Menjebak Suami Orang

Menjebak Suami Orang
Putus Asa


__ADS_3

"Tuan apa yang sedang anda lakukan? Kenapa anda tiba-tiba berteriak seperti itu?" sahut Bunga yang terkejut saat melihat Sean tiba-tiba berteriak dan bersikap aneh di depannya. Akan tetapi, Sean malah bersikap semakin aneh. Hal itu, tentu saja membuat Bunga cemas, dia pun mendekat pada Sean.


Sementara laki-laki itu, tampak memundurkan langkahnya hingga punggungnya terantuk pada dinding. Setelah itu, Sean mengangkat kedua tangannya di depan dada, seraya terus berteriak.


"Jangan Bunga! Tolong jangan menggodaku! Aku tidak pernah tertarik padamu!" teriaknya. Bersamaan dengan itu, Mauren pun masuk ke rumah tersebut, dan melihat pemandangan mengejutkan yang ada di depannya.


Melihat itu, tentu saja membuat amarah Mauren seketika memuncak. Belum hilang rasa terkejut, sekaligus penasarannya tentang hubungan Bunga dan Billy. Lalu, kali ini dia harus melihat sesuatu hal yang sempat menjadi pertanyaan dalam benaknya beberapa saat terakhir ini.


"Apa-apaan ini!" teriak Maureen disertai tatapan tajam pada Sean dan Bunga.


Bunga pun menoleh, dan melihat Mauren yang saat ini menatapnya dengan tatapan begitu mengintimidasi. Bahkan, tatapan itu terlihat sangat menakutkan, sorot mata yang tidak pernah Bunga lihat sebelumnya karena selama ini Mauren begitu baik padanya.


"Nyonya, maaf ini tidak seperti yang anda pikirkan," sahut Bunga. Sementara itu, Sean tampak tersenyum menyeringai, merasakan kemenangan saat rencananya berjalan mulus seperti yang dia harapkan. Apalagi, ketika melihat Mauren mendekat ke arah mereka dan mendaratkan tamparan keras pada Bunga.


PLAK PLAK PLAK


Tamparan keras itu, secara berulang kali mendarat di kedua pipi Bunga, hingga membuat sudut bibir wanita itu berdarah. Bunga pun pasrah diperlakukan seperti itu oleh Mauren, dalam benaknya percuma saja dia membela diri karena dia pun tak yakin jika Mauren percaya pada kata-katanya.


Dan detik itu juga, Bunga baru menyadari tingkah aneh Sean hanyalah untuk menjebak dirinya untuk memfitnahnya di depan Mauren. Dan sialnya, Bunga baru menyadari kebodohannya itu sekarang.


"Dasar wanita sialan! Kau benar-benar kurang ajar, Bunga. Kupikir kau wanita yang polos dan tulus. Aku mau memaafkanmu saat mengingatmu sampai berbohong untuk menyelamatkan Panti Asuhan tempat kau tinggal. Tetapi, ternyata kau memang wanita licik yang hanya bisa memanfaatkan keadaan. Ternyata kepolosmu itu hanyalah untuk menutupi kebusukan hatimu! Kau memang tidak lebih dari sekedar wanita penggoda! Kau wanita perusak hubungan orang lain!"


"Mauren, kau bisa lihat sendiri kan jika yang kukatakan itu benar. Dia memang wanita berbisa yang ingin menghancurkan rumah tangga kita untuk meraih apa yang dia inginkan. Sekarang, lebih baik usir dia pergi dari rumah ini!" cicit Sean. Akan tetapi, Mauren tidak mengindahkan perkataan suaminya itu, dan hanya menatap Bunga dengan tatapan tajam.


Perasaannya terasa begitu berkecamuk, belum lama dia bisa memaafkan kesalahan Bunga yang telah membuat rumah tangganya berantakan, lalu dia harus dihadapkan pada kenyataan jika Bunga lah yang menjadi salah satu penyebab keretakan hubungan antara Billy dengan Erina.

__ADS_1


Dan sekarang, seolah dia ditampar kenyataan jika apa yang dikatakan suaminya itu ternyata adalah benar. Padahal, kemarin Mauren tidak percaya pada kata-kata Sean jika Bunga tengah menggodanya, tetapi nyatanya saat ini dia melihat itu dengan mata kepalanya sendiri, dan itu terasa begitu menyakitkan hatinya.


"Maafkan aku, Nyonya Mauren," lirih Bunga seraya menundukkan kepalanya.


"Ini benar-benar tidak seperti yang anda pikirkan, saya tidak pernah mencoba bermaksud menggoda Tuhan Sean, Nyonya."


"Cukup, aku sudah muak mendengar perkataanmu itu. Bagiku, kau tidak lebih dari sekedar wanita penggoda. Bahkan bukan hanya suamiku yang kau goda kan, Bunga?"


Mendengar perkataan Mauren, Bunga pun mengangkat kepalanya lalu menatap wanita itu dengan tatapan tanda tanya. "Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak terima dengan perkataanku? Memang nyatanya seperti itu kan? Kau hanyalah seorang wanita penggoda! Lebih tepatnya, penggoda laki-laki, karena tidak hanya suamiku yang kau goda, tapi juga adikku!"


Bunga pun menggelengkan kepalanya. "Tidak Nyonya, saya tidak pernah menggoda Dokter Billy."


"Cih! Kau pikir aku percaya dengan kata-katamu itu? Aku sudah melihat semuanya, kau menggoda adikku dan memperalatnya agar kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan bukan? Aku tahu wanita seperti apa dirimu. Kau pasti memanfaatkan keadaanmu sekarang agar orang lain luluh padamu. Kau benar-benar tidak lebih dari sekedar jalangg murahan yang sudah menghancurkan hubungan orang lain! Wanita sepertimu memang tidak pantas hidup di dunia!"


"Maafkan saya, Nyonya. Saya tidak bermaksud seperti itu."


Bunga pun mengangguk, lalu pergi berjalan meninggalkan Mauren yang masih menatapnya dengan tatapan tajam, serta Sean yang saat ini merasa sangat bahagia.


Beberapa saat kemudian, Bunga pun keluar dari kamarnya dengan membawa Alea dalam gendongannya. Dia memang sengaja tidak membawa apapun, barang yang dibelikan oleh Billy dia tinggalkan di rumah itu. Begitu pula dengan ponsel pemberiannya.


"Saya permisi pamit dulu, Tuan, Nyonya. Terima kasih banyak atas kebaikan kalian. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya!" pamit Bunga.


"Satu lagi Bunga, tolong jangan pernah kau menggoda ataupun berhubungan dengan adikku. Apa kau belum cukup merusak rumah tanggaku? Aku juga tidak ingin kau merusak hubungan adikku dan Erina. Aku tidak ingin Erina tersakiti oleh wanita sepertimu, kau mengarti kan?"


"Iya Nyonya," jawab Bunga seraya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya, dia merasa terkejut saat mendengar sebuah nama yaitu Erina. Selama ini, Billy tidak pernah bercerita apapun tentang wanita itu, wanita yang bernama Erina. Dan, dia pun tak tahu bagaimana hubungan Billy dengan Erina sebenarnya.

__ADS_1


Tetapi, ada atau tidaknya Erina, Bunga memang sudah bertekad untuk tidak kembali pada Billy dan apapun yang berhubungan dengan keluarga dari Sean dan Mauren, karena itu sama saja membuka luka baginya. Bunga pun keluar dari rumah itu, langkahnya kembali menyisir jalan, dan itu sebenarnya bukan hal yang baru bagi Bunga.


Menapak langkah demi langkah di jalanan, sudah menjadi bagian hidupnya selama dua tahun terakhir. Akan tetapi, malam ini rasanya berbeda, selain rasa dingin yang menerpa tubuh, juga ada sebuah rasa yang berkecamuk di dalam dada, dan rasanya begitu sakit.


"Tuhan, ijinkan aku untuk memulai hidup baru, tanpa belenggu masa lalu. Aku sudah lelah berpura-pura kuat, padahal beban ini rasanya terlalu berat. Tapi hidup, memang sekeras ini. Karena mati pun bukan jawaban terbaik."


***


Keesokan harinya, Billy tampak memarkirkan mobilnya di rumah Mauren. Gegas, dia turun dari mobil tersebut, lalu mengetuk pintu rumah itu. Tak berapa lama, Bi Arni pun membuka pintu tersebut.


"Apa Bunga ada di dalam?" tanya Billy. Namun, pembantu rumah tangga itu tak menjawab, hanya menundukkan kepalanya seraya menggeleng pelan. Billy pun mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu Bi Arni? Apa Bunga sedang pergi?"


"Tidak Tuan Billy, Bunga sudah tidak tinggal di sini lagi. Tadi malam, Nyonya Mauren dan Tuan Sean sudah mengusirnya," jawab Bi Arni. Seketika, tubuh Billy menegang, dia kemudian mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Bunga. Namun, nomor ponsel itu sudah tidak aktif.


Billy tampak begitu frustasi. Di saat itulah, Bi Arni kembali mendekat padanya. "Maaf Tuan, ini barang-barang yang anda berikan pada Bunga. Dia tidak membawa barang apapun dari rumah ini."


Billy melirik barang-barang yang dibawakan oleh Bi Arni, tampak ponsel yang diberikan olehnya berada pada salah satu barang tersebut. Billy pun semakin panik. Saat ini, tak ada cara untuk menemukan Bunga, kecuali jika semesta yang mempertemukan mereka kembali.


Billy membalik tubuhnya lalu berjalan dengan langkah gontai keluar dari rumah tersebut. Di tengah perasaannya yang terasa begitu berkecamuk, dia tak mampu lagi untuk menahan rasa sakit mendapati kenyataan jika dia harus kehilangan Bunga. Spontan, dia pun berteriak dengan begitu putus asa.


"BUNGA!!!"


NOTE:


Jangan lupa mampir ke novel terbaru othor ya, judulnya Gairah Sang Mantan, terima kasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2