
Paginya Ratna terbangun, Ratna merasakan kepalanya pusing sekali dan juga berat. Ratna merasakan pinggangnya ada yang memeluknya. Ratna melihat benar saja ternyata itu Rahman. Ratna semakin terkejut saat ia mengintip dibawah selimut tubuhnya tanpa mengenakan sehelai pakaianpun. Sontak Ratna langsung berteriak.
Aaaaaaaaaaaaa(teriak Ratna sekencang-kencangnya)
Sontak Rahman terkejut dan langsung berdiri, Ratna yang meliaht Rahman berdiri tanpa mengenakan pakaian langsung menutup wajahnya dan tubuhnya dengan selimut.
Ada apa??(ucap Rahman)
Rahman melihat Ratna yang menyelimuti tubuhnya dengan selimut.Rahman mengerti mengapa Ratna berteriak, Rahman duduk ditepi kasur lalu memasang celana boxernya. Rahman berfikir untuk menggoda Ratna. Rahman menarik selimut Ratna membuat Ratna memberontak mempertahankannya.
Kamu apa-apaan sih,usah macam-macam dong(ucap Ratna marah)
Kenapa?? kan kita udah macam-macam kemarin malam(ucap Rahman sambil menarik selimut perlahan)
Apaan sihhh,jangan ditarik(ucap Ratna)
Kenapa??kemarin malam kan mas udah ngelihat tubuh kamu lagi. kamu tau nggak tubuh kamu tu semakin nikmat(ucap Rahman ditepi telinga Ratna)
Apa yang kamu lakukan Rahman?? kenapa aku bisa seperti ini?? kamu pasti melakukan sesuatu kan(ucap Ratna mendengus kesal)
Mas nggak melakukan apa-apa Ratna, malahan kamu yang melakukannya pada mas.Kamu yang menggoda Mas Ratna hingga junior mas naik, kamu yang menarik mas sayang. Seharusnya mas yang bertanya(ucap Rahman membalikkan fakta)
Nggak-nggak mungkin aku ngelakuin itu, aku nggak sudi melakukan itu sama kamu.Aku tidak mau tubuhku kau samakan dengan wanita selingkuhanmu itu(ucap Ratna membentak)
Ratna...mas tidak pernah selingkuh, itu semua salah paham kamu harus dengarkan penjelasan mas(ucap Rahman)
Penjelasan apa lagi, bagiku apa yang aku lihat itu sudah merupakan penjelasan(ucap Ratna dengan nada tinggi)
Ok gini aja kita ketemu sama Satria, soalnya waktu itu Satria menjadi saksi. Mas tidak bersalah Ratna wanita itu tiba-tiba menghampiri mas dan langsung mencium mas(ucap Rahman menjelaskan)
Seterah mas saja(ucap Ratna sambil berjalan kekamar mandi)
Ok hari ini kita ketemu sama Satria dan Satria akan jelaskan semuanya(ucap Rahman)
Ratna membersihkan dirinya sambil menangis, Ratna menggosok bekas kecupan Rahman dilehernya.Ratna terus menggosoknya sampai terluka. Tak lama kemudian Ratna keluar dengan hanya handuk melilit ditubuhnya. Rahman yang masih dikamar hanya melihat Ratna.Rahman melihat luka pada leher Ratna yang kemarin malam dikecupnya. Rahman merasa bersalah pada Ratna.
Sayang sampai segitukah kau tak mau mas sentuh, sampai bekas kecupan mas kau hilangkan dan kau rela menggantikannya dengan luka. Apakah mas tak pantas untuk kau maafkan sayang(ucap Rahman membatin)
Tanpa Rahman sadari air bening dimatanya lolos begitu saja melewati pipinya.Rahman terduduk lemas saat melihat Ratna menutupinya dengan bedak, sepertinya Ratna tidak mau melihatnya. Ratna selesai dengan hijabnya dan pakaiannya. Ratna berbalik dan mendapati Rahman yang terduduk sambil menangis. Ratna heran mengapa Rahman menangis perlahan Ratna mendekati Rahman.
__ADS_1
Kamu kenapa?? (tanya Rahman)
Apa kamu benci sama aku?? (tanya Rahman balik)
Kok kamu nanya itu sih(ucap Ratna heran)
Kamu tinggal jawab aja, apa kamu benci banget sama aku?? (tanya Rahman sekali lagi)
Nggak aku nggak benci sama kamu, memangnya kenapa?? (tanya Ratna lagi)
Kamu masih mencintaiku?? (tanya Rahman air matanya masih menetes)
Kok kamu nanya itu sih, sebenarnya kamu kenapa??kamu sakit?? (tanya Ratna binggung dengan sikap Rahman)
Apakah kamu masih mencintaiku?? (tanya Rahman sekali lagi)
Ratna terdiam, Ratna tidak bisa menjawabnya.Sebenarnya Ratna masih mencintai Rahman namu disisi lain Ratna masih mengingat kejadian itu. Ratna melihat Rahman seperti itu hatinya melemah.Ntah mengapa saat Rahman terpuruk rasanya Ratna pun ikut terpuruk.
Iya aku masih mencintaimu mas(ucap Ratna lembut)
Kamu serius(ucap Rahman sambil memegang kedua pipi Ratna)
Terima kasih sayang, i love you(ucap Rahman dengan senyum bahagianya)
I love you tou mas Rahman(ucap Ratna dan langsung memeluknya)
Mereka berpelukan cukup lama,Rahman sangat bahagia saat Ratna bersikap seperti ini padanya.Sedangkan Ratna masih binggung kenapa dia bisa memaafkan Rahman,Ratna merasa bersalah saat Rahman terpuruk.
Mas...kita tetep ketemu Satriakan buat mastiin kamu bener atau nggak(ucap Ratna dengan melepaskan pelukannya)
Iya sayang kita jadi kok(ucap Rahman sambil mengecum kening Ratna)
Yaudah ayuk(ucap Ratna sambil menarik tangan Rahman untuk berdiri)
Udah ya suami aku yang ganteng ini nggak boleh kelihatan sedih apalagi lemes(ucap Ratna sambil mencarikan pakaian Rahman)
Rahman terus menatap Ratna yang sudah mulai hangat padanya, Rahman kini merasakan kembali kasih sayang Ratna. Rahman ingin sekali waktu berhenti karna dia ingin menikmati saat-saat ini. Ratna mencari pakaian yang cocok buat Rahman. Ratna mengobrak-abrik lemarinya, namun tidak ditemukan pakaian yang cocok buat Rahman. Ratna berfikir untu mengerjai Rahman, Ratna mengambil salah satu gamisnya yang ukurannya besar, karna tubuh Rahman tegap dan kekar.
Mas... mas pakek ini aja(ucap Ratna sambil menunjukkan gamisnya)
__ADS_1
Kamu serius Rat, masa mas kamu suruh pakek gamis kamu sih(ucap Rahman mengeluh)
Ayolah mas,baju mas kan nggak ada disini jadi mas pakek ini aja, dari pada mas nggak pakek apa-apa. Mending pakek ini lah(ucap Ratna)
Sayang... mas masih waras jadi nggak mungkin mas pakek kayak gituan(ucap Rahman)
Yaudah deh kalau mas nggak mau Ratna marah lagi ni(ucap Ratna mengancam dengan bibirnya maju)
Aduh sayang jangan kayak gitu dong, nanti kalau kamu marah lagi sama mas, mas jadi puasa lagi dong.Yang kemarin malam aja mas masih belum puas(ucap Rahman sambil menggoda Ratna dang mengedipkan matanya)
Makanya kalau mas nggak mau Ratna sedih,mas H A R U S pakek ini demi Ratna,kalau mas nggak mau ya udah jatah mas nggak ada sama sekali(ucap Ratna)
Oke oke mas pakek tapi malam ini 5 Ronde gimana setuju?? (ucap Rahman menawarkan)
Hmmmmm, yaudah deh deal(ucap Ratna dengan semangat)
Rahman mengambil gamis itu dan menggantinya dikamar mandi.
Aduh gimana ni sampek 5 Ronde, nggak bisa jalan dong(ucap Ratna membatin)
Yaudah deh itu dipikir nanti aja sekarang lihat aja dulu mas Rahman betah nggak pakek kayak gitu(ucap Ratna sambil tertawa)
Tak lama kemudian Rahman keluar dari kamar mandi, Ratna yang melihat Rahman menggunakan gamisnya tertawa terpingkal-pingkal. Ratna tudak bisa menahan tawanya hingga Ratna berguling-guling,Rahman yang melihat Ratna tertawa sampai seperti itu nenghampirinya.
Sayang mas lucu banget ya pakek gamis kamu?? (tanya Rahman)
Ratna tidak menjawabnya karna Ratna masih tidak bisa menahan tawanya, Rahman yang mengerti dengan sikap Ratna akhirnya menuju ke lemari Ratna dan mengambil hijab Ratna. Setelah Eahman mengambilnya Rahman duduk dimeja rias Ratna.Saat Rahman duduk dimeja rias Ratna, Ratna menyudahi tawanya dan langsung menghampiri Rahman.
Mas...mas mau ngapain sama hijab Ratna?? (tanya Ratna)
Kamu lihat aja, ini semua demi kamu(ucap Rahman)
Mas mau ngapain sih?? (ucap Ratna bertanya lagi karna penasaran)
Kamu duduk saja disitu dan lihat aja nanti(ucap Rahman)
Yaudah deh iya aku(ucap Ratna sambil mengarah sudut ranjangnya)
Ratna menunggu Rahman selesai dengan apa yang akan dilakukannya. Tanpa Ratna sadari,Ratna tertidur. Tak lama kemudian Rahman selesai, Rahman melihat Ratna tertidur lalu membangunkannya. Betapa terkejutnya Ratna saat bangun melihat seseorang didepannya itu.
__ADS_1