Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 25:Ratna menggoda Rahman


__ADS_3

Matahari pun kini telah terbit, Ratna turun kebawah untuk membantu Bi narti memasak sarapan. Sedangkan Rahman memeriksa pekerjaannya. Rahman terkejut saat melihat pekerjaannya sudah selesai dan semuanya sangat benar dan tak ada salah satu pun. Rahman berfikir siapa yang mengerjakannya.Rahman pun turun kebawah untuk mencari tahu. Rahman menemukan Ratna yang sibuk memasak. Rahman menghampiri Ratna dan langsung memeluknya.


sayang... aku mau nanya ni(ucap Rahman)


Mau tanya apa??cepetan soalnya aku mau masak mas(ucap Ratna)


Hemm, yang ngerjain pekerjaan kantor mas kamu ya?? (tanya Rahman)


Hemmm, nggak kan mas yang ngerjain sambil tidur(ucap Ratna bercanda)


Haaa... kok bisa aku ngerjain sambil tidur, ehh nggak mungkin. kamu bercanda ya?? (ucap Rahman mempererat pelukannya)


Hmmm, iya mas aku yang ngerjain, kenapa?? ada yang salah ya?? maaf mas kalau ada yang salah(ucap Ratna dan membalikkan tubuhnya)


Nggak ada kok, aku malah salut.semua yang kamu kerjain bener. kamu belajar dari mana?? kok pinter banget istri aku yang cantik ini(ucap Rahman sambil mempererat pelukannya)


Iya lah istri siapa dulu dong(ucap Ratna)


Emangnya kamu istri siapa?(tanya Rahman menggoda Ratna)


Nggak tau mas, Ratna nggak tau Ratna istri siapa(ucap Ratna)


Ihh jadi kamu nggak ngaku jadi istri mas ni? (ucap Rahman memajuka bibirnya)


Ratna melihat Rahman seperti itu tertawa dan membalas pelukan Rahman lalu mencium pipi Rahman. Rahman terkejud dengan yang dilakulan Ratna. Rahman pun berfikir liar.


Rat... sebelahnya km k nggak dicium(ucap Rahman)


Apaan sih,modus kamu mas(ucap Ratna)


Nggak modus kok cuman nggak imbang aja kalau hanya sebelah aja(ucap Rahman mengeryitkan dahinya)


Lalu Ratna mencium pipi Rahman sebelahnya dan mencium mata kanan kiri Rahman. Rahman terdiam karna perlakuan Ratna padanya. Ratna menggunakan kesempatan itu untuk lepas dari pelukan Ratna. Rahman akhirnya tersadar karna Ratna terlepas dari pelukannya.


Kamu kok lepasin pelukan mas sih Rat?? (ucap Rahman)


Nggak risih aja, kan aku mau masak.kamu mandi dulu deh,biar aku masak untuk kamu(ucap Ratna)

__ADS_1


Kamu risih apa berdebar saat dekat sama aku(ucap Rahman)


Apaan sih risih aja kalau masak sambil dipeluk kamu, yaudah gih mandi kamu bau tau nggak sih mas(ucap Ratna)


Iya iya aku mandi dulu ya(ucap Rahman langsung mengecup kening Ratna)


Rahman pun naik keatas untuk mandi, sedangkan Ratna masih asik dengan masaknya. Tiba-tiba binarti datang menghampiri Ratna. Bi narti bahagia sekali karna melihat Rahman dan Ratna bisa sedekat itu.


Ciee non pagi-pagi udah memadu kasih(ucap bi narti)


Apaan sih bi... kan itu udah kewajiban Ratna bi.Eh iya bi kalau misalnya kita deket sama orang udah itu jantung kita berdegup kencang itu artinya apa ya bi?? (tanya Ratna)


Kalau non rasakan itu artinya non jatuh cinta sama den Rahman(ucap Bi narti)


Ratna pun terdiam saat bi narti mengatakan itu.Ratna masih binggung dengan perasaannya. Tak lama kemudian Rahman turun dan langsung menghampiri Ratna yang sedang sibuk menata makanan. Rahman duduk di meja makan.


Rat sini duduk disamping mas(ucap Rahman)


Iya mas, mas makan dulu aja soalnya Ratna mau mandi dulu(ucap Ratna)


Apaan sih, sejak kapan kamu bisa ngomong kayak gitu(ucap Ratna)


Sejak kamu buka hati untuk aku(ucap Rahman)


Duduk sini Rat,kita makan bareng(ucap Rahman memperlihatkan senyum manisnya)


Iya iya,Ratna temani mas buat makan disini(ucap Ratna)


Merekapun makan bersama,tak lama kemudian Ratna dan Rahman selesai makan.Ratna membereskan mereka makan.Lalu Ratna mengajak Rahman keatas untuk membantu suaminya bersiap-siap kekantor. Mereka tiba didalam kamar.


Mas aku mandi dulu ya(ucap Ratna)


Iya aku tunggu ni(ucap Rahman)


Ratna masuk kekamar mandi,tak lama kemudian Ratna keluar hanya dengan menggunakan handuk. Sontak Rahman terkejut saat melihat Ratna keluar hanya mengenakan handuk. Rahman terdiam rasanya seperti tak dapat bergerak. Ratna mendekati Rahman,Rahman terdiam tak bergerak sama sekali. pikiran Rahman mulai kemana-mana.


Masyaallah,cantik banget istriku. yaallah Ratna apa yang kamu lakukan,aku hanya laki-laki biasa jika melihat seperti ini aku bisa melakukan hal diluar nalarku. Apakah Ratna akan menyerahkan dirinya seutuhnya padaku?? Rat kamu jangan lakukan ini aku takut bakalan kebablasan Rat(ucap Rahman membatin)

__ADS_1


Ratna semakin dekat, kini posisi Rahman dan Ratna berhadapan. Jantung Ratna berdegup kencang saat melihat Ratna yang hanya terlilit handuk dan dengan rambut yang basah sungguh membuat Rahman tak karuan. Tiba-tiba Ratna mengalungkan tangannya keleher Rahman, sontak Rahman terkejut dengan yang dilakukan Rahman. Rahman binggung dengan situasinya saat ini.


Rat apa yang kamu lakukan?? (tanya Rahman)


Emangnya apa yang aku lakukan padamu mas(ucap Ratna sambil mengukir senyum dan membelai wajah Rahman)


Rahman semakin bergetar saat Ratna melakukan itu, Rahman tak tau harus melakukan apa saat itu.


Rat kamu jangan seperti ini, mas takut bakalan khilaf Rat(ucap Rahman menatap Ratna)


Emangnya kenapa kalau mas khilaf?? kan Ratna udah jadi istri mas jadi kalau mas khilaf Ratna nggak papa kok(ucap Rahman sambil tersenyum jail)


Rahman semakin bergetar, keringat dingin mulai bercucuran saat Ratna mengatakan itu padanya. Rahman merasa aneh dengan sikao Ratna, dari pagi sampai sekarang sikap Ratna membuatnya terkejut dan heran. Rahman binggung ntah apa yang harus Ratna lakukan,Darah ditubuh Rahman mendesir jantungnya berdegup kencang.


Mas kenapa diam aja,mas nggak mau ngapa-ngapain Ratna?? (ucap Ratna sambil mengedio sebelah matanya)


Rahman melihat Ratna seperti itu hasratnya seperti memuncak dengan godaannya.


Ratna jangan lakukan ini, mas takut nanti mas tak bisa menghentikannya Rat(ucap Rahman dengan kondisi masih terdiam)


Ayo lah mas, Ratna tau kalu ini yang mas mau dari Ratna.Ratna minta maaf karna selama ini tak memberikan hak untuk mas. Tapi hari ini Ratna akan memberikan hak mas(ucap Ratna sambil menggigit bibir bawahnya)


Rahman yang melihat Ratna selerti itu seakan sudah tak dapat menahan gairahnya,ingin sekali ia melahap istrinya sampai habis. Namun Rahman tetap menahannya.


Ratna...mas minta tolong jangan terus menggoda mas,mas nggak tahan ngeliat kamu kayak gini.mas takut nanti mas melahap kamu(ucap Rahman masih berdiri terdiam)


Mass...kalau mas lahap Ratna,Ratna nggak bakalan marah kok. Ratna ikhlas kok kalau mas mau melahap Ratna(ucap Ratna)


Tiba-tiba Ratna mengambil tangan Rahman dan langsung menuntunnya kearah pinggangnya. Ratna mendekat ketubuh Rahman. Rahman semakin mengeluarkan keringat dingin,Kesabaran Rahman seakan sudah habis namun ia tetap menahannya.


Ratna mas minta tolong banget jangan menggoda mas...nanti kalau mas hilang kendali bisa-bisa kamu nggak bisa jalan Rat(ucap Rahman)


Nggak papa kok, kalau Ratna nggak bisa jalan yang penting Ratna sudah memberikan apa yang seharusnya mas dapat dari Ratna(ucap Ratna tepat ditelinga Rahman)


Rahman merasa kegelian saat Ratna lakukan itu, Ratna terus mendekatkan wajahnya pada Rahman.


Mas hari ini mas masuk kantor?? (tanya Ratna sambil menekan hidung Rahman dengan jari telunjuknya)

__ADS_1


__ADS_2