Menjebak Suami Orang

Menjebak Suami Orang
Seperti Bidadari


__ADS_3

Setelah menutup sambungan telepon itu, Mauren menoleh pada Erina yang saat ini masih terisak di atas brangkar. Wajah wanita itu, tampak pucat, sorot matanya pun sayu dan menunjukkan kepedihan. Sedangkan butiran bening tak henti-hentinya meleleh dari kedua sudut matanya. Mauren hanya bisa menatapnya iba, lalu menggenggam tangan Erina.


"Maafkan aku, Erina. Aku tidak berhasil membujuk Billy untuk datang menjengukmu sekarang. Tapi, percayalah padaku, aku akan berusaha agar Billy mau menemuimu dan kembali padamu."


Erina pun menarik jemarinya dari genggaman tangan Mauren, lalu melirik wanita itu dengan tatapan sinis.


"Lebih baik, kau juga pergi dari sini, Kak. Aku tidak membutuhkan siapa pun di sampingku, karena yang aku butuhkan hanyalah Billy. Tetapi, dia sudah menolakku, jadi lebih baik aku sendiri dan meratapi kepedihanku."


"Tapi Erina..."


"Pergi Kak! Biarkan aku sendiri."


Mauren pun menghela nafas pelan, disertai rasa sesak di dada. Dia pernah mengalami rasanya sakit hati seperti itu, sakit hati karena orang yang dia cintai mengecewakannya. Meskipun kondisinya berbeda, tetapi dia yakin rasa sakitnya sama.


"Pergi Kak!" bentak Erina kembali.

__ADS_1


"Baik, aku akan pergi. Tetapi, berjanjilah untuk tidak menyakiti dirimu lagi, Erina. Kalau kau ingin mendapatkan Billy kan? Tolong jangan menyerah, dan teruslah berjuang untuk mendapatkan cintanya," ujar Mauren, lalu pergi meninggalkan Erina.


Setelah Mauren pergi, Erina pun bergumam lirih. "Tentu saja aku akan memperjuangkan Billy, aku tidak mungkin melepaskannya semudah itu. Dulu saja, aku bisa melenyapkan Alexa dari kehidupan Billy. Lalu, kenapa sekarang tidak? Aku yakin, itu bukan hal yang sulit bagiku karena yang aku butuhkan hanyalah waktu dan kesempatan untuk mencari tahu sekaligus melenyapkan wanita itu."


***


Sementara itu di dalam mall. Setelah 3 jam lamanya menunggu Bunga di salon, akhirnya wanita itu pun memberitahu Billy jika dia sudah selesai melakukan perawatan. Gegas, Billy pun menghampiri bunga yang baru saja selesai melakukan perawatan di salon.


Saat pertama kali melihat penampilan Bunga, Billy pun tak dapat menyembunyikan kagumnya. Wajah wanita itu, sekarang terlihat jauh lebih segar, tatanan rambutnya pun baru, potongannya lebih pendek dengan model lose-wavy berponi di depan keningnya, membuat wajah imut Bunga, terlihat lebih menggemaskan. Sedangakan kulit tubuhnya pun terlihat semakin putih, sangat sinkron dengan kuku di jemarinya yang terlihat terawat dengan kutek berwarna bening.


Sejenak, Billy hanya terdiam dan menatap Bunga dengan tatapan penuh damba. Apalagi, saat wanita itu berjalan ke arahnya, berkali-kali Billy meneguk salivanya disertai degup jantung yang berdetak makin cepat.


"Seperti bidadari," jawab Billy spontan.


"A-apa, Dokter?"

__ADS_1


"Oh... Emh, maksudku bagus. Kau jauh terlihat lebih segar, Bunga. Sekarang, ayo kita makan. Kau pasti lapar kan?" ajak Billy, lalu pergi meninggalkan Bunga di belakangnya.


"Kenapa Dokter Billy meninggalkanku begitu saja? Apa aku terlihat aneh?" batin Bunga.


Sementara itu, di depan Bunga, Billy tampak mendorong stroller Alea dengan begitu gugup. Dia berjalan meninggalkan Bunga begitu saja untuk menutupi rasa gugup di dalam hatinya, ketika melihat penampilan bunga saat ini.


"Sial, argh. Kenapa dia cantik sekali?"


Setengah jam kemudian, mereka sudah menikmati makan siangnya di sebuah rumah makan. "Bunga, itu ada sisa makanan di sudut bibirmu, biar kubersihkan," ujar Billy. Dia lalu mengelap sisa makanan di sudut bibir Bunga. Tentunya, wanita itu pun merasa begitu gugup diperlakukan seperti itu, ketika tiba-tiba Billy menyentuh bibirnya.


"Mau aku suapi?" tanya Billy. Spontan, Bunga pun tertawa.


"Kau pikir, aku anak kecil, Dokter?"


"Anggap saja ini bonus dariku, sini kusuapi," ujar Billy. Bunga yang awalnya tertawa, kini pun tersipu malu. Apalagi, saat Billy menyuapkan makanan padanya.

__ADS_1


Sementara itu di salah satu sudut restoran, tampak seorang wanita sedang mengamati kemesraan keduanya.


"Bukankah itu Dokter Billy? Tunangan dari Erina Felicia?"


__ADS_2