
Benar saja tubuh Rahman kini ditindih oleh Ratna.Waktu seakan berhenti dengan keadaan mereka. Jantung Ratna berdegup kencang begitu juga Rahman.Akhirnya Rahman menyadarkan Ratna dari lamunannya.
Rat sakit tau nggak, badan kamu tu berat.bisa bangun nggak?? (ucap Rahman)
Ratna tersadar lalu bangun dan duduk lagi diatas tempat tidurnya dengan menarik selimut. Ratna masih terkejut dengan apa yang terjadi tadi.Berbeda dengan Rahman yang menyukai situasi tersebut namun ia tak bisa menahannya lebih lama, karna kondisi itu membuat dirinya ingin melakukan sesuatu.
Rat aku boleh tidur diatas nggak?? (ucap Rahman memecah kehening)
Apa?? maksud kamu tidur disebelah aku??(ucap Ratna masih menyelimuti dirinya)
Iya sakit tau nggak badan-badan aku tidur disini(ucap Rahman)
Hemmm, yaudah deh nggak papa,tapi kamu jangan macem-macem ya(ucap Ratna)
Ok ok, tenang aja cuman nanti aku bakalan khilaf(ucap Rahman menggoda Ratna)
Apaan sih berani khilaf liat aja(ucap Ratna)
Rahman pun tersenyum bahagia ia berdiri dan langsung tidur disebelah Ratna. Ratna tak mengerti entah apa yang dirasakannya seperti ada rasa bahagia saat melihat Rahman bahagia seperti itu. Ratna tidur memunggungi Rahman. Rahman tak menghiraukannya karna bagi Rahman tidur disisi Ratna itu sudah cukup.Saat Rahman sibuk dengan pikirannya Rahman tertidur sangat pulas. Ratna melihat kearah leptop Rahman. Ratna menggapai leptop itu dimeja sebelah Rahman. Saat Ratna mengambilnya Wajah Ratna dekat sekali dengan Rahman, Ratna berhenti sejenak mendekati wajah Rahman.Tiba-tiba Ratna mencium kening Rahman lalu mengelus pipi Rahman dengan lembut.Saat menerima sentuhan itu Rahman bergerak lalu Ratna dengan cepat mengambil leptop Rahman.Ratna membuknya dan mengerjakan pekerjaan Rahman yang tertunda.
__ADS_1
Akhirnya Ratna selesai mengerjakan pekerjaan Rahman, Ratna melihat kearah samping. Tampak Rahman yang tertidur pulas sekali,Ratna melihat jam,jam itu tepat diangka 3. Ratna turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Ratna mengambil wudhu dan mengerjakan sholat tahajud. Ratna selesai mengambil wudhu lalu bersiap sholat.Tak lama kemudian Ratna selesai mengerjakan sholat Ratna berdoa meminta petunjuk kepada allah.
Ya allah berikan lah petunjuk pada hambamu ini, hamba tak tau apa yang harus hamba lakukan.berikan lah hamba petunjukmu yaallah(ucap Ratna dalam doanya)
Ratna pun selesai ia kembali lagi keatas tempat tidurnya,Ratna memejamkan matanya lalu Ratna tertidur.Belum terlalu lama Ratna tertidur ia terbangun karna ada yang memeluk tubuhnya dari belakang, benar saja ternyata Rahman sudah memeluk Ratna dari belakang. Ratnapun mebalikkan wajahnya,Ratna melihat wajah Rahman tertidur dengan nyenyak sekali. Ratna mengecup pipi kiri Rahman lalu memainkan hidung Rahman dengan jari telunjuknya. Ratna terus melihat Rahman dengan seksama ntah dapat dorongan dari mana sehingga ia berani melakukan itu. Ratna mencium pipi Rahman namun Rahman bergerak kearah Ratna ya bibir Ratna mengenai bibir Rahman. Ratna terdiam seperti waktu terhenti. Ratna langsung mendorong Rahman,tapi dorongan kali ini tak begitu kuat. Rahman terbangun.
Kenapa aku didorong Rat??orang aku lagi enak kok posisinya kayak gitu(ucap Rahman sambil mencubit pipi Ratna)
Apaan sih, bentar kamu kok bisa bergerak pas saat aku mau cium pipi kamu??jangan-jangan kamu dari tadi udah bangun ya?? (ucap Ratna dan memicingkan matanya)
Hem kurang lebih sih begitu(ucap Rahman sambil tersenyum)
Kamu bangun sejak kapan ha?? (tanya Ratna)
Jadi kamu menikmati dong apa yang aku lakuin tadi?? (tanya Ratna dengan wajah memarah)
Iya lah kan kamu baru kali ini memperlakukan aku layaknya seorang suami, setidaknya itu udah buat aku menjadi suami yang sempurna kok. Walaupun aku tak bisa miliki kamu seutuhnya(ucap Rahman sambil memeluk tubuh Ratna)
Saat Rahman memeluk Ratna,Ratna hanya diam saja tak melakukan apa-apa. Ratna merasa bersalah pada Rahman karna tak memberikan hak Rahman sebagai seorang suami. Ratna duduk dan melepaskan pelukan Rahman. Rahman pun terbangun lalu melihat Ratna dan memperhatikan Ratna.
__ADS_1
Rahman hari ini aku akan berikan hakmu untuk melihat diriku(ucap Ratna)
Sontak Rahman terkejut dengan perkataan Ratna, Rahman binggung.Rahman memikirkan apa yang akan dilakukan Ratna.
Apa Ratna akan meberikan dirinya padaku seuruhnya(Rahman membatin)
Ratna pun bergerak membuka hijabnya,Rahman terkejut saat melihat Ratna membuka hijabnya. Rahman binggung ntah apa yang harus ia rasakan, ada rasa bahagia saat melihat istrinya akan membuka hijabnya ada rasa bersalah dalam dirinya. Saat Ratna membuka hujabnya Rahman terdiam melihat istrinya yang ada dihadapannya tidak menggunakan hijab. Rahman kagum dengan kecantikan istrinya, rambut ikal istrinya kini dapat dilihatnya.
Rat kamu serius bakalan buka hijabmu?? (ucap Rahman)
Yaa... seharusnya ini yang kamu dapatkan dariku.Maafkan aku karna selama ini tak mengizinkan kamu untuk melihat diriku seutuhnya. Maafkan aku karna belum bisa menjadi istrimu seutuhnya. Maaf juga karna selama ini aku tak mengizinkanmu untuk menyentuhku(ucap Ratna sambil menunduk lalu meneteskan air matanya)
Nggak apa-apa kok Rat, kamu nggak salah. Aku tahu mungkin kamu belum siap,aku bakalan nunggu kok sampai kamu siap menjadi istri aku seutuhnya sekarang kamu jangan nangis lagi ya(ucap Rahman sambil menghapus air mata Ratna)
Jadi kamu masih bisa nunggu aku untuk mepersiapkan diri?? (tanya Ratna menatap bola mata Rahman)
Iya aku bakalan nunggu kamu sampai siap, jadi sekarang jangan nangis lagi ya(ucap Rahman)
Eh iya yuk kita sholat udah azan,kamu jangan nangis lagi ya. toh sekarang kamu udah buka hijabmu aja untukku itu udah lebih dari cukuo kok Rat(ucap Rahman lalu mencium kepala Ratna)
__ADS_1
Terima kasih ya mas karna udah ngasi aku waktu(ucap Ratna langsung memeluk Rahman)
Iya ayuk sekarang kita ambil wudhu dulu sesudah itu sholat. Ratna pun melepaskan peluaknnya lalu masuk kamar mandi untuk wudhu. Mereka sholat subuh berjamaah seperti biasanya.