Menuju ridhonya bersamamu

Menuju ridhonya bersamamu
bab 15:Ratna merasa bersalah


__ADS_3

Benar saja setelah pertandingan itu Rahman tidak lagi terlihat,Bahkan Rahman tidak tetlihat ada dikampus.Disisi lain Ratna dan Sinta duduk di taman kampus seperti biasa.Saat mereka asyik duduk ditaman kampus tanpa sengaja mereka mendengar teman Rahman sedang membicarakannya.


Eh bro lo tau nggak Rahman udah 1 bulan lo dirumah sakit!! (ucap salah satu temannya)


Lo beneran bro kok bisa sih? (tanya teman yang satunya)


Li nggak tau apa, kan Rahman ikut pertandingan pencak silat dan lawannya itu lo tau nggak siapa?? (ucapnya(


Emang siapa?? kok bisa sampai masuk rumah sakit??kayaknya parah banget, emg apa yang kena?? (tanyanya)


Lo tau Ratna kan?? (ucapnya)


Iya kenal(jawab temannya)


A,itu Ratna lawan Rahman dipertandingan.Katanya sih Rahman kena tendangan dari Ratna namun nggak ada yang tau tendangan apa yang digunakan Ratna. Kata mereka tendangan itu biasa aja,tapi..Rahman terkena dampak yang sangat luar biasa, tulang rusuknya patah dan juga retak.Saat itu katanya sih Rahman sampek muntah darah nerima tendangan dari Ratna(jawabnya menjelaskan)


Lo serius ni, sadis banget tu cewek.Tapi kan Ratna itu terkenal dengan kalemnya tapi kok dipertandingan sadis banget sih(ucap temannya)


Saat mereka asyik menggunjing Ratna,datanglah Sinta dengan wajah marahnya. Sinta melabrak 2 orang yang sedang membicarakan temannya Ratna.


Eh kalian ber2, maksudnya apaan sih ngomongon temen gue ha, kalian kenapa ada masalah?? (ucap Sinta)


Siapa yang ngomongin temen lu??(ucapnya)


Hehh.. lo pikir gue nggak denger,lo ingat kata-kata gue ya sekali lagi gue denger lo ber2 gosipin temen gue,gue bakalan ngehajar kalian ber2 sampai maduk rumah sakit(ucap Sinta dengan menatap sinis)


Iya iya(sambil berdiri dan langsung kabur)


Setelah Sinta selesai mengurus mereka ber2 Sinta langsung menghampiri temannya. Saat Sinta menghampiri Ratna,Sinta melihat Ratna menunduk dan meneteskan air matanya.Lalu Ratna duduk disamping temannya dan melihat wajahnya sambil mengangkatnya untuk melihat mata Sinta.


Ratna kamu kenapa?? (ucap Sinta)

__ADS_1


Aku nggak papa kok(ucap Ratna tetap sambil menangis)


Kamu jangan bohong sama aku, aku sahabat kamu jadi aku paham luar dalam kamu dan aku tahu gimana saat kamu sedih.Yang aku lihat saat ini kamu sedih.Jadi apa yang membuat kamu sedih?? (tanya Sinta)


Jangan bilang kamu sedih karna Rahman itu?? (ucapnya menebak)


Iya aku sesih karna itu, aku nggak sengaja Sin untuk ngeluarin jurus itu.Aku nggak paham dwngan kondisiku saat itu kenapa aku sampai ngeluarin jurus itu.Seharusnya aku nggak ngeluarinnya hanya karna Rahman mutusin gelang pemberian papa mamaku, ini semua salahku Sin(ucapnya sambil tetap menangis)


Ini bukan salah kamu Rat, ini semua takdir.Lagi pula kan itu pertandingsn jadi kalau ada yang terluka itu resikonya(ucap Sinta mencoba menenangkan)


Tapi tetap saja ini semua salahku, aku udag salah karna ngeluarin jurus kita Sin.Aku harus ketemu Rahman buat munta maaf(ucapnya dengan wajah lemas)


Oke kita akan kerumah sakit,sebelum itu kamu harus hapus air matamu(ucap Sinta sambil menghapus air mata Ratna)


Setelah mereka mencari tau dimana Rahman dirawat,maka mereka langsung menuju rumah sakit itu. Sesampainya dirumah sakit mereka langsung menuju kamar yang sudah diberikan oleh teman satu jurusan Rahman. Saat Ratna dan Sinta masuk kesana, mereka tidak menemukan Rahman.Kamar itu terlihat rapi sekali.Secepat mungkin mereka berlari dan pergi ke meja resepsionis. Sesampainya mereka dimeja resepsionis mereka bertanya pada petugasnya.Kami mendapatkan informasinya dan ternyaga Rahman telah dilarikan kerumah sakit di jerman.Mereka terkejut dan langsung bertanya ke petugas kenapa dilarikan ke jerman.


Maaf mbak,kalau boleh tahu kenapa ya dibawa ke jerman?? (tanya Ratna)


Mbak serius ni(ucap Sinta)


Sontak Ratna terkejut dan langsung lari keluar rumh sakit lalu berhenti disebuah taman kecil yang ada dirumah sakit. Ratna menangis sejadi-jadinya karna mendenfar apa yang dikatakan petugas itu.


Heyy Rat, kamu jangan nangis dong(ucap Sinta)


Gimana aku nggak nangis,kamu lihat...akibat perlakuanku saat pertandingan itu aku menghajarnya abis-abisan sampai ia masuk rumah sakit dan harus dibawa ke jerman(ucap Ratna sambil sesegukan)


Heyy itu semua memang bukan salah kamu Ratna,kan kamu nggak sengaja lakuin itu(ucap Sinta)


Tapi... itu semua salahku.apa yang harus aku lakukan Sin,aku harus minta maaf ke Rahman(ucap Ratna masih menangis)


Ratna dengerin aku ya kamu itu nggak salah, itu semua takdir.Kalau kamu tetap mau minta maaf kita tunggu Rahman sampai pulang keaini lagi ok(ucap Sinta menenangkan Ratna)

__ADS_1


Akhirnya Ratna pun tenang dan menghentikan tangisnya. hari berganti, minggu berlalu,dan bulan pun bertukar. 2 bulan sudah Rahman belum ada kabarnya sama sekali,kini Ratna sudah lulus dan ia sudah wisuda.Namun semua kejadian itu tak bisa dilupakan oleh Ratna.Setelah pertandingan itu sampai sekarang Ratna merasa bersalah kepada Rahman, Ratna selalu menunggu Rahman untuk meminta maaf dan Ratna selalu mencari informasi tentang Ratna namun tak ada kabarnya sama sekali.


Sampai akhirnya papa dan mama Ratna mengajak Ratna untuk pergi ke peetemuan pengusaha karna menurut papanya Ratna harus pergi.Saat Ratna sedang membaca bukunya,tiba-tiba mama masuk kekamarnya.


Tok.. tokk... tokkk,sayang kamu didalamkan?? (ucam mama)


Iya ma,masuk aja!!(ucap Ratna)


Assalamualikum,anak mama yang cantik(ucap mama sambil membuka pintu)


Waalaikumsalkam mama(ucap Ratna sambil melihat mamnya)


Anak mama lagi ngapain sih?? (tanya mamaku)


Nggak ngapa-ngapain kok cuman baca buku aja(ucapku sambil melihat mama)


Wh iya mama mau bilang sama kamu, papa ngajak kamu buat ikut pertemuan pengusaha jadi kamu harus ikut karna kamu kan pewaris papa jadi harus kenal sam kolega-kolega papa(ucao mama)


Ooo.. oke ma!! (ucap Ratna)


Ya udah mama pergi dulu ya mama harus siap-siap dan kamu juga harus siap-siap(ucap mama)


Mama pun keluar dari kamarku dan Ratna pun bergegas untuk siap-siap.Tak lama kemudian Ratna sudah selesai dan turun dari kamarnya. Ya Ratna menggunakan gamis dengan warna sangat cocok untuknya dan hijabnya yang menyelaraskan dengan bajunya.Papa dan mama Ratna kagum saat melihat Ratna begitu cantik malam ini.


Ehhh.. anak papa sama mama kok cantik banget sih malem ini?? (ucap mama)


Iya kok cantik banget sih(ucap papa)


Masa sih pa ma, ah biasa aja kok.Yaudah sekarang kita pergi aja keacara pertemuan itu(ucap Ratna)


Tak lama kemudian Papa, Mama, dan Ratna pun keluar dari rumah menuju kemobil. Mereka berangkat,beberapa waktu kemudian mereka sampai ke pertemuan itu.

__ADS_1


__ADS_2