkin hal itu berani Gadis itu lakukan
"kabur?,apa kau yakin lona!"ucap locetot datar menatap tajam pelayan tua itu
"i..iya tuan"ujarnya menunduk tidak berani menatap sang tuan dengan Keringat dingin bercucuran di pelipis nya
"dia adalah pelayan istimewa ku, tidak mungkin dia berani meninggalkan tempat ini tanpa izin ku,lona bicaralah dengan jujur atau kau akan menerima akibatnya!"ucap locetot membuat Lona gemetar tidak berani mengeluarkan suara
pelayan itu tidak menyangka bahwa locetot
akan semarah itu dengan ketidak ada nya Teresa
locetot yang melihat Lona yang masih saja bungkam akhirnya mengalihkan pandangannya pada Yuka
"aku yakin kau pasti tahu apa yang terjadi cepat beri tahu aku" ucap locetot menatap lekat Yuka yang kini diam-diam melirik Lona dengan wajah takut
"tu-tuan ak-aku....."Yuka tampak ketakutan
"nyonya lona telah mengurung Teresa di gudang tuan"tiba-tiba Irena langsung berbicara tanpa mengindahkan tatapan tajam dari Lona
locetot langsung berdiri kemudian menatap Lona penuh amarah, sedangkan Lona langsung berlutut memohon ampun
"beraninya kau membohongi ku!"teriak locetot menggema
"tolong ampuni hamba tuan hamba hanya sedikit memberinya pelajaran agar menghormati yang lebih tua"ujar Lona dengan suara bergetar
"kau sangat lancang!, pengawal cepat cambuk pelayan Lona seratus kali!"ucap locetot dingin kemudian berlalu meninggalkan tempat itu menuju gudang
"tuan tolong ampuni hamba"teriak Lona lirih namun tidak di indahkan oleh lelaki dingin tersebut, walaupun ia sangat menghargai Lona karena telah merawat nya sedari kecil tapi locetot tidak bisa membiarkan sikap sewenang-wenang Lona menjadi-jadi
.
.
.
Ariestha menghentikan langkahnya setelah melihat Demian
"Yang mulia ada hal apa anda memanggil hamba"ujar Ariestha bingung
__ADS_1
karena Demian meminta nya datang ke pinggir hutan larangan tentu membuat gadis itu bertanya-tanya, dan menaikan kewaspadaan nya seketika
pangeran Demian tampak tersenyum menatap mimik wajah gadis nya itu
"apakah kau mencintaiku Ariestha"tanya Demian masih dengan senyum khasnya seketika membuat gadis terkejut bukan main
"yang mulia hamba..."Ariestha tidak sanggup melanjutkan Kata-katanya membuat Demian menaikan alisnya
"kamu kenapa Ariestha, ayo katakanlah aku sudah tidak sabar mendengarkan jawaban mu"ujar Demian menatap tajam Ariestha
"maafkan hamba yang mulia....."
Demian Langsung menarik dagu Ariestha kasar kemudian menatap penuh amarah gadis itu
"kenapa apa kerena lelaki bertopeng itu!" ucap Demian penuh penekanan
ariestha Langsung menepis tangan Demian dengan keras hingga membuat Demian sedikit mundur
"apakah kau mengikuti ku!, sungguh lancang!"ujar Ariestha tak kalah tajam membuat Demian seketika meradang mengepalkan tangannya
"kau adalah selir ku, dan kau telah berani menghianatiku hanya kau yang lancang di sini Ariestha, kau wanita yang tidak tau malu!"ucap Demian
"aku tidak pernah ingin menjadi selirmu ,kau yang terlalu memaksa kehendak mu jadi jangan salahkan aku!'ucapan Ariestha kali ini benar-benar menohok Demian hingga laki-laki itu murka
Demian Langsung menyerang Ariestha hingga terjadi lah pertarungan yang sengit, Ariestha masih dengan tenang menghadapi serangan-serangan brutal dari demian yang tampak tidak beraturan di karena kan emosinya yang berlebih
brug!
Demian tersungkur di tanah dengan sudut bibir yang tampak berdarah
"apa kau lupa bahwa dalam keadaan terluka parah aku bahkan dapat mengalahkan mu!"ujar Ariestha sedikit menunduk menatap sinis demian yang tampak meringis
namun Demian tampak kembali tersenyum tipis mendengar ucapan gadis di hadapannya itu, dan diam-diam mengarahkan tangannya ke Ariestha yang tampak akan pergi
akggh!
ariestha tak bisa bergerak karena Demian menguncinya dengan rantai api, gadis itu terlihat menggeliat karena panasnya api murni tersebut
"apa kau pikir kemampuan ku hanya sebatas bela diri saja nona! kau tidak tau aku juga menguasai elemen api "ucap Demian tersenyum smirk menggenggam api di tangan nya
__ADS_1
"kau!"ucap Ariestha dengan tatapan jijik pada lelaki itu, membuat Demian tertawa renyah
"terus kan, teruskan lah berontak maka api itu akan semakin menyiksamu!,aku paling tidak suka di permainkan, dan karena kau telah berani menghina ku maka aku pasti kan hidupmu hanya akan di penuhi dengan penderitaan nona!"ucap Demian kini sudah berdiri persis di hadapan Ariestha dengan senyum penuh misteri
cuh..!
ariestha meludah tepat di wajah demian, di ikuti dengan senyum sinis
plak!
"wanita tidak tau diri berani nya kau!"teriak Demian menggelegar membuat Ariestha tergelak
"lucu sekali seorang putra mahkota karena di tolak cintanya langsung menyiksa seorang gadis, Ais... benar-benar pengecut!"ucap Ariestha dengan sudut bibir yang telah di aliri darah segar
Demian yang murka langsung mencengkram rahang Ariestha keras kemudian menariknya agar mendekat
"sangat angkuh,aku ingin tau masih seberapa angkuhnya kau saat tubuh mu ini aku nikmati di dalam api yang berkobar!"bisiknya penuh penekanan
"laki-laki brengsek!"teriak Ariestha sambil meronta karena Demian kini telah memegang pundaknya keras
"berteriak lah , karena aku sangat bergairah mendengar teriakan saat sedang bercumbu"ujar Demian dengan senyum smirk seketika menarik baju Ariestha hingga robek
"lepaskan aku brengsek!"teriak Ariestha , melihat bagian tubuh atasnya mulai terekspos
rantai api kini berubah menjadi kobaran api yang membarah, membuat gadis itu semakin berteriak kepanasan, sedangkan Demian semakin bergairah memainkan daerah terlarang Ariestha
"nikmatilah sayang!"bisik Demian dengan suara bergetar, sedangkan gadis itu tampak meringis karena ia tidak dapat merasakan apapun kecuali Rasa sakit
'apakah nasibku akan berujung buruk kali ini!'batin Ariestha memejamkan matanya merasakan sakit di sekujur tubuh yang masih saja di nikmati Demian dengan rakus
namun tiba-tiba gadis itu menyadari tubuhnya sudah dapat di gerakkan hingga membuat nya langsung menerjang kepala Demian yang kini sudah berada di bawah perutnya, hingga terjengkang mundur
Ariestha berusaha berlari walaupun tenaga nya sudah sangat terkuras karena belenggu api Demian
"tangkap gadis itu dalam keadaan hidup atau mati!"teriak Demian seketika semua prajurit bayangkan yang selalu ada di sekitarnya itu langsung berhamburan mencari dari berbagai arah
sedangkan Ariestha masih sering tertatih terus berlari sampai ke tengah-tengah hutan, ia terkejut karena di sana tidak ada pepohonan yang ada hanyalah batu yang tampak berjejer yang tampak rapi, karena tenaga nya sudah benar-benar terkuras akhirnya ia langsung terjatuh dan bersembunyi di antara bebatuan itu
"aku yakin gadis itu pasti ada di sekitar sini karena aku masih merasakan auranya di sini"ujar salah satu prajurit itu
__ADS_1
Tidak lama dari mereka tampak Demian datang Dangan wajah geram ikut mencari kesana kemari, membuat Ariestha yang bersembunyi di balik batu yang kini tepat di hadapan Demian pun seketika menegang
'tolong selamatkan aku'