Menjebak Suami Orang

Menjebak Suami Orang
Seorang Janda


__ADS_3

"Sudah selesai makannya?" Bunga pun mengangguk seraya tersenyum simpul, raut wajahnya kembali merona. Tatapan hangat dari Billy serta perlakuan manis laki-laki itu sungguh membuatnya bahagia.


"Kita pulang?" balas Bunga. Billy pun tampak mengerutkan keningnya.


"Pulang? Bukannya kita belum jalan-jalan?"


"Tapi kau dan Alea sudah lama berjalan-jalan, kan? Apa kau tidak lelah?"


Billy tampak mengerucutkan bibirnya. "Bukannya aku belum jalan-jalan denganmu? Rasanya, tidak lengkap kalau cuma jalan-jalan dengan Alea saja, karena Alea sama sekali tidak bisa membalas obrolanku." Bunga pun tertawa mendengar perkataan Billy.


"Dia masih bayi, Dokter. Emh baiklah, kalau begitu, kita mau ke mana?"


"Terserah kau saja. Bunga dengarkan aku, aku tahu beberapa tahun terakhir ini, hidup yang kau jalani pasti tidak mudah. Sekarang, bersenang-senanglah denganku. Lakukan apa yang kau inginkan, buang semua rasa sedihmu, karena hari ini aku hanya ingin melihat senyumanmu. Apa kau tahu, senyummu itu begitu manis di wajahmu."


Mendengar perkataan Billy, sontak Bunga pun tak dapat membendung rasa harunya. Tanpa dia sadari, butiran kristal sudah lolos begitu saja dari kedua sudut matanya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Billy, dia lalu mengusap air mata yang jatuh di wajah Bunga. Namun, Bunga tak lekas menjawab. Dia hanya memejamkan matanya, seraya merasakan kepedihan di dada, seolah ingin menumpahkan semua rasa sakit agar rasa sakit itu hilang berganti dengan kebahagiaan. Lebih tepatnya, sebuah kebahagiaan yang sudah lama tidak pernah dia rasakan. Melihat tangisan Bunga, spontan Billy pun menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapannyam


"Menangislah, menangislah sepuasmu. Lalu, setelah itu berjanjilah agar kau membuang rasa sedihmu itu, dan menggantinya dengan kebahagiaan. Jangan pernah takut lagi, karena di sini ada aku."


Bunga pun hanya bisa mengangguk dalam dekapan Billy, sebenarnya dia tak mengerti mengapa Billy bersikap seperti itu padannya. Yang dia rasakan saat ini hanyalah sebuah kebahagiaan dan kenyamanan di dalam dekapan hangat Billy. Bahkan ingin rasanya dia terus-menerus berada di dekat laki-laki itu.


Setelah cukup lama menangis dalam pelukan Billy, Bunga pun menarik tubuhnya dari tubuh laki-laki itu. Lalu tersenyum simpul sambil menatap Billy.

__ADS_1


"Maafkan aku, Dokter. Maaf aku sudah merepotkanmu seperti ini."


"Tidak ada yang merasa direpotkan, Bunga. Aku cuma ingin melihat kau bahagia. Apa kau tahu saat pertama kita bertemu. Di mataku, kau adalah wanita yang ceria, sungguh berbeda dengan yang saat ini kulihat. Aku ingin melihat keceriaanmu lagi, Bunga. Meskipun..."


"Meskipun apa? Meskipun saat itu aku terlihat aneh dan seperti orang gila? Bahkan, Dokter Billy mengejekku orang gila kan?" sungut Bunga. Billy pun terkekeh melihat wajah Bunga yang tampak menggemaskan, wanita itu pun sudah terlihat ceria.


"Tuh kan Dokter Billy ngeledek aku lagi. Jangan ngomong aku gila lagi ya!"


"Hahaha... Wanita gila, mulai hari ini, jalanilah hidup ini bersamaku dengan penuh kegilaan, Bunga. Kau mau kan menjalani hidup yang rumit ini dengan kegilaan?"


"Dasar kau juga dokter gila, baiklah kalau begitu, kita harus sama-sama jadi orang gila, Dokter Billy!"


"Hahahahahaha..."


Keduanya pun tertawa terbahak-bahak. "Sekarang, apa yang ingin kau lakukan?' tanya Billy.


"Baiklah, kapan-kapan kita harus nonton berdua. Nanti Alea kita titipkan di day care saja."


"Ide bagus, kalau begitu lebih baik kita sekarang bermain saja, Dokter Billy."


"Bermain di mana?"


"Di playground."

__ADS_1


"Playground?"


"Ya, aku belum pernah bermain di playground. Dulu, waktu berada di Panti, aku cuma bisa melihat permainan playground di YouTube atau televisi saja. Saat kecil aku ingin bermain di sana, sekarang aku ingin melihat Alea bermain di tempat itu, ya meskipun Alea masih kecil. Aku ingin Alea tidak merasakan yang pernah aku rasakan. Sejak kecil, dia harus bahagia, jangan seperti aku. Sedangkan kebahagiaan Alea, adalah kebahagiaanku. Bukankah dokter ingin melihat aku bahagia?"


Billy pun tersenyum, lalu bangkit dari atas kursi. "Kita ke playground sekarang!" ajak Billy, lalu menarik tangan Bunga dan menggandeng tangan itu dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya, mendorong stroller Alea. Bunga pun tersenyum lalu balas menggengam tangan Billy.


"Kau sudah lama tidak nonton drakor kan? Di ponselmu sudah kudaftarkan saluran Net***k. Jangan nonton yang gratisan, itu bukan gayaku."


"Huft sombong sekali, dasar dokter gila."


"Kau jauh lebih gila."


Sementara itu, di salah satu pojok restoran, wanita yang sejak tadi sedang mengamati keduanya tampak beberapa kali mengambil foto serta video Billy dan Bunga. Dia pun terkekeh, lalu mengirimkan pesan pada Erina.


"Selamat menikmati patah hatimu, Erina," ujar wanita itu sambil tersenyum kecut.


***


Di sisi lain Erina yang saat ini tengah merebahkan tubuhnya di atas brankar seraya memijat pelipisnya, dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering. Sontak dia pun mengambil ponsel itu, berharap jika yang menghubunginya adalah Billy, tetapi sayangnya bukan. Pesan masuk itu, berasal dari Veronica, salah satu rekan bisnisnya.


"Ada apa ini? Kenapa dia tiba-tiba mengirimkan pesan padaku? Bukankah sudah lama aku tidak mau menjalin bisnis dengan wanita licik itu?" gumam Erina.


Namun, betapa terkejutnya Erina saat membuka pesan itu, karena ternyata yang dikirimkan oleh Veronica adalah foto-foto serta video kemesraan Billy dengan seorang wanita. Tak hanya itu yang menjadi atensi Erina, tetapi juga seorang bayi yang diletakkan di stroller dan didorong oleh Billy saat mereka bergandengan tangan keluar dari restoran tersebut.

__ADS_1


"Siapa wanita ini? Tega sekali kau bermesraan dengan wanita lain saat kondisiku seperti ini. Tapi tunggu, kenapa ada bayi? Siapa anak ini? Apa itu anak Billy? Atau Billy sedang menjalin hubungan dengan seorang janda? Menjijikan sekali. Sangat tidak sepadan denganku!"


Erina tampak mengutak-atik ponselnya lalu menempelkan ponsel itu di telinganya. "Cepat cari tahu siapa wanita yang saat ini dekat dengan Billy!"


__ADS_2