Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 11:Pertarungan Ratna


__ADS_3

Iya iya maaf deh Sat,tapi kan lo menikmati brantemnya(dengan nada ledekan)


Iya sih gue memang menikmati apa lagi Sinta tu kalau marah tambah cantik gitu(sambil senyam-senyum)


Hemmmm...Ya udah lah pulang yuk nanti sore lo harus temenin gue Sat buat latihan ok(Rahman mengerutkan dahinya)


Sorenya...


Ratna dan Sinta janjian di taman dekat rumah Ratna, Ratna menunggu Sinta namun Sinta tak kunjung datang. Saat Ratna duduk dikursi taman tiba-tiba ia mendengar jeritan seseorang yang minta tolong.Benar saja ternyata suara itu berasal dari ibu-ibu yang mengejar seorang laki-laki yang membawa tas merah. Ternyata laki-laki itu adalah copet.


Tolong... tolong... tas saya dicopet(ibu itu berlari dengan masih teriak)


Siapa tu??Astagfirullah ternyata ibu itu,kayaknya ibu itu butuh bantuan.Wajib bantuin ni hitung-hitung pemabasan(ucap Ratna sambil berlari mengejar copet)


Tak lama kemudian Ratna berhasil mencegat copet itu, saat Ratna minta pulangkan tas ibu itu copet itu menolak dan menyerang Ratna.


Assalamualikum mas... itu tas siapa ya?? (tanya Ratna pada pereman)


Ya tas saya lah tas siapa lagi masa tas kamu(ucap pereman dengan santai)

__ADS_1


Serius itu tas mas... tapi kok warnanya merah ya dan kayak tas wanita?? (ucap Ratna menyelidik)


Siapa sih lo nanaya-nanaya, ini bukan urusan lo mending lo pergi dari sini kalau nggak mau wajah cantik lo itu hilang(ucap pereman mengancam)


Maaf saya nggak bisa pergi dari sini,kalau pun saya pergi dari sini harus dengan membawa tas itu. soal wajah saya...saya nggak yakin mas bisa ngelukain wajah saya(ucap Ratna sengaja memancing pereman)


Hehhh dasar wanita lemahhh, kayaknya lo mau banget tu wajah hilang cantiknya(ucap pereman dengan sambil menyekak pinggangnya)


Kalau mas hebat banget silahkan aja lukai wajah saya itu kalau hebat sih(Ratna masih memancing)


Benar saja ternyata pereman itu terpancing dan langsung menyerang Ratna,namun saat pereman menyerang Ratna hanya mengelak. Berulang kali pereman ingin mengenai wajah Ratna namun tak pernah kena hingga tenaga Pereman terkuras dan lemah. Ternyata itu merupakan rencana Ratna saat Pereman lemah Ratna langsung menendang tepat diperut pereman,pereman yang menerima tendangan Ratna terkejut dan mental lalu terjatuh. Saat pereman jatuh Ratna mengambil tas itu dan langsung menyusul ke tempat ibu yang dicopet tadi.


Assalamualaikum bu....ini tas ibu?? (tanya Ratna)


Sama-sama bu, mending ibu chek dulu mana tau ada yang hilang?? (ucap Ratna mengajukan)


Sebentar ya nak... Alhamdulillah nggak ada yang hilang nak, kamu ini udah cantik, baik, pinter silat lagi tante salut sama kamu(sambil senyum pada Ratna)


Iya bu sama-sama, lain kali ibu hati-hati ya jangan terlalu menggunakan barang-barang yang memancing mereka melakukan kriminalitas. Biarkan kita berpenampilan biasa asal nyawa kita selamat.Ratna permisi dulu ya bu(ucap Ratna sambil salaman dengan ibu itu)

__ADS_1


Ratna pun pergi kembali ketaman,Ratna takut Sinta mencarinya.Ternyata saat Ratna tadi sibuk berkelahi dengan copet tanpa ia sadari bahwa ternyata ada Rahman yang melihatnya. Rahman terkejut ditambah takjub dan bahkan kagum,bagaimana Rahman tidak begitu.Rahman melihat Ratna dengan menggunakan pakaian silat dengan hijab menutupi kepalanya namun ia tak merasa terhalangi saat melawan copet itu. Rahman tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Ratna pada saat bertarung dan pada saat dikampus itu sangat jauh berbeda.Saat dikampus ia tak pernah melihat arah lain ia hanya tertunduk, berbeda dengan Ratna yang saat bertarung itu wajahnya sangat berbeda ia tampak lebih mengerikan dari pada sebelumnya. Namun disebalik itu Rahman takut saat bertarung nanti dipertandingan,ia takut Ratna akan menghabisinya sampai ia tak bisa bangkit lagi.


Wawww...kerwn banget tu cewek bisa ngalahin copet yang lebih besar darinya. tapi serem ya ekspresi Ratna saat bertarung,gue jadi takut kalau gue ketemu Ratna nanti gimana ya apa gue bakalan dibuat nggak bangun sama Ratna.Ya allah lindungi hamba dari Ratna aminn(batin Rahman dengan wajah takutnya)


Tenang Rahman kamu hanya perlu berlatih dengan keras agar bisa mengalahkan Ratna(menyemangati dirinya sendiri)


Disisi lain ternyata benar Sinta telah menunggu Ratna lama sekali.Ratna cemas Sinta bakalan marah padanya. Ratna pun menghampiri Sinta dengan sangat hati-hati. Benar saja Sinta marah padanya.


Assalamualikum Sinta... (ucap Ratna sambil mendekati Sinta)


Waalaikumsallam kamu dari mana aja sih Rat aku dari tadi nungguin kamu tau nggak, capek tau nungguin kamu. aku kaya orang bodoh disini tau nggak sih,kamu jahat Rat lo biarin aku sendirian disini(dengan wajah kesal)


Maaf deh aku nggak maksud kayak gitu. aku minta maaf banget tadi aku pergi bantuin ibu-ibu yang kecopetan tadi. aku tadi sempat berantem sama tu copet tapi sayang... (menghentikan ucapannya)


Kenapa?? kami kena pukulan tu pereman?? kamu nggak bisa nangkapnya?? atau kamu habis ditonjok tu pereman?? (tanya Sinta terus menerus)


Apaan sih aku nggak kalah sama sekali kok, emang siapa yang bisa ngalahin aku kan kamu tau kalau gue ini cewek petarung yang hebat(ucap Ratna sambil tersenyum)


Jadi kamu bilang tapi sayangnya apa?? (tanya Sinta)

__ADS_1


Tapi sayangnya aku berhasil, itu yang aku mau bilang. kamu aja yang cemas banget sama aku,akubtau kalau kamu itu takut aku terluka kan kamu sayang banget sama sahabatmu yang cantik dan hebat ini(ucap Ratna dengan senyum diwajahnya.


Saat mereka asyik dengan obrolannya tiba-tiba datang....


__ADS_2